Tampilkan postingan dengan label DIKTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIKTI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2026

Menjadi mahasiswa yang berpestasi sejak awal semester

 


Menjadi mahasiswa berprestasi (Mapres) sejak semester pertama bukan sekadar tentang meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna. Banyak artikel membahas tips umum seperti "belajar giat" atau "aktif organisasi", namun jarang ada yang mengupas strategi taktis dan arsitektur mental yang harus dibangun sejak hari pertama kuliah.
Berikut adalah panduan orisinal untuk membangun fondasi berprestasi sejak awal semester:
1. Pergeseran Pola Pikir: Dari "Siswa" Menjadi "Akademisi"
Banyak mahasiswa baru gagal berprestasi karena membawa budaya belajar SMA ke perguruan tinggi.
  • Mental Konsumen vs Produsen: Siswa bertindak sebagai konsumen ilmu (menunggu disuapi guru). Mahasiswa berprestasi bertindak sebagai produsen ilmu. Anda harus mulai memikirkan bagaimana ilmu yang didapat bisa menghasilkan solusi atau karya baru.
  • Membaca untuk Mengkritisi: Jangan hanya membaca buku teks untuk menghafal. Bacalah untuk menemukan celah (gap) informasi: "Apa yang belum dijelaskan oleh penulis ini?" Celah inilah yang menjadi cikal bakal judul karya tulis ilmiah (KTI) atau penelitian.
2. Strategi "Infiltrasi" Ekosistem Prestasi
Prestasi di kampus tidak lahir di ruang hampa, melainkan di dalam ekosistem yang tepat.
  • Petakan Kakak Tingkat "Spesialis": Jangan asal mencari teman. Identifikasi kakak tingkat semester 5 atau 7 yang langganan menang kompetisi (LKTI, debat, atau bisnis). Dekati mereka bukan untuk sekadar menyapa, tapi tawarkan diri menjadi "asisten" atau junior di tim mereka.
  • Mengincar Posisi "Magang Riset" Dosen: Sejak semester 1, perhatikan dosen yang aktif meneliti atau memiliki proyek pengabdian masyarakat. Sampaikan ketertarikan Anda secara sopan setelah kelas usai. Menjadi asisten riset dosen di semester awal akan melompati pemahaman teori rekan angkatan Anda sejauh dua tahun ke depan.
3. Taktik Akademik: Menguasai "Kurikulum Tersembunyi"
Nilai A di kelas adalah syarat dasar (base level), namun cara mendapatkannya membutuhkan strategi.
  • Audisi Silabus: Di minggu pertama kuliah (titik kritis), bedah silabus setiap mata kuliah. Jangan lihat jadwalnya, tapi lihat bobot penilaiannya. Jika presentasi kelompok memiliki bobot 40%, pastikan Anda memilih anggota tim terbaik, bukan sekadar teman nongkrong.
  • Reverse-Engineering Ujian: Cari tahu gaya pembuatan soal dosen Anda dari arsip tingkat atas. Apakah dosen tersebut tipe konseptual (butuh jawaban tekstual) atau analitikal (butuh analisis kasus)? Sesuaikan gaya belajar Anda dengan gaya mengajar dosen tersebut.
4. Portofolio Kompetisi yang Terukur
Banyak mahasiswa baru terjebak mengikuti semua lomba tanpa arah hingga berakhir kelelahan (burnout).
  • Fokus pada Satu Lini (Niche): Tentukan fokus Anda sejak awal. Apakah Anda ingin dikenal di jalur Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), debat bahasa Inggris, atau kompetisi bisnis startup? Fokus pada satu bidang membuat grafik keahlian Anda naik lebih cepat.
  • Manajemen Kegagalan Dini: Targetkan untuk kalah minimal 3 kali di semester pertama. Mengapa? Kekalahan di awal semester memberikan evaluasi mental yang kuat tanpa beban ekspektasi yang tinggi, sehingga mental Anda terbentuk lebih tangguh dibanding mereka yang baru mulai berkompetisi di semester akhir.
5. Membangun Personil Brand (Personal Branding) Sederhana
Dosen dan pihak fakultas memiliki kuota terbatas untuk mengirim delegasi ke perlombaan tingkat nasional atau internasional. Anda harus menjadi nama pertama yang muncul di kepala mereka.
  • Duduk di "Segitiga Emas" Kelas: Duduklah di barisan depan atau tengah yang langsung berhadapan dengan dosen. Aktif bertanya yang substansial, bukan sekadar bertanya demi nilai keaktifan.
  • Rapikan Kehadiran Digital: Mulailah membagikan opini akademis singkat atau ulasan buku kuliah di LinkedIn. Ketika dosen atau pihak rektorat mencari nama Anda, mereka melihat seorang profesional muda, bukan sekadar remaja yang mencari identitas.
  • Semoga bermanfaat bagi Mahasiwa........

Selasa, 18 Agustus 2026

PENERIMAAN TARUNA BARU BADAN PENGEMBANGAN SDM PERHUBUNGAN

 

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan membuka kesempatan bagi putra dan putri terbaik Bangsa Indonesia untuk dididik menjadi Taruna/Taruni Diklat Perhubungan yang profesional dalam dunia transportasi, melalui program studi sebagai berikut:



*)DETAIL ALUR PENDAFTARAN SIPENCATAR JALUR REGULER POLA PEMBIBITAN PERGURUAN TINGGI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN:
  1. Peserta mendaftar melalui Portal Pendaftaran SSCASN https://dikdin.bkn.go.id.
  2. Peserta membuat akun SSCASN Sekolah Kedinasan dan mencetak kartu informasi akun.
  3. Peserta Log in ke SSCASN Sekolah Kedinasan dengan menggunakan NIK dan Password yang telah didaftarkan.
  4. Peserta mengupload swafoto dan memilih Sekolah Kedinasan.
  5. Peserta melakukan pembayaran formulir pendaftaran. Pengumuman tatacara pembayaran dapat dilihat pada https://sipencatar.kemenhub.go.id.
  6. Peserta mengupload berkas dan bukti pembayaran formulir pendaftaran, melengkapi biodata, mengecek resume pada portal SSCASN.
  7. Verifikator Instansi melakukan verifikasi data atau berkas peserta yang telah masuk.
  8. Peserta Login ke SSCASN mengecek status kelulusan verifikasi administrasi.
  9. Peserta Login pada akun pedaftaran SSCASN untuk mendapatkan kode billing pembayaran Seleksi Kompetensi Dasar yang harus dibayar oleh peserta yang lulus seleksi Administrasi.
  10. Peserta mencetak Kartu Ujian di SSCASN setelah pembayaran terkonfirmasi oleh sistem.
  11. Peserta mengikuti proses Seleksi Kompetensi Dasar Bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
  12. Informasi status kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar akan diumumkan oleh Panitia Seleksi Sekolah Kedinasan pada Portal https://sipencatar.kemenhub.go.id.
  13. Peserta yang dinyatakan lulus SKD melakukan registrasi pada portal pendaftaran https://sipencatar.kemenhub.go.id.
Sumber : https://ptdisttd.ac.id/halaman-penerimaan

PORTAL PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PKN STAN

 

PORTAL PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PKN STAN

SPMB-PT ( TAHUN 2026 )

SPMB-PT
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Keuangan Negara STAN Tahun 2026 untuk Lulusan Jenjang Pendidikan Tinggi
Masuk

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI SERTA JADWAL TES POTENSI AKADEMIK, TES BAHASA INGGRIS, DAN TES PSIKOLOGI PADA SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN TAHUN 2026

 

PENGUMUMAN NOMOR PENG- 23/PKN/2026

Berikut kami lampirkan PENGUMUMAN NOMOR PENG- 23/PKN/2026 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI SERTA JADWAL TES POTENSI AKADEMIK, TES BAHASA INGGRIS, DAN TES PSIKOLOGI PADA SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN TAHUN 2026 UNTUK LULUSAN JENJANG PENDIDIKAN TINGGI
 

Pengumuman dapat diakses melalui tautan berikut.

Pengumuman

Lampiran I
Lampiran II

Sumber : https://pknstan.ac.id/id/hasil_admin_pt_26

PENGUMUMAN SELEKSI PENERIMAAN TARUNA BARU POLITEKNIK SIBER DAN SANDI NEGARA (POLTEK SSN) TAHUN 2026

 

Seleksi Penerimaan Taruna Baru Poltek SSN Tahun 2026 Resmi Dibuka

Berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/4038/M.SM.01.00/2026 tanggal 10 Agustus 2026, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) memperoleh kuota sebanyak 50 (lima puluh) Taruna untuk Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Poltek SSN Tahun 2026 resmi dibuka mulai 18 Agustus 2026.

Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan ketentuan pendaftaran dapat diunduh melalui tautan berikut:

Penerimaan Mahasiswa Baru Ikatan Dinas Politeknik Statistika STIS Tahun Akademik 2026/2027

 



DASHBOARD JUMLAH PENDAFTAR


Informasi jumlah pendaftar bisa diakses pada pada tautan ini https://spmb.stis.ac.id/site/dashboard


Berdasarkan Surat Persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/4040/M.SM.01.00/2026, maka Politeknik Statistika STIS - Badan Pusat Statistik (BPS) akan menerima 564 orang mahasiswa baru berstatus ikatan dinas tahun akademik 2026/2027. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada pengumuman berikut:

Sumber : https://spmb.stis.ac.id/ 

Kepala BKN: Pantau Jadwalnya, Pendaftaran Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026 Dimulai 18 Agustus

 


Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menetapkan jadwal penerimaan peserta didik Sekolah Kedinasan Tahun 2026. Berdasarkan Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tanggal 12 Agustus 2026, rangkaian seleksi akan dimulai dengan pengumuman seleksi pada 15 Agustus 2026 dan pendaftaran dibuka mulai 18 Agustus 2026. Jadwal tersebut menjadi pedoman bagi sembilan kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan dalam melaksanakan seluruh tahapan penerimaan peserta didik Tahun 2026.

Sembilan kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan Tahun 2026 meliputi Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan, pengumuman seleksi berlangsung pada 15–24 Agustus 2026. Selanjutnya, pendaftaran seleksi dibuka pada 18–30 Agustus 2026, bersamaan dengan pelaksanaan seleksi administrasi pada 18 Agustus–1 September 2026. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 2–3 September 2026. Peserta yang memiliki keberatan terhadap hasil seleksi diberikan kesempatan mengajukan sanggah pada 4–5 September 2026, yang kemudian dijawab pada 4–6 September 2026. Hasil pasca sanggah dijadwalkan diumumkan pada 7–8 September 2026.

Setelah tahapan administrasi, rangkaian seleksi dilanjutkan dengan proses penerbitan kode billing serta pembayaran PNBP untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN. Proses tersebut berlangsung pada September 2026, sebelum peserta mengikuti SKD CAT BKN yang dijadwalkan pada 22 September–7 Oktober 2026. Setelah pelaksanaan SKD, pengolahan nilai dijadwalkan berlangsung pada 27 September–10 Oktober 2026. Sementara itu, pengumuman hasil SKD dilakukan secara bertahap pada 1–13 Oktober 2026.

Peserta yang lolos SKD kemudian mengikuti seleksi lanjutan non-CAT BKN pada 11–28 Oktober 2026. Untuk instansi yang mengajukan seleksi lanjutan menggunakan metode CAT BKN, tahapan pembayaran PNBP, validasi data, penjadwalan, hingga pelaksanaan seleksi lanjutan juga telah ditetapkan dalam jadwal penerimaan. Pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian/lembaga dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober–1 November 2026.

Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan jadwal yang telah ditetapkan agar menjadi pedoman dan komitmen bersama bagi kementerian/lembaga penyelenggara untuk melaksanakan seluruh tahapan seleksi sesuai waktu yang telah ditentukan.

“Dengan ditetapkannya jadwal tersebut, calon peserta dapat mempersiapkan diri sekaligus mencermati setiap tahapan dan ketentuan seleksi yang ditetapkan oleh masing-masing kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan Tahun 2026,” pungkasnya.

sumber : https://www.bkn.go.id/kepala-bkn-pantau-jadwalnya-pendaftaran-seleksi-sekolah-kedinasan-tahun-2026-dimulai-18-agustus/

Kamis, 30 Juli 2026

Lantik Lulusan IPDN, Presiden Berpesan untuk Layani Rakyat dan Sederhanakan Birokrasi

 


Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menghadiri Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026, di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Presiden Prabowo Subianto hadir menjadi inspektur upacara pada kegiatan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto melantik Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Sumedang, Rabu (29/7/2026). Di hadapan lulusan IPDN angkatan XXXIII tahun 2026 ini, presiden mengingatkan agar selalu melayani kebutuhan masyarakat dengan cepat tanpa birokrasi yang berbelit.

“Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya. Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit,” tegas Presiden Prabowo kepada 1.204 lulusan IPDN, yang terdiri dari 728 putra dan 476 putri.

Lulusan IPDN akan disebar ke instansi pusat, daerah, hingga daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Presiden mengatakan bahwa masyarakat mengharapkan aparatur yang jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani ambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.

Presiden mendorong para Pamong Praja, sebutan bagi lulusan IPDN, agar menjadi penggerak birokrasi serta pembangunan di daerah. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), para lulusan IPDN adalah ‘wajah negara’ yang dilihat oleh masyarakat.

“Dari sikap dan penampilan saudara, rakyat menilai apakah negara hadir atau tidak. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan,” ungkap Presiden Prabowo.

20260729 MENTERI Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 6

Tahun ini, 10 lulusan terbaik IPDN berasal dari keluarga sederhana, seperti anak dari petani, atau buruh harian lepas. Bukan dari latar belakang keluarga pejabat negara. Aji Bayu Ramadhan (IPK 3,84) peraih Kartika Astha Brata, adalah anak dari buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagi Presiden, hal ini membuktikan seleksi CASN yang digelar pemerintah benar-benar berbasis kompetensi. Tidak lagi ada ‘titipan orang dalam’.

“NKRI dan Pancasila harus dipimpin oleh mereka yang terbaik, mereka yang beprestasi. Ini bukti meritokrasi, mereka yang berprestasi,” pungkas Presiden Prabowo.

Kepada para lulusan IPDN, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini berpesan agar mampu membangun birorkasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menteri Rini mendorong para lulusan IPDN terus belajar dan mengembangkan kompetensi terutama pada bidang digital dan data.

“Teruslah mengembangkan kompetensi, terutama di bidang digital, serta pimpin dengan hati, data, dan keteladanan,” ungkap Rini.

Adaptif terhadap teknologi digital adalah salah satu implementasi dari core values ASN BerAKHLAK. Rini menegaskan para Pamong Praja ini kelak bisa menjadi pemimpin pemerintahan daerah yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakatnya.

“jadilah pemimpin yang mampu memberi teladan dengan kerja nyata. Teruslah belajar, menjaga nilai-nilai etika, dan mengedepankan kolaborasi dalam setiap tugas,” tegas Rini. (HUMAS MENPANRB)

sumber : https://menpan.go.id/site/berita-terkini/lantik-lulusan-ipdn-presiden-berpesan-untuk-layani-rakyat-dan-sederhanakan-birokrasi



Kamis, 23 Juli 2026

Guru Besar UI, Prof. Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D. Tawarkan Konsep Kepemimpinan Diri dalam Konteks Budaya Indonesia

 


Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Prof. Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D., sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi (FPsi) UI, di Balai Sidang Kampus UI Depok, pada Rabu (10/6). Pada pengukuhan yang dipimpin oleh Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., tersebut, Prof. Debora menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Kepemimpinan Diri dalam Perspektif Teori Kognitif Sosial: Peran Agensi Individu, Sosial, dan Lingkungan.

Dalam pidatonya, Prof. Debora menyoroti pentingnya kepemimpinan diri (self-leadership) di tengah perubahan lanskap dunia kerja yang semakin digital dan fleksibel. Menurutnya, sistem kerja hibrida dan digital telah mengurangi pengawasan langsung dari atasan maupun institusi sehingga individu dituntut untuk mampu mengelola dirinya sendiri, mulai dari menentukan prioritas hingga menjaga motivasi dalam bekerja.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan diri merupakan proses sadar untuk mengarahkan dan memotivasi diri demi mencapai tujuan. Konsep ini dinilai semakin relevan karena keberhasilan seseorang tidak lagi hanya bergantung pada pengawasan eksternal, melainkan juga pada kemampuan mengelola perilaku dan dorongan dari dalam dirinya sendiri.

“Banyak orang sibuk mencari cara memengaruhi orang lain, tetapi justru lupa bagaimana mengarahkan diri mereka sendiri. Di sinilah pentingnya self-leadership atau kepemimpinan diri, sebuah proses sadar untuk mengarahkan dan memotivasi diri demi mencapai tujuan,” ujar Prof. Debora.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepemimpinan diri berbeda dengan manajemen diri (self-management). Manajemen diri berfokus pada penyelesaian tugas sesuai standar yang ditetapkan organisasi, sedangkan kepemimpinan diri mencakup aspek yang lebih mendalam, seperti nilai hidup, otentisitas, dan pencarian makna dalam pekerjaan yang dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kepemimpinan diri terbukti memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja individu dibandingkan kemampuan manajemen diri semata. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memimpin diri sendiri menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Dalam pidatonya, Prof. Debora juga menawarkan perspektif baru mengenai konsep kepemimpinan diri yang selama ini banyak dikembangkan di negara-negara Barat. Menurutnya, teori yang lahir dari budaya individualis belum sepenuhnya menggambarkan cara masyarakat Indonesia mengelola dirinya dalam kehidupan sosial dan pekerjaan.

Melalui pendekatan Teori Kognitif Sosial yang dikembangkan Albert Bandura, Prof. Debora memperkenalkan konsep interdependent agency, yaitu kemampuan individu untuk memimpin dirinya melalui keterhubungan dengan orang lain. Dalam konteks budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan dan harmoni kelompok, kepemimpinan diri tidak dimaknai sebagai sikap individualistis, melainkan kemampuan menyeimbangkan tujuan pribadi dengan kepentingan kolektif.

Dari rekontekstualisasi tersebut, muncul dimensi baru yang disebut Relation-Based Natural Reward atau penghargaan alamiah berbasis relasi. Konsep ini menjelaskan bahwa rasa memiliki, penerimaan sosial, dan hubungan yang hangat dengan rekan kerja dapat menjadi sumber motivasi intrinsik yang sama kuatnya dengan otonomi dalam bekerja.

Prof. Debora mengatakan bahwa berbagai penelitian selama tiga dekade terakhir menunjukkan kepemimpinan diri memberikan dampak positif pada berbagai aspek kehidupan individu. Kepemimpinan diri terbukti mampu meningkatkan keyakinan terhadap kemampuan diri, fleksibilitas berpikir, kebahagiaan, ketangguhan, kreativitas, inovasi, serta kualitas hubungan antara atasan dan bawahan.

Selain itu, kepemimpinan diri juga berperan sebagai sumber daya psikologis yang membantu individu menghadapi tekanan kerja. Pada profesi yang memiliki tuntutan tinggi, seperti perawat, kemampuan tersebut terbukti membantu mencegah kelelahan psikologis atau burnout.

Menutup pidatonya, Prof. Debora mengingatkan bahwa esensi kepemimpinan diri sebenarnya telah lama hadir dalam nilai-nilai budaya Indonesia. Ia mencontohkan filosofi Ki Hadjar Dewantara, Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, yang mengandung makna bahwa seseorang perlu mampu menjadi teladan, penyemangat, dan pendorong bagi dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

Sebagai akademisi, Prof. Debora aktif menghasilkan berbagai publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Fokus kajian dan penelitiannya banyak berkaitan dengan psikologi kerja dan organisasi, kepemimpinan, pemberdayaan, thriving at work, serta isu-isu psikologi dalam masyarakat perkotaan. Karya-karyanya telah dipublikasikan pada berbagai jurnal internasional bereputasi seperti Current Psychology, SA Journal of Industrial Psychology, dan Global Journal of Environmental Science and Management.

Sebelum dikukuhkan sebagai guru besar, Prof. Debora menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu perpustakaan di Fakultas Sastra UI pada tahun 1996, kemudian meraih gelar Magister Psikologi di kampus yang sama, dan menyelesaikan pendidikan doktoral di Erasmus Universitiet Rotterdam, Belanda, pada bidang Psychology pada tahun 2016. Pengukuhan ini menambah jajaran Guru Besar UI yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan psikologi.

Sumber: Universitas Indonesia