Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2026

Selamatkan Air, Selamatkan Kehidupan: Gerakan Pencegahan Kekeringan

 


Kekeringan yang semakin sering melanda berbagai daerah menjadi peringatan serius bagi kelangsungan hidup. Berkurangnya persediaan air bersih berdampak pada sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan. Dalam ajaran Islam, air adalah nikmat dan sumber kehidupan yang wajib dijaga, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Al-Anbiya: 30, “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”

Kekeringan tidak semata-mata datang karena faktor alam, tetapi diperparah oleh ulah manusia, seperti penebangan hutan secara liar, pembuangan limbah, dan pemborosan air. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (2026), perubahan iklim dan kerusakan daerah resapan air menjadi penyebab utama penurunan ketersediaan air tanah. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat terasa bagi generasi mendatang.

Islam mengajarkan prinsip untuk menjaga keseimbangan alam dan melarang perbuatan tabzir (pemborosan). Rasulullah saw. bersabda saat melihat seseorang yang berwudu secara berlebihan, “Mengapa kamu boros?” Orang itu bertanya, “Apakah ada pemborosan dalam berwudu?” Beliau menjawab, “Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir deras” (HR Ibnu Majah). Hal ini menjadi pedoman bagi umat untuk memanfaatkan air secara bijaksana.

Upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu menanam pohon, membuat sumur resapan, memelihara mata air, dan menghindari pemborosan. Pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat perlu bersinergi. Sebagaimana perintah dalam QS Ar-Rum: 41 bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi karena perbuatan manusia, karena itu, upaya pemulihan harus dimulai dari kesadaran dan komitmen bersama untuk menjaga sumber daya air secara berkelanjutan

Gerakan pencegahan kekeringan bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kolektif. Menjaga keberlanjutan sumber daya air berarti menyelamatkan kehidupan dan masa depan. Dengan iman, ilmu, dan tindakan nyata, kita dapat menjaga nikmat Allah Swt. agar tetap mengalir bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.

Wallahu a'lam bi al-haqiqati al-muradih.

Sumber : https://jabar.kemenag.go.id/opini/selamatkan-air-selamatkan-kehidupan-gerakan-pencegahan-kekeringan-76xIbN

Kekeringan Melanda, Akibat Tata Kelola Kapitalisme

 


Saat ini kita pasti merasakan cuaca yang begitu terik dan menyengat. Ketika musim kemarau tiba, masyarakat pun harus bersiap diri menghadapi bencana kekeringan dari tahun ke tahun.

Pemanasan global juga membuat perubahan iklim menjadi ekstrem. Bukan hanya krisis air, bencana kekeringan juga mengancam.

Dampak dari kemarau panjang yang terjadi saat ini sebanyak 14 dari 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul,Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami krisis air bersih dan kekeringan. Para warga harus rela menjual barang dan hewan piaraan untuk membeli air bersih karena kesulitan mendapatkan air bersih.

Ruminingsih (40), warga Dusun Temuireng, RT 05, Kelurahan Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul menceritakan parahnya kekeringan yang dialami saat ini. Untuk mendapatkan air bersih harus membeli karena bantuan tidak datang tiap hari. Harga air bersih per tangki berisi 5.000 liter mencapai Rp150-200 ribu tergantung jarak, semakin jauh maka harganya semakin mahal. Sulitnya air membuat warga harus berhemat agar bisa bertahan lebih lama. (elshinta.com)

Untuk meringankan beban masyarakat yang berdampak kekeringan tersebut komunitas Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Gadjah Mada menyalurkan bantuan air bersih di empat desa di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Kamis (28/9). Ketiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Panggang, Saptosari dan Rongkop. (ugm.ac.id)

 

Bantuan dari swasta seperti tendik UGM setidaknya hanya bisa meringankan 3 kecamatan saja padahal ada 14 kecamatan yang juga berdampak kekeringan. Menurut Wakil ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah sudah membangun sumur – sumur bor di sejumlah wilayah akan tetapi sumur – sumur bor tersebut tidak berfungsi secara optimal padahal biayanya mencapai 500 jt berbeda dengan swasta dan swadaya masyarakat yang bisa berfungsi secara optimal dengan biaya yang lebih rendah walaupun tidak bisa menjangkau keseluruh penduduk yang terkena kekeringan di gunung kidul. (elshinta.com)

 

Walaupun pemerintah sudah berusaha mengatasi masalah ini akan tetapi nyatanya tata kelola yang tidak baik mengakibatkan masalah ini tidak bisa diatasi, walaupun anggaran yang cukup besar digelontorkan nyatanya pembuatan sumur bor tidak maksimal, sehingga hasilnyapun tidak optimal. Sebenarnya daerah gunung kidul memiliki sumber mata air dibawah tanah yang bisa dikelola oleh pemerintah akan tetapi pemerintah mengungkapkan tidak mempunyai sumber dana yang cukup sehingga membuka investasi bagi swasta untuk bisa membiayai dan mengelola. Selain itu pemerintah juga membuka proyek pengubahan air asin menjadi air tawar kepada investor untuk mengatasi masalah ini.

 

*Liberalisasi air terjadi akibat penerapan ideologi kapitalisme.*

 

Begitu gampangnya pemerintah mengatasi masalah ini kepada swasta artinya pemerintah lepas tangan tidak mengatasi dengan baik. Begitulah jika sistem kapitalis diterapkan di negeri ini. Dalam kapitalis segala sesuatu harus ada keuntungannya dan keuntungan tersebut hanya menguntungkan segelintir orang terutama pemilik modal. Air yang sejatinya menjadi kepemilikan umum tetapi dalam kapitalis bisa dimiliki dan dikuasai oleh individu. Kapitalis membuat orang – orang berlomba – lomba memperkaya diri sendiri tidak mementingkan orang lain apalagi kesejahteraan rakyat yang sangat diharapkan. Pada hari ini rakyat jauh dari kata sejahtera justru semakin menderita jika kapitalis tetap diterapkan.

 

Kelangkaan air bersih juga berlaku untuk air minum. Menurut RPJMN 2020—2024, hanya 6,87% rumah tangga yang memiliki akses air minum aman. (envihsa.fkm.ui[dot]ac.id, 30/09/2022)

Di antara penyebab kekeringan di Indonesia ialah(1) kelangkaan hutan yang memicu terjadinya krisis air baku, terutama pulau-pulau yang tutupan hutannya rendah, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

 

Semua itu terjadi akibat kebijakan kapitalistik yang mengalihfungsikan lahan hutan menjadi proyek pembangunan infrastruktur dan investasi besar-besaran, seperti lumbung pangan; ataupun bisnis pertambangan, semisal batu bara, minyak, dan emas.

(2) Berkurangnya daerah resapan. Pengalihan fungsi lahan terbuka hijau menjadi bangunan tempat tinggal jelas memengaruhi kondisi cadangan air di tanah. Jika serapan air minim, cadangan air dalam tanah akan sedikit yang mana akan memicu kekeringan.

(3) kebijakan liberalisasi SDA yang menjadikan swasta leluasa mengeksploitasi sumber daya air. Indikasinya ialah banyaknya perusahaan swasta yang menguasai bisnis air minum dalam kemasan.

(4) Kerusakan hidrologis, seperti rusaknya fungsi wilayah hulu sungai akibat pencemaran air. Akibatnya, kapasitas dan daya tampung air akan berkurang.

 

Krisis air akan berdampak pada produktivitas pertanian. Jika hasil pertanian menurun karena petani gagal panen, akan menyebabkan terganggunya persediaan pangan, sanitasi buruk, kekurangan gizi, dan kelaparan akut. Jika hal ini terus terjadi, ancaman krisis pangan bukan lagi prediksi, melainkan fakta mengerikan bagi negeri ini.

 

*Solusi Islam Kaffah*

 

Air adalah sumber kehidupan bagi umat manusia. Meski sudah ada UU 17/2019 yang mengatur sumber daya air, realitasnya masih banyak masyarakat kesulitan mengakses dan memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Indonesia butuh visi politik SDA yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Mengingat negeri ini memiliki wilayah perairan yang lebih luas ketimbang daratannya, maka sungguh ironis jika negeri maritim ini malah mengalami krisis air berulang kali.

Kekeringan yang berujung krisis air bersih hanya dapat diatasi jika mengembalikan pengaturannya kepada sang pencipta yaitu Allah SWT yaitu dengan Khilafah Islamiyah. Sejarah telah mencatat bahwa kota – kota yang berada dibawah naungan Khilafah Islamiyah sudah memiliki manajemen dan pasokan air yang baik dan maju hal ini ditandai dengan pengelolaan laut, kanal, qanat dan saluran bawah tanah mengalir keseluruh penjuru wilayah Khilafah. Dalam mengatasi masalah ini Khilafah menggunakan prinsip yang shahih diantaranya sumber – sumber mata air yang berpengaruh luas terhadap kehidupan masyarakat sehingga secara umum melekat hak kepemilikan umum. sebagaimana hadits Rasulullah saw ” Kaum muslimin berserikat pada tiga perkara yaitu padang rumput/hutan , air dan api” (H.R Abu Dawud dan Ahmad)

Status sumber mata air, lautan dan danau tidak dibenarkan dimiliki oleh individu akan tetapi setiap individu memiliki hak yang sama dalam pemanfaatannya. Selain itu Negara wajib hadir langsung dalam menyelesaikan masalah ini karena merupakan amanah dari Allah SWT sehingga harus bertanggung jawab penuh dalam pengelolaannya bukan memberikannya kepada swasta dengan jalan investasi karena tidak ada dalam Islam konsep seperti itu. Sebagaimana hadis Rasulullah saw “Imam adalah ibarat penggembala dan hanya dialah yang bertanggung jawab penuh terhadap gembalanya (rakyatnya)”. (H.R Muslim)

Oleh karena itu sebagaimana hadis diatas dalam mengatasi kekeringan tersebut Negara wajib mendirikan industri air bersih perpipaan sedemikian rupa sehingga terpenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat secara gratis dan memadai serta menjangkau keseluruh pelosok wilayah.

Kedua, negara mengelola secara langsung dalam proses produksi dan distribusi air. Negara melakukan pengawasan atas berjalannya pemanfaatan air, seperti peningkatan kualitas air dan menyalurkan kepada masyarakat melalui industri air bersih perpipaan hingga kebutuhan masyarakat atas air terpenuhi dengan baik.

Terhadap sumber daya kepemilikan umum ini, negara tidak boleh menyerahkan pengelolaannya kepada individu/swasta. Negara harus memberdayakan para ahli terkait agar masyarakat bisa menikmati air bersih dengan mudah.Ketiga, negara melakukan rehabilitasi dan memelihara konversi lahan hutan agar resapan air tidak hilang. Negara akan mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan, melakukan pembiasaan hidup bersih dan sehat, serta memberi sanksi tegas terhadap pelaku kerusakan lingkungan.

Wallahu’alam bish-shawwab

Sumber : https://www.suarainqilabi.com/opini/kekeringan-melanda-akibat-tata-kelola-kapitalisme/

3 Cara Mengatasi Bahaya Kekeringan menurut Islam

 


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memperingatkan dunia akan bahaya perubahan iklim dan kekeringan. Dalam laporan terbarunya, PBB menyebut bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman besar bagi umat manusia, dan kekeringan adalah salah satu dampak yang paling parah.   Laporan tersebut diterbitkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada tahun 2022, yang memberikan peringatan jelas tentang dampak perubahan iklim.  Berdasarkan data terungkap bahwa suhu rata-rata global diperkirakan akan naik 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri sekitar “paruh pertama tahun 2030-an”. Angka ini memiliki arti khusus dalam politik iklim global, karena merupakan target yang ditetapkan dalam Perjanjian Iklim Paris 2015.

Pemanasan global yang mencapai 1,5 derajat Celsius akan memiliki dampak yang signifikan terhadap planet bumi, terutama kekeringan yang akut. Hal ini karena pemanasan global menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi yang dapat menyebabkan penguapan air yang lebih cepat. Penguapan air yang lebih cepat ini dapat menyebabkan kekeringan di daerah yang bergantung pada air hujan, seperti daerah subtropis dan tropis.

Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, termasuk kekeringan. Hal ini karena wilayah Indonesia memiliki iklim tropis yang cenderung kering, dengan musim kemarau yang panjang. Selain itu, Indonesia juga memiliki wilayah yang luas dan bervariasi, sehingga lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim yang tidak merata.   Di Indonesia, kekeringan dan kemarau telah menyebabkan berbagai dampak negatif. Salah satunya gagal panen, merupakan dampak yang paling serius dari kekeringan dan kemarau. Hal ini karena kekeringan dan kemarau dapat menyebabkan tanaman mati atau tidak dapat menghasilkan panen yang optimal. Selanjutnya, kekurangan air bersih juga merupakan dampak yang serius dari kekeringan dan kemarau. Hal ini karena kekeringan dan kemarau dapat menyebabkan sumber air bersih, seperti sungai dan danau, menjadi kering atau tercemar.   

Kekeringan yang panjang akan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Hal ini karena kekeringan dan kemarau dapat menyebabkan lahan menjadi lebih mudah terbakar. Berkurangnya pasokan air, baik air tanah maupun air permukaan. Hal ini membuat tumbuhan di hutan menjadi kering dan mudah terbakar. Selain itu, kekeringan juga dapat menyebabkan angin bertiup kencang, yang dapat menyebarkan api dengan cepat.   Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada tahun 2023, sebanyak 1.890 titik api telah terdeteksi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.043 titik api berada di kawasan hutan. Penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sebagian besar adalah faktor manusia, seperti kelalaian, kesengajaan, dan pembukaan lahan.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan musim kemarau di Indonesia biasanya berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober. Menurut BMKG, pada bulan November mendatang akan baru akan datang musim hujan. Selama musim kemarau, curah hujan di Indonesia menurun secara signifikan. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang panjang dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.   Pada tahun 2023, Indonesia mengalami kekeringan yang panjang. 

Hal ini disebabkan oleh fenomena El Nino. El Nino adalah fenomena iklim yang menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya. Fenomena ini dapat menyebabkan perubahan pola cuaca di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia.   Solusi Islam dalam mengatasi pemanasan global Solusi Islam dalam persoalan pemanasan global merupakan solusi yang sangat komprehensif dan berkelanjutan. Pelbagai solusi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga aspek moral dan spiritual. Lebih lanjut, Islam memiliki pandangan yang holistik tentang hubungan antara manusia dan alam. Islam memandang alam sebagai ciptaan Allah yang harus dijaga kelestariannya. 

Oleh karena itu, Islam memiliki solusi-solusi yang dapat membantu mengatasi pemanasan global. Islam memberikan sejumlah solusi dalam mengatasi pemanasan global.   

1. Meningkatkan kesadaran Umat manusia, terlebih umat Islam perlu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi, yang berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan alam semesta. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman umat Islam tentang pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini dapat dilakukan misalnya melalui pendidikan dan kampanye lingkungan.   Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat cinta lingkungan. Beliau seringkali mengajarkan umatnya untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan kerusakan di dalamnya. Salah satu cara yang beliau lakukan untuk menjaga lingkungan adalah dengan menghidupkan tanah mati dengan menanam pohon. 

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah bersabda:  

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ      

Artinya: "Tak satupun seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi pahala sedekah baginya, dan yang dicuri orang lain akan bernilai sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang menguranginya, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya.” (HR. Muslim).   

Salah satu contoh upaya Nabi Muhammad SAW dalam menghidupkan tanah mati dengan menanam pohon adalah ketika beliau hijrah ke Madinah. Beliau tiba di Madinah pada saat musim panas yang sangat terik. Tanah di Madinah sangat tandus dan gersang.   Nabi Muhammad SAW kemudian memerintahkan para sahabatnya untuk menanam pohon kurma di sekitar Masjid Nabawi. Para sahabat pun melaksanakan perintah beliau dengan penuh semangat. Mereka menanam pohon kurma di mana saja, bahkan di tanah yang keras dan tandus.   Berkat usaha Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, tanah tandus di sekitar Masjid Nabawi pun menjadi hijau dan rindang. Pohon kurma yang mereka tanam tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lezat. 

Upaya Nabi Muhammad SAW dalam menghidupkan tanah mati dengan menanam pohon memiliki banyak manfaat.   Selain menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, pohon kurma juga dapat menjadi sumber makanan bagi penduduk Madinah. Pohon kurma juga dapat mencegah erosi tanah dan menjadi habitat bagi berbagai macam hewan.   Untuk itu, kita sebagai umat Islam hendaknya mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam menjaga lingkungan. Kita dapat menanam pohon di sekitar rumah kita, di sekolah, di tempat kerja, atau di mana saja yang kita bisa. Dengan menanam pohon, kita telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan melestarikan alam.   

2. Mengubah gaya hidup Gaya hidup yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan kendaraan bermotor, penggunaan listrik berlebihan, dan konsumsi daging berlebihan, merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Oleh karena itu, penting untuk mengubah gaya hidup yang tidak ramah lingkungan menjadi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana, seperti berjalan kaki atau bersepeda, menggunakan listrik secara hemat, dan mengurangi konsumsi daging.   

Ada satu pendapat yang menarik dari Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab Mafatih al-Ghaib, ia menyebutkan Allah tidak akan menurunkan bencana selama penduduk bumi berbuat baik dalam mu'amalah. Dalam hal ini, mu‘amalah berarti interaksi atau hubungan antara manusia dengan manusia lain, manusia dengan alam, dan manusia dengan Allah. 

Sebaliknya, Allah akan menurunkan azab kepada suatu masyarakat jika mereka berbuat buruk dalam mu‘amalah.   

 بَلْ إنَّما يَنْزِلُ ذَلِكَ العَذابُ إذَا أَسَاءُوا في المُعامَلاتِ   

Artinya: “Malah, Allah menurunkan adzab tadi disebabkan jika suatu masyarakat berbuat buruk dalam mu‘amalat; bergaul terhadap manusia lain dan alam.”   

3. Inovasi ramah lingkungan Sudah saatnya Indonesia memiliki dan mempraktikkan teknologi ramah lingkungan, seperti energi terbarukan dan transportasi berkelanjutan, dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, penting untuk melakukan inovasi dan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Hal ini dapat dilakukan oleh pemerintah, perusahaan, dan akademisi.  

Untuk kasus hemat enak dan ramah lingkungan, dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan menganjurkan umatnya untuk menghemat air, bahkan dalam ibadah sekalipun. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya air dalam kehidupan manusia, baik secara duniawi maupun ukhrawi. Nabi Muhammad SAW sendiri telah memberikan contoh dalam menghemat air. Beliau berwudhu dengan air yang sangat sedikit, yaitu hanya sekitar 2 liter. 

Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat menghargai air dan tidak ingin menggunakannya secara berlebihan.   

Nabi Muhammad SAW bersabda:  

 أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ مرَّ بسعدٍ وَهوَ يتوضَّأُ ، فقالَ : ما هذا السَّرَفُ ؟ قالَ : أفي الوضوءِ إسرافٌ ؟ قالَ : نعَم وإن كنت على نَهْرٍ جارٍ   

Artinya: “Nabi SAW pernah melewati Sa'ad saat dia sedang berwudhu. Nabi berkata, Apa ini, pemborosan? Sa'ad bertanya, apakah ada pemborosan dalam wudhu? Nabi menjawab: Ya, bahkan jika kamu berada di sungai yang mengalir.”  

 Menurut hadits riwayat Bukhari dan Muslim menceritakan bahwa Nabi SAW pernah menegur Sa'ad yang sedang berwudhu dengan cara yang berlebihan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan bahwa pemborosan dalam wudhu juga tidak diperbolehkan, bahkan jika seseorang berada di sungai yang mengalir.   

Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad menggunakan kata “israf” untuk menunjukkan bahwa pemborosan dalam wudhu adalah sesuatu yang tidak disukai. Istilah “israf” memiliki arti menggunakan sesuatu secara berlebihan atau tidak sesuai dengan kebutuhan.   Dengan demikian, solusi Islam dalam penanggulangan pemanasan global merupakan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Sejatinya,dalam menerapkan solusi Islam, umat manusia dapat menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan di masa depan.  

Sumber : Zainuddin Lubis, Pegiat Kajian Islam, Tinggal di Ciputat.




Senin, 23 Februari 2026

Surat Edaran 3 Menteri Tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi

 


Dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan untuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, terampil, dan memiliki jiwa sosial, dan cinta tanah air dan bangsa, serta guna mendukung kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan dan setelah Hari Raya Idullitri dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan unduh file di bawah ini.

 

Penulis: Pengelola Web Kemendikdasmen

Editor: Editor BKHM

Rabu, 31 Desember 2025

Kalender 2026 Lengkap dengan Tanggal Merah, Cuti Bersama dan Link Downloadnya

 


Di penghujung tahun 2025, kalender 2026 mulai banyak diincar bagi masyarakat yang ingin merencanakan aktivitas di tahun depan. Mulai dari jadwal cuti, liburan keluarga, hingga berbagai momen keagamaan.
Saat ini, pemerintah pun telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Sehingga, daftar jadwal libur hari-hari besar keagamaan, hari besar nasional, beserta berbagai cuti bersama yang mengiringinya sudah dapat dilihat.

Berdasarkan daftar tersebut, tahun 2026 memiliki sebaran tanggal merah yang beragam di setiap bulan. Maret tercatat sebagai bulan dengan jumlah tanggal merah dan cuti bersama terbanyak, sehingga cukup ideal bagi detikers yang berencana melakukan perjalanan atau kegiatan keluarga.

Sementara itu, pada Juli, September, Oktober dan November, tercatat tidak ada tanggal merah yang tersedia. Libur baru tersedia kembali di akhir tahun. Untuk informasi selengkapnya, simak daftar tanggal merah dan cuti bersama sepanjang 2026 berikut ini, lengkap dengan link download kalender 2026 dalam format PDF.

Daftar Tanggal Merah Sepanjang Tahun 2026

Tanggal Merah Januari 2026
Kamis, 1 Januari 2026 : Tahun Baru 2026 Masehi

Jumat, 16 Januari 2026: Isra Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W. 1447 Hijriah

Tanggal Merah Februari 2026
Senin, 16 Februari 2026: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Selasa, 17 Februari 2026: Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Tanggal Merah Maret 2026
Rabu 18 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)

Kamis 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)

Jumat, Senin, Selasa 20, 23, dan 24 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah

Sabtu-Minggu, 21-22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Tanggal Merah April 2026
Jumat, 3 April 2026: Wafat Yesus Kristus

Minggu, 5 April 2026: Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)

Tanggal Merah Mei 2026
Jumat, 1 Mei 2026: Hari Buruh Internasional

Kamis, 14 Mei 2026: Kenaikan Yesus Kristus

Jumat, 15 Mei 2026: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus

Rabu, 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 Hijriah

Kamis-Jumat, 28-29 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha 1447 Hijriah

Minggu, 31 Mei 2026: Hari Raya Waisak 2570 BE

Tanggal Merah Juni 2026
Senin, 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila

Selasa, 16 Juni 2026: 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Tanggal Merah Juli 2026
Tidak ada tanggal merah di bulan ini.

Tanggal Merah Agustus 2026
Senin, 17 Agustus 2026: Proklamasi Kemerdekaan

Selasa, 25 Agustus 2026: Maulid Nabi Muhammad S.A.W

Tanggal Merah September 2026
Tidak ada tanggal merah di bulan ini.

Tanggal Merah Oktober 2026
Tidak ada tanggal merah di bulan ini.

Tanggal Merah November 2026
Tidak ada tanggal merah di bulan ini.

Tanggal Merah Desember 2026
Kamis, 24 Desember 2026 : Cuti Bersama Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

Jumat, 25 Desember 2026 : Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

Daftar Cuti Bersama Sepanjang 2026
Senin, 16 Februari 2026: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Rabu 18 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)

Jumat, Senin, Selasa tanggal 20, 23, dan 24 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah

Jumat, 15 Mei 2026: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus

Kamis-Jumat, 28-29 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha 1447 Hijriah

Kamis, 24 Desember 2026 : Cuti Bersama Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

Jumat, 25 Desember 2026 : Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

Link Download File Kalender 2026 versi PDF
Bagi detikers yang ingin menyimpan kalender secara digital, tersedia sejumlah link download file kalender 2026 versi PDF.Berikut di antaranya :

Kalender 2026 format PDF-1

DISINI

Kalender 2026 format PDF-2

DISINI

Kalender 2026 format PDF-3

DISINI

Kalender 2026 format PDF-4

DISINI


Sumber : https://www.detik.com/


Senin, 17 April 2023

10 Contoh Ucapan Idul Fitri Lebaran 1444 H

 


Inilah sepuluh contoh ucapan Idul Fitri atau Lebaran 1444 H yang sangat menarik dan penuh dengan pesan Islami menyentuh hati.

Menjelang hari raya, banyak yang tak ingin ketinggalan untuk memberikan ucapan Idul Fitri atau Lebaran kepada teman, sanak saudara ataupun rekan kerja.

Dimana ucapan Idul Fitri atau Lebaran 1444 H kali ini menjadi menarik karena sudah tidak lagi dalam kondisi pembatasan sosial.

Sehingga perayaan dan ucapan Idul Fitri atau lebaran 1444 H menjadi semakin meriah untuk dirayakan bersama keluarga tercinta.

Simak sepuluh contoh ucapan Idul Fitri atau Lebaran 1444 H yang akan diberikan pada artikel ini, sehingga dapat digunakan saat perayaan nanti.

Idul Fitri atau Lebaran 1444 H tinggal menghitung hari, maka persiapkan ucapan atau kata-kata yang indah untuk keluarga dan kerabat dekat.

Jadi tidak perlu bingung lagi saat ingin mengucapkan selamat saat perayaan Idul Fitri atau Lebaran tahun ini.

Berikut sepuluh contoh ucapan Idul Fitri atau Lebaran 1444 H yang sangat menarik untuk dijadikan referensi:

1. Saya dan keluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin semoga. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Barakallahu Fiikum, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan dapat dipertemukan kembali pada Ramadhan tahun berikutnya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, atas nama pribadi dan keluarga besar, kami menyampaikan Selamat hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa melindungi kita dan memberikan kita kesehatan serta kemudahan dalam menjalankan amanah amin amin ya robbal alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Tabir Tahmid Tahlil telah berkumandang, memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur kepada-Nya. Esok pagi menyambut hari yang Fitri, Selamat hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.

4. Berbuat khilaf adalah sifat, meminta maaf adalah kewajiban dan kembalinya fitrah adalah tujuan. Saya dan keluarga besar, kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

5. Esok adalah harapan, sekarang adalah kenyataan, kemarin adalah kenangan yang tak luput dari khilaf dan kesalahan. Selamat hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

6. Ketika tangan tak mampu berjabat, kaki tak mampu melangkah, hanya hati yang mampu berbisik. Untuk itu kami dan seluruh keluarga besar mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 syawal 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

7. Jika dimari tak sempat berjabat, jika ada kata membakar lara, menusuk hati, semoga pintu maaf masih terbuka, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Barakallahu Fiikum, selamat hari raya Idul Fitri 1 syawal 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

8. Bismillahirohmanirohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, satukan tangan dan teguhkan hati di hari penuh kemenangan ini, untuk saling memaafkan dengan ikhlas, meski wajah tak mampu berjumpa, tangan tak bisa saling menjabat, semoga ucapan ini mampu menjadi jembatan di hari penuh Kemenangan. Untuk itu kami dan seluruh keluarga besar mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 syawal 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum.

9. Kita rayakan momen kebersamaan dengan berbagi kebahagiaan, mari bersilaturahmi serta saling bermaaf-maafan, Ramadhan membasuh hati saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya dihari yang Fitri, kami dan keluarga besar mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir batin.

10. Hai setelah berpuasa satu bulan lamanya, berzakat Fitrah menurut perintah agama, kini kita beridul Fitri berbahagia, mari kita berlebaran bersuka gembira, berjabat tangan sambil bermaaf-maafan dan hilangkan dendam. Minal Aidin Wal Faizin. Selamat hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.

Sumber : https://www.klikpendidikan.id/


Jumat, 07 Oktober 2022

Tahap III, Pendaftaran Proposal Bantuan bagi Pokja Guru Madrasah Dibuka Hingga 25 Oktober

Kementerian Agama kembali membuka pendaftaran proposal bantuan bagi kelompok kerja (Pokja) guru madrasah. Pendaftaran proposal tahap III ini dibuka dari 1 – 25 Oktober 2022.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain mengatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2059 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kelompok Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun Anggaran 2022.

Menurutnya, pemberian bantuan diharapkan dapat memperkuat, memperluas akses serta meningkatkan mutu kegiatan kelompok kerja dalam wadah  Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran  (MGMP),  Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK),  Kelompok Kerja Madrasah (KKM), dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas).

“Pemberian bantuan ini diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan keprofesian berkelanjutan   baik guru, kepala serta pengawas madrasah pada jenjang MI, MTs dan MA/MAK, baik negeri maupun swasta,” ujar Zain di Jakarta, Jum'at (7/10/2022).

“Tentu hal ini juga dimaksudkan dalam rangka  meningkatkan  kompetensi  dasar  dan  inti  peserta  didik  di madrasah,” sambungnya.

Ketua Project Management Unit (PMU) REP-MEQR Abdul Rouf menambahkan, bantuan yang diberikan sebesar Rp15juta dan Rp30juta. Dia berharapan, Pokja penerima bantuan nantinya dapat memanfaatkan bantuan itu sebaik mungkin sesuai rentang waktu yang tersedia.

“Kegiatan pemberian bantuan Kelompok Kerja (POKJA) guru dan tenaga kependidikan madrasah, merupakan bagian dari Realizing Education Promise – Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR),” jelasnya.

“Penerima bantuan akan diumumkan setelah terbitnya keputusan Penetapan Pokja Penerima Bantuan  pada rentang 11-18 November 2022,” tandasnya.

Selengkapnya, klik Bantuan tahap III bagi Pokja Guru Madrasah Tahun 2022.

Kompetisi Sains Madrasah XI Digelar di Jakarta, 9 - 14 Oktober 2022

 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama akan kembali menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Tahun 2022, ajang kompetisi bagi siswa madrasah tingkat nasional ini mengusung tema “Mandiri Berprestasi Bangkitkan Negeri”.

KSM kali ke-11 ini akan berlangsung di Jakarta, 9 - 14 Oktober 2022. Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, KSM merupakan ajang strategis untuk mengembangkan bakat, kompetensi, dan prestasi siswa madrasah, mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). KSM juga penting dalam membangun kesadaran siswa madrasah untuk mendalami bidang keilmuan dan teknologi.

"Secara khusus, tujuan KSM 2022 adalah menyediakan wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains sehingga dapat menumbuhkan dan mencintai sains bagi siswa madrasah," jelas Kang Dhani, panggilan akrabnya, di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat Jakarta, Jumat (7/10/2022). 

"KSM dapat menjadi ajang yang efektif dan strategis dalam rangka memupuk motivasi siswa untuk terus mencintai dan bergairah mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi," lanjutnya.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kata Kang Dhani, merupakan hal yang mutlak seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Sehingga, siswa madrasah juga dituntut terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menyikapi suatu permasalahan. 

“Saya berharap KSM 2022 akan melahirkan generasi muslim berprestasi dan kompeten yang akan berkontribusi meningkatkan daya saing bangsa di masa yang akan dating,” ucapnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi menjelaskan, seleksi KSM Nasional dilakukan secara luring atau tatap muka  dengan menggunakan sistem Tes Berbasis Komputer atau Computer- Based Test (CBT) yang disiapkan dan di bawah kendali Komite KSM Nasional. Ajang ini akan diikuti siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

“Nilai tambah yang menjadi distingsi dari KSM 2022 adalah model soal yang tidak hanya fokus pada sains tetapi juga diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman yang merupakan ciri khas dari pendidikan di madrasah,” ungkap Isom.

Menurutnya, dikotomi yang begitu kuat antara ilmu agama dan sains menjadi sebuah tantangan dalam gagasan integrasi sains dan keislaman yang diusung oleh Kompetisi Sains Madrasah. “Model integrasi yang diusung dituangkan dengan menggali konsep sains yang ada dalam Al-Qur’an dan menghubungkan konsep yang ada dalam Islam dengan sains yang holistik,” pungkasnya.

Semoga bermanfaat sahabat gtkpaudkotabkl.