Kekeringan yang semakin sering melanda berbagai daerah menjadi peringatan serius bagi kelangsungan hidup. Berkurangnya persediaan air bersih berdampak pada sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan. Dalam ajaran Islam, air adalah nikmat dan sumber kehidupan yang wajib dijaga, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Al-Anbiya: 30, “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”
Kekeringan tidak semata-mata datang karena faktor alam, tetapi diperparah oleh ulah manusia, seperti penebangan hutan secara liar, pembuangan limbah, dan pemborosan air. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (2026), perubahan iklim dan kerusakan daerah resapan air menjadi penyebab utama penurunan ketersediaan air tanah. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat terasa bagi generasi mendatang.
Islam mengajarkan prinsip untuk menjaga keseimbangan alam dan melarang perbuatan tabzir (pemborosan). Rasulullah saw. bersabda saat melihat seseorang yang berwudu secara berlebihan, “Mengapa kamu boros?” Orang itu bertanya, “Apakah ada pemborosan dalam berwudu?” Beliau menjawab, “Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir deras” (HR Ibnu Majah). Hal ini menjadi pedoman bagi umat untuk memanfaatkan air secara bijaksana.
Upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu menanam pohon, membuat sumur resapan, memelihara mata air, dan menghindari pemborosan. Pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat perlu bersinergi. Sebagaimana perintah dalam QS Ar-Rum: 41 bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi karena perbuatan manusia, karena itu, upaya pemulihan harus dimulai dari kesadaran dan komitmen bersama untuk menjaga sumber daya air secara berkelanjutan
Gerakan pencegahan kekeringan bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kolektif. Menjaga keberlanjutan sumber daya air berarti menyelamatkan kehidupan dan masa depan. Dengan iman, ilmu, dan tindakan nyata, kita dapat menjaga nikmat Allah Swt. agar tetap mengalir bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.
Wallahu a'lam bi al-haqiqati al-muradih.
Sumber : https://jabar.kemenag.go.id/opini/selamatkan-air-selamatkan-kehidupan-gerakan-pencegahan-kekeringan-76xIbN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar