Tampilkan postingan dengan label DIKTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIKTI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2026

Lantik Lulusan IPDN, Presiden Berpesan untuk Layani Rakyat dan Sederhanakan Birokrasi

 


Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menghadiri Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026, di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Presiden Prabowo Subianto hadir menjadi inspektur upacara pada kegiatan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto melantik Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Sumedang, Rabu (29/7/2026). Di hadapan lulusan IPDN angkatan XXXIII tahun 2026 ini, presiden mengingatkan agar selalu melayani kebutuhan masyarakat dengan cepat tanpa birokrasi yang berbelit.

“Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya. Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit,” tegas Presiden Prabowo kepada 1.204 lulusan IPDN, yang terdiri dari 728 putra dan 476 putri.

Lulusan IPDN akan disebar ke instansi pusat, daerah, hingga daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Presiden mengatakan bahwa masyarakat mengharapkan aparatur yang jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani ambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.

Presiden mendorong para Pamong Praja, sebutan bagi lulusan IPDN, agar menjadi penggerak birokrasi serta pembangunan di daerah. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), para lulusan IPDN adalah ‘wajah negara’ yang dilihat oleh masyarakat.

“Dari sikap dan penampilan saudara, rakyat menilai apakah negara hadir atau tidak. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan,” ungkap Presiden Prabowo.

20260729 MENTERI Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 6

Tahun ini, 10 lulusan terbaik IPDN berasal dari keluarga sederhana, seperti anak dari petani, atau buruh harian lepas. Bukan dari latar belakang keluarga pejabat negara. Aji Bayu Ramadhan (IPK 3,84) peraih Kartika Astha Brata, adalah anak dari buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagi Presiden, hal ini membuktikan seleksi CASN yang digelar pemerintah benar-benar berbasis kompetensi. Tidak lagi ada ‘titipan orang dalam’.

“NKRI dan Pancasila harus dipimpin oleh mereka yang terbaik, mereka yang beprestasi. Ini bukti meritokrasi, mereka yang berprestasi,” pungkas Presiden Prabowo.

Kepada para lulusan IPDN, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini berpesan agar mampu membangun birorkasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menteri Rini mendorong para lulusan IPDN terus belajar dan mengembangkan kompetensi terutama pada bidang digital dan data.

“Teruslah mengembangkan kompetensi, terutama di bidang digital, serta pimpin dengan hati, data, dan keteladanan,” ungkap Rini.

Adaptif terhadap teknologi digital adalah salah satu implementasi dari core values ASN BerAKHLAK. Rini menegaskan para Pamong Praja ini kelak bisa menjadi pemimpin pemerintahan daerah yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakatnya.

“jadilah pemimpin yang mampu memberi teladan dengan kerja nyata. Teruslah belajar, menjaga nilai-nilai etika, dan mengedepankan kolaborasi dalam setiap tugas,” tegas Rini. (HUMAS MENPANRB)

sumber : https://menpan.go.id/site/berita-terkini/lantik-lulusan-ipdn-presiden-berpesan-untuk-layani-rakyat-dan-sederhanakan-birokrasi



Kamis, 23 Juli 2026

Guru Besar UI, Prof. Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D. Tawarkan Konsep Kepemimpinan Diri dalam Konteks Budaya Indonesia

 


Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Prof. Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D., sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi (FPsi) UI, di Balai Sidang Kampus UI Depok, pada Rabu (10/6). Pada pengukuhan yang dipimpin oleh Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., tersebut, Prof. Debora menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Kepemimpinan Diri dalam Perspektif Teori Kognitif Sosial: Peran Agensi Individu, Sosial, dan Lingkungan.

Dalam pidatonya, Prof. Debora menyoroti pentingnya kepemimpinan diri (self-leadership) di tengah perubahan lanskap dunia kerja yang semakin digital dan fleksibel. Menurutnya, sistem kerja hibrida dan digital telah mengurangi pengawasan langsung dari atasan maupun institusi sehingga individu dituntut untuk mampu mengelola dirinya sendiri, mulai dari menentukan prioritas hingga menjaga motivasi dalam bekerja.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan diri merupakan proses sadar untuk mengarahkan dan memotivasi diri demi mencapai tujuan. Konsep ini dinilai semakin relevan karena keberhasilan seseorang tidak lagi hanya bergantung pada pengawasan eksternal, melainkan juga pada kemampuan mengelola perilaku dan dorongan dari dalam dirinya sendiri.

“Banyak orang sibuk mencari cara memengaruhi orang lain, tetapi justru lupa bagaimana mengarahkan diri mereka sendiri. Di sinilah pentingnya self-leadership atau kepemimpinan diri, sebuah proses sadar untuk mengarahkan dan memotivasi diri demi mencapai tujuan,” ujar Prof. Debora.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepemimpinan diri berbeda dengan manajemen diri (self-management). Manajemen diri berfokus pada penyelesaian tugas sesuai standar yang ditetapkan organisasi, sedangkan kepemimpinan diri mencakup aspek yang lebih mendalam, seperti nilai hidup, otentisitas, dan pencarian makna dalam pekerjaan yang dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kepemimpinan diri terbukti memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja individu dibandingkan kemampuan manajemen diri semata. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memimpin diri sendiri menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Dalam pidatonya, Prof. Debora juga menawarkan perspektif baru mengenai konsep kepemimpinan diri yang selama ini banyak dikembangkan di negara-negara Barat. Menurutnya, teori yang lahir dari budaya individualis belum sepenuhnya menggambarkan cara masyarakat Indonesia mengelola dirinya dalam kehidupan sosial dan pekerjaan.

Melalui pendekatan Teori Kognitif Sosial yang dikembangkan Albert Bandura, Prof. Debora memperkenalkan konsep interdependent agency, yaitu kemampuan individu untuk memimpin dirinya melalui keterhubungan dengan orang lain. Dalam konteks budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan dan harmoni kelompok, kepemimpinan diri tidak dimaknai sebagai sikap individualistis, melainkan kemampuan menyeimbangkan tujuan pribadi dengan kepentingan kolektif.

Dari rekontekstualisasi tersebut, muncul dimensi baru yang disebut Relation-Based Natural Reward atau penghargaan alamiah berbasis relasi. Konsep ini menjelaskan bahwa rasa memiliki, penerimaan sosial, dan hubungan yang hangat dengan rekan kerja dapat menjadi sumber motivasi intrinsik yang sama kuatnya dengan otonomi dalam bekerja.

Prof. Debora mengatakan bahwa berbagai penelitian selama tiga dekade terakhir menunjukkan kepemimpinan diri memberikan dampak positif pada berbagai aspek kehidupan individu. Kepemimpinan diri terbukti mampu meningkatkan keyakinan terhadap kemampuan diri, fleksibilitas berpikir, kebahagiaan, ketangguhan, kreativitas, inovasi, serta kualitas hubungan antara atasan dan bawahan.

Selain itu, kepemimpinan diri juga berperan sebagai sumber daya psikologis yang membantu individu menghadapi tekanan kerja. Pada profesi yang memiliki tuntutan tinggi, seperti perawat, kemampuan tersebut terbukti membantu mencegah kelelahan psikologis atau burnout.

Menutup pidatonya, Prof. Debora mengingatkan bahwa esensi kepemimpinan diri sebenarnya telah lama hadir dalam nilai-nilai budaya Indonesia. Ia mencontohkan filosofi Ki Hadjar Dewantara, Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, yang mengandung makna bahwa seseorang perlu mampu menjadi teladan, penyemangat, dan pendorong bagi dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

Sebagai akademisi, Prof. Debora aktif menghasilkan berbagai publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Fokus kajian dan penelitiannya banyak berkaitan dengan psikologi kerja dan organisasi, kepemimpinan, pemberdayaan, thriving at work, serta isu-isu psikologi dalam masyarakat perkotaan. Karya-karyanya telah dipublikasikan pada berbagai jurnal internasional bereputasi seperti Current PsychologySA Journal of Industrial Psychology, dan Global Journal of Environmental Science and Management.

Sebelum dikukuhkan sebagai guru besar, Prof. Debora menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu perpustakaan di Fakultas Sastra UI pada tahun 1996, kemudian meraih gelar Magister Psikologi di kampus yang sama, dan menyelesaikan pendidikan doktoral di Erasmus Universitiet Rotterdam, Belanda, pada bidang Psychology pada tahun 2016. Pengukuhan ini menambah jajaran Guru Besar UI yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan psikologi.

Sumber: Universitas Indonesia

ITB Menganugerahkan Gelar Profesor Emeritus kepada Prof. Purnomo Yusgiantoro

 


Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan Gelar Profesor Emeritus kepada Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU, di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Jumat (3/7/2026). Ia merupakan Guru Besar pada Kelompok Keahlian Teknik Pemboran, Produksi, dan Manajemen Migas, Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB.

Penganugerahan ini menjadi bentuk penghormatan ITB atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi Prof. Purnomo dalam pengembangan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, serta pembangunan bangsa sepanjang kariernya.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa penganugerahan gelar Guru Besar Emeritus kepada Prof. Purnomo merupakan momen penuh kebanggaan dan penghormatan bagi ITB. Menurutnya, Prof. Purnomo merupakan salah satu putra terbaik ITB, Ganesha, dan bangsa Indonesia.

“Penganugerahan gelar Guru Besar Emeritus hari ini adalah penegasan atas dedikasi tanpa batas yang telah melampaui sekat-sekat ruang kelas dan menembus episentrum kebijakan nasional,” ujarnya.

Rektor menyampaikan, Prof. Purnomo merupakan sosok akademisi di bidang ekonomi dan kebijakan energi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga turut membentuk arah kebijakan energi nasional. Menurutnya, pemikiran Prof. Purnomo telah memberikan kontribusi penting dalam pembahasan ketahanan energi nasional selama puluhan tahun.

Ia menilai, tidak banyak sosok yang mampu menjembatani dunia akademik dan pemerintahan secara kuat. Prof. Purnomo dinilai mampu membawa ketajaman metodologi ilmiah ke dalam ruang pengambilan kebijakan negara, sekaligus membawa pengalaman dan realitas kebijakan nasional ke ruang-ruang kuliah di ITB.

“Bagi ITB, Prof. Purnomo adalah perwujudan hidup dari moto ITB, In Harmonia Progressio—keselarasan demi kemajuan. Beliau membuktikan bahwa ilmu pengetahuan harus diabdikan untuk kemaslahatan masyarakat dan kedaulatan negara,” ujar Rektor.

Prof. Purnomo dikenal sebagai akademisi, profesional, dan negarawan yang tetap menjaga komitmen terhadap dunia pendidikan meskipun pernah mengemban berbagai amanah penting. Ia meraih gelar sarjana di bidang Teknik Perminyakan dari ITB; M.Sc. di bidang Teknik dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat; M.A. di bidang Ekonomi dari University of Colorado, Amerika Serikat; dan Ph.D. di bidang Ekonomi Mineral dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat.

Sejak tahun 2014, ia mendedikasikan sebagian besar waktu, pengetahuan, dan keterampilannya untuk mengajar mata kuliah ekonomi energi di ITB. Selain itu, pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) ini juga menjadi salah seorang pendiri Universitas Pertahanan (Unhan), Indonesia, tempatnya mengajar mata kuliah ketahanan energi.

Di luar dunia pendidikan, ia menjadi penasihat senior untuk Kantor Eksekutif Presiden Republik Indonesia, pernah bekerja sebagai konsultan untuk Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) di bidang ekonomi energi dan pembangunan berkelanjutan, serta menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris Pertamina.

Prof. Purnomo juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia selama tiga periode berturut-turut, dari tahun 2000 hingga 2009, serta Menteri Pertahanan Republik Indonesia dari tahun 2009 hingga 2014.

Di ranah global, Prof. Purnomo pernah menjabat sebagai Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Sekretaris Jenderal, dan Presiden OPEC yang berbasis di Wina, Austria. Ia juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua ASEAN Ministers of Energy Meeting (AMEM). Pengabdiannya pada sektor energi terus berlanjut melalui pendirian PYC pada tahun 2016.

Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, Prof. Purnomo tetap memberikan perhatian terhadap dunia akademik melalui kegiatan mengajar, penelitian, pembimbingan, serta pengembangan ilmu pengetahuan. Komitmen tersebut terus berlanjut bahkan setelah memasuki masa purnabakti pada 1 Juli 2021.

Rektor ITB menyampaikan, bagi seorang guru bangsa seperti Prof. Purnomo, kata pensiun hanya merupakan batas administratif. Jiwa pendidik, semangat meneliti dan mengajar, serta komitmen untuk membangun generasi muda Indonesia tidak akan luntur oleh waktu.

Melalui penganugerahan gelar Profesor Emeritus ini, ITB berharap hubungan akademik dengan Prof. Purnomo dapat terus terjalin. Pemikiran dan pengalaman beliau diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan riset ekonomi dan kebijakan energi di ITB, terutama di tengah dinamika transisi energi global.

“Atas nama seluruh sivitas akademika ITB, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prof. Purnomo Yusgiantoro atas segala daya upaya, waktu, dan pikiran yang telah diwakafkan untuk mengharumkan nama ITB di panggung nasional maupun internasional,” ujar Prof. Tata.

Dekan FTTM ITB, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., IPM., mengatakan, bagi keluarga besar FTTM ITB, Prof. Purnomo tidak hanya dikenal sebagai alumni dan Guru Besar, tetapi juga sebagai sosok yang terus memberikan perhatian nyata bagi kemajuan almamater.

“Kontribusi beliau diwujudkan melalui dukungan terhadap pengembangan laboratorium dan fasilitas pendidikan, termasuk donasi peralatan laboratorium pemboran di Program Studi Teknik Perminyakan serta pengembangan Laboratorium Enhanced Oil Recovery ‘Purnomo Yusgiantoro’ bekerja sama dengan OGRINDO ITB,” ujarnya.

Melalui Purnomo Yusgiantoro Center, ia juga berperan dalam berbagai kolaborasi strategis bersama ITB. Di antaranya pembangunan Gedung Labtek XVII Dato’ Dr. Low Tuck Kwong serta kerja sama pengembangan Museum ITB.

“Berbagai kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa hubungan seorang alumni dengan almamater tidak berhenti setelah lulus, melainkan terus berkembang menjadi kemitraan yang memberi manfaat bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Penganugerahan Gelar Profesor Emeritus kepada Prof. Purnomo Yusgiantoro menjadi penghormatan atas dedikasi sepanjang hayat kepada ITB, dunia akademik, dan bangsa Indonesia. Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya generasi muda, bahwa ilmu pengetahuan yang disertai integritas, kepemimpinan, dan semangat mengabdi akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan bangsa.

Sumber : https://itb.ac.id/berita/itb-menganugerahkan-gelar-profesor-emeritus-kepada-prof-purnomo-yusgiantoro/63594

Enam Guru Besar Dikukuhkan, Unib Perkuat Tradisi Akademik dan Kepakaran Ilmiah

 


Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, dilanjutkan dengan pemasangan samir tanda kehormatan oleh Ketua Senat Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Herawan Sauni, S.H, M.S. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, disaksikan para anggota senat, jajaran guru besar, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Destita Khairilisani, unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, pimpinan perguruan tinggi mitra, mitra perbankan, sivitas akademika, serta ratusan keluarga dan kolega para profesor yang dikukuhkan.

Enam Guru Besar yang resmi dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Fahrudin Js Pareke, S.E, M.Si dan Prof. Dr. Slamet Widodo, S.E, M.S sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof. Dr. Amancik, S.H, M.Hum sebagai Guru Besar Bidang Hukum Pemilu Fakultas Hukum, Prof. Dr. Emelia Kontesa, S.H, M.Hum sebagai Guru Besar Bidang Hukum Tanah Adat Fakultas Hukum, Prof. Dr. Evi Maryanti, S.Si, M.Si sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Anorganik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Prof. Dr. Hendri Hestiawan, S.T, M.T sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Komposit Fakultas Teknik.



Sebagai bagian dari tradisi akademik, masing-masing Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah yang mencerminkan kepakaran dan hasil riset unggulan di bidang keilmuannya. Seluruh rangkaian kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Unib TV sehingga dapat disaksikan sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Prof. Fahrudin Js Pareke membuka rangkaian orasi dengan tema “Humanizing Performance Melalui Resource Cascade: Membangun Kinerja Manusia yang Berkelanjutan di Era Kecerdasan Artifisial.” Selanjutnya, Prof. Amancik mengangkat topik “Bantuan Sosial Dalam Pemilihan Umum di Indonesia: Regulasi, Praktik dan Pembatasan.” Prof. Evi Maryanti kemudian memaparkan orasi berjudul “Dari Pigmen Gua Hingga Fotokatalis: Manifestasi Mineral Dalam Pusaran Waktu dan Teknologi.”

Pada sesi berikutnya, Prof. Slamet Widodo menyampaikan orasi bertajuk “Membangun Spiritualitas dan Kebermaknaan Kerja Pegawai: Perspektif Keselarasan Individu dan Organisasi pada Sektor Publik.” Dilanjutkan Prof. Emelia Kontesa dengan orasi “Merebut Kembali Akar Keadilan Agraria Bagi Masyarakat Hukum Adat (Konstitusionalisme Agraria Melawan Land Grabbing).” Rangkaian orasi ditutup oleh Prof. Hendri Hestiawan melalui paparan “Pemanfaatan Serat Alam Sebagai Bahan Penguat Material Komposit: Inovasi Berkelanjutan untuk Masa Depan Material Ramah Lingkungan.”

Dengan pengukuhan tersebut, jumlah Guru Besar aktif Universitas Bengkulu kini mencapai 92 orang. Penambahan ini tidak hanya memperkuat sumber daya akademik universitas, tetapi juga menjadi indikator berkembangnya budaya riset, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang menjadi fondasi perguruan tinggi menuju kampus yang unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Indra Cahyadinata, menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan momentum yang sangat istimewa bagi keluarga besar Universitas Bengkulu.

Menurutnya, jabatan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi bagi seorang dosen, melainkan buah dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan dedikasi, integritas, dan pengabdian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengukuhan enam Guru Besar hari ini merupakan kebanggaan bagi Universitas Bengkulu sekaligus bukti bahwa tradisi akademik dan budaya keilmuan terus tumbuh dan berkembang di lingkungan kampus kita,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, bertambahnya jumlah Guru Besar menjadi representasi keberhasilan Universitas Bengkulu dalam membangun ekosistem akademik yang semakin kuat, meningkatkan kapasitas keilmuan, serta melahirkan berbagai karya dan inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah, nasional, maupun global.

Mengutip pesan Imam Al Ghazali, Rektor mengingatkan bahwa ilmu adalah cahaya yang membimbing manusia menuju kebijaksanaan dan keadilan. Karena itu, seorang Guru Besar memiliki amanah yang jauh lebih besar daripada sekadar menyandang gelar akademik.

“Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan pemikiran, penelitian, inovasi, dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Guru Besar yang baru dikukuhkan beserta keluarga, kolega, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanan akademik mereka.

Ia berharap para profesor baru terus melahirkan karya-karya ilmiah terbaik, menjadi inspirasi bagi generasi muda, memperkuat reputasi Universitas Bengkulu di tingkat nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi “Universitas Bengkulu Unggul, Inklusif, Inovatif, Berdaya Saing Global, dan Berdampak untuk Indonesia Emas.” 

Sumber : https://www.unib.ac.id/enam-guru-besar-dikukuhkan-unib-perkuat-tradisi-akademik-dan-kepakaran-ilmiah/

Kamis, 16 Juli 2026

Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Lengkap Dan Terbaru

 


Mengacu pada rangkuman seleksi nasional sekolah kedinasan tahun 2026, terdapat 29 sekolah kedinasan yang berada di bawah berbagai kementerian dan lembaga negara. Berikut daftar dan pembagiannya berdasarkan bidang:
 
Sekolah Kedinasan Bidang Transportasi Darat
  • Politeknik Transportasi Darat Indonesia
  • Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun
  • PKTJ Tegal
  • Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang
  • Politeknik Transportasi Darat Bali

Sekolah Kedinasan Bidang Pelayaran

  • Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
  • Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
  • Politeknik Pelayaran Surabaya
  • Politeknik Pelayaran Semarang
  • Politeknik Pelayaran Sumatera Barat
  • Politeknik Pelayaran Banten
  • Politeknik Pelayaran Aceh
  • Politeknik Pelayaran Barombong
  • Politeknik Pelayaran Sorong
  • Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara

Sekolah Kedinasan Bidang Penerbangan

  • Politeknik Penerbangan Indonesia Curug
  • Politeknik Penerbangan Makassar
  • Politeknik Penerbangan Medan
  • Politeknik Penerbangan Surabaya
  • Politeknik Penerbangan Palembang
  • Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi

Sekolah Kedinasan Bidang Statistik, Pemerintahan, dan Intelijen

  • Politeknik Statistika STIS
  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Sekolah Tinggi Intelijen Negara

Sekolah Kedinasan Bidang Keuangan, Cuaca, dan Keamanan Siber

  • PKN STAN
  • Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
  • Politeknik Siber dan Sandi Negara

Sekolah Kedinasan Baru Tahun 2026
Politeknik Pengayoman Indonesia (di bawah Kementerian Hukum) Poltekip & Poltekim

Sumber : https://www.plcpekanbaru.com/artikel/detail/778/daftar-sekolah-kedinasan-2026-lengkap-dan-terbaru/

Senin, 23 Februari 2026

Jumlah Dokter Masih Minim, 4 Kampus di Bandung Kolaborasi Buka Prodi Dokter Spesialis dan Sub-spesialis

 


Kebutuhan terhadap jumlah dokter di Indonesia saat ini membuat empat universitas ternama di Jawa Barat resmi meluncurkan program kolaborasi strategis percepatan pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (Sp1) dan Sub Spesialis (Sp2) pada tahun 2026. Kolaborasi ini merupakan model nasional sinergi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia tanpa mengorbankan mutu pendidikan dan keselamatan pasien. Model kolaboratif ini dirancang sebagai solusi strategis dengan mengintegrasikan sumber daya lintas lembaga. Skema yang dikembangkan mencakup penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi sesuai regulasi nasional, sistem penjaminan mutu terintegrasi, supervisi akademik bersama, dan optimalisasi rumah sakit pendidikan sebagai wahana klinis yang memenuhi standar.

Dilematis saat ini adalah ketika Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis dan sub spesialis yang signifikan. Data nasional menunjukkan jumlah dokter spesialis baru berjumlah sekitar 47–55 ribu orang dari total dokter yang terdaftar, dengan rasio sekitar 0,17–0,21 dokter spesialis per 1.000 penduduk — jauh di bawah rasio ideal yang diproyeksikan sekitar 0,28 per 1.000 penduduk sesuai target standar pelayanan kesehatan nasional.

Hal ini berarti negara masih kekurangan sekitar sekitar 25.000–30.000 dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar dan lanjutan secara merata di seluruh wilayah.  Sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia, Jawa Barat turut merasakan dampak dari ketimpangan ini. Di banyak kabupaten/kota, rasio dokter spesialis masih jauh di bawah ideal, sementara kebutuhan layanan rujukan medis meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kompleksitas kasus kesehatan. Percepatan pembukaan program studi ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola pendidikan dokter spesialis dan sub spesialis secara sistemik dengan tetap menjaga mutu pendidikan yang baik. Setiap langkah akselerasi tetap menjunjung standar akademik, tata kelola yang baik, serta keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Dalam proses percepatan pembukaan prodi spesialis dan subspesialis secara nasional, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran membuka 1 program pendidikan spesialis Sp1 dan 5 program pendidikan dokter spesialis Sp2. Selain itu juga, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menjalankan peran sebagai Pembina dari pembukaan 27 program studi spesialis Sp1 baru di 13 Fakultas Kedokteran mitra yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjajaki kesiapan pembukaan program pendidikan spesialis Sp1 di 37 rumah sakit pendidikan penyelenggara utama yang telah ditunjuk. Kolaborasi di Jawa Barat ini melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Universitas Islam Bandung (Unisba), dan Universitas Kristen Maranatha. Keempat institusi ini sepakat untuk membangun ekosistem pendidikan kedokteran spesialis berbasis kolaborasi, bukan kompetisi. Kolaborasi saat ini menunjukkan bagaimana Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dapat bergerak serentak sebagai mitra sejajar demi memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.

Model kolaborasi ini tidak bersifat sentralistik, melainkan memperkuat institusi mitra satu sama lain agar memiliki kapasitas akademik dan tata kelola yang setara. Peluncuran program ini di berbagai tempat diharapkan menjadi referensi bagi wilayah lain dalam mengembangkan pendidikan dokter spesialis dan sub spesialis secara terukur, akuntabel, dan berbasis kebutuhan daerah. Saat ini keempat universitas di Jawa Barat dan berbagai universitas lain di Indonesia telah menegaskan komitmen jangka panjangnya bersama pemerintah daerah untuk menjaga harmonisasi kurikulum, pemetaan kebutuhan spesialis prioritas serta penguatan tata kelola pendidikan dan layanan kesehatan. Dengan semangat kebersamaan dalam satu komitmen kepemimpinan daerah juga mendukung agenda strategis nasional penguatan sumber daya manusia kesehatan. Langkah kolektif ini tidak hanya bertujuan menambah jumlah dokter spesialis dan sub-spesialis, tetapi juga memastikan kehadiran tenaga medis yang kompeten, berintegritas, dan siap melayani masyarakat secara merata di seluruh Indonesia.***

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-0110016992/jumlah-dokter-masih-minim-4-kampus-di-bandung-kolaborasi-buka-prodi-dokter-spesialis-dan-sub-spesialis?page=2

Kamis, 22 Januari 2026

Penawaran Beasiswa Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS)

 


Sehubungan dengan Surat Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam Nomor B-00475/BSBEGAWAN/251222 perihal Penawaran Beasiswa Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS) Tahun Akademik 2026/2027, bersama ini kami sampaikan bahwa Pemerintah Brunei Darussalam menawarkan Beasiswa bagi siswa-siswi Indonesia untuk Program Diploma, Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2026/2027, dengan masa perkuliahan dimulai bulan Juli/Agustus 2026. Beasiswa BDGS dilaksanakan pada institusi pendidikan seperti:

  1. Universiti Brunei Darussalam
  2. Universiti Islam Sultan Sharif Ali
  3. Universiti Teknologi Brunei
  4. Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan
  5. Politeknik Brunei

Penerima beasiswa akan memperoleh tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi, tunjangan pribadi bulanan sebesar BND 500 dan tunjangan lainnya, asrama, asuransi kesehatan, dan pembebasan dari biaya kuliah. Batas akhir pengajuan pendaftaran adalah 15 Februari 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi, pendaftar harus membuat akun terlebih dahulu melalui tautan Beasiswa Brunei Darussalam.

Lampiran
Surat Informasi Penyampaian Beasiswa Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS)Unduh Dokumen
Surat Penawaran Beasiswa Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS) Tahun Akademik 2026/2027Unduh Dokumen

Penulis: Pengelola Web Kemendikdasmen

Editor: Editor BKHM

Sumber : https://kemendikdasmen.go.id/pengumuman/14562-penawaran-beasiswa-brunei-darussalam-government-scholarship-

Kamis, 08 Januari 2026

Daftar Lengkap Jurusan di ITB, Apa Incaranmu di SNPMB 2026?

 


Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 akan segera dimulai. Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), jalur pertama yang dibuka, dimulai pada 3 hingga 18 Februari 2026.
Bagi detikers yang ingin masuk Institut Teknologi Bandung (ITB), sudah tahu akan pilih program studi (prodi) atau jurusan apa? Namun, sebelum memilih prodi ITB, calon mahasiswa mesti tahu dahulu sistem perkuliahan di ITB.

Sistem ITB: Pilih Fakultas/Sekolah Dulu, Lalu Jurusan
Berbeda dengan kampus pada umumnya, mahasiswa baru ITB tidak bisa langsung memilih jurusan. Mengutip laman Admisi ITB, kampus yang didominasi jurusan teknik ini menerapkan sistem Tahap Persiapan Bersama (TPB).

Pada tahap TPB di tahun pertama perkuliahan, mahasiswa baru akan dikelompokkan berdasarkan fakultas. Pada tahun pertama ini, setiap mahasiswa jalur reguler belum berada di jurusan tertentu.

Selama TPB, mahasiswa belajar mata kuliah dasar seperti matematika, kimia, fisika, dan pengantar rekayasa. Setelah selesai TPB selama satu tahun, barulah mahasiswa menentukan jurusannya.

Adapun penentuan jurusan akan mempertimbangkan prestasi akademik mahasiswa selama TPB. Oleh karena itu, calon mahasiswa harus mengetahui dahulu fakultas apa yang menaungi jurusan yang diinginkan.

Skema TPB ini dikecualikan bagi mahasiswa baru jalur Peminatan. Mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP-Peminatan ITB bisa langsung memilih jurusan sejak awal pendaftaran. Namun, tidak semua jurusan ITB bisa dipilih pada jalur ini, hanya jurusan-jurusan tertentu saja.

Daftar Lengkap Fakultas/Sekolah dan Jurusan di ITB
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Kampus Ganesa

1. Teknik Geologi
2. Teknik Geodesi dan Geomatika
3. Metereologi
4. Oseanografi

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Kampus Cirebon
1. Oseanografi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Kampus Ganesa
1. Matematika
2. Aktuaria
3. Fisika
4. Astronomi
5. Kimia

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Kampus Ganesa
1. Seni Rupa
2. Kriya
3. Desain Interior
4. Desain Komunikasi Visual
5. Desain Produk

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Kampus Jatinangor
1. Desain Komunikasi Visual -Peminatan Narasi Visual Digital (NVD) - Kelas Jatinangor
Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Kampus Cirebon
1. Kriya - Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kota Cirebon
2. Desain Produk

Fakultas Teknologi Industri - Sistem dan Proses (FTI-SP) Kampus Ganesa
1. Teknik Kimia
2. Teknik Pangan
3. Teknik Bioenergi dan Kemurgi
4. Teknik Fisika

Fakultas Teknologi Industri - Rekayasa Industri (FTI-RI) Kampus Ganesa
1. Teknik Industri
2. Manajemen Rekayasa

Fakultas Teknologi Industri - Kampus Cirebon
1. Teknik Industri

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Infrastuktur Sipil dan Kelautan (FTSL-SI) Kampus Ganesa
1. Teknik Sipil
2. Teknik Kelautan

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Infrastuktur Sipil dan Kelautan (FTSL-SI) Kampus Jatinangor
3. Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Teknologi Lingkungan (FTSL-L) Kampus Ganesa
1. Teknik Lingkungan

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Teknologi Lingkungan (FTSL-L) Kampus Jatinangor
1. Rekayasa Infrastuktur Lingkungan

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Kampus Ganesha
1. Teknik Mesin
2. Teknik Dirgantara
3. Teknik Material

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Kampus Ganesha
1. Teknik Pertambangan
2. Teknik Perminyakan
3. Teknik Geofisika
4. Teknik Metalurgi

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Kampus Cirebon
1. Teknik Pertambangan
2. Teknik Perminyakan
3. Teknik Geofisika

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Kampus Ganesa
1. Arsitektur
2. Perencanaan Wilayah dan Kota

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Kampus Cirebon
1. Perencanaan Wilayah dan Kota - PDSKU Kota Cirebon

Sekoah Bisnis dan Manajemen (SBM) Kampus Ganesa
1. Manajemen

Sekoah Bisnis dan Manajemen (SBM) Kampus Jatinangor
1. Kewirausahaan

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Kampus Cirebon
1. Kewirausahaan

Sekolah Farmasi (SF) Kampus Ganesa
1. Sains dan Teknologi Farmasi
2. Farmasi Klinik dan Komunitas

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati - Sains (SITH-S) Kampus Ganesa
1. Biologi
2. Mikrobiologi

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati - Rekayasa (SITH-R) Kampus Jatinangor
1. Rekayasa Hayati
2. Rekayasa Pertanian
3. Rekayasa Kehutanan
4. Teknologi Pasca Panen

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati - Kampus Cirebon (SITH-C)
1. Biologi

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika - Komputasi (STEI-K) Kampus Ganesa
1. Teknik Informatika Kelas Ganesa

2. Sistem dan Teknologi Informasi Kelas Ganesha

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika - Komputasi (STEI-K) Kampus Jatinangor
1. Teknik Informatika Kelas Jatinangor
2. Sistem dan Teknologi Informasi Kelas Jatinangor

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Rekayasa (STEI-R) Kampus Ganesa
1. Teknik Elektro
2. Teknik Tenaga Listrik
3. Teknik Telekomunikasi
4. Teknik Biomedis

Sumber : https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8297406/daftar-lengkap-jurusan-di-itb-apa-incaranmu-di-snpmb-2026

Serba-serbi SNBP 2026: Jadwal, Syarat TKA, Cara Buat Akun, Sanksi, dan Lainnya

 


Ada banyak informasi terkait Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang perlu diketahui calon mahasiswa baru. Pendaftarannya memang baru akan dibuka pada 3 Februari, tetapi sebaiknya detikers memperhatikan informasi-informasinya mulai sekarang.
Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) juga secara periodik menyelenggarakan sesi daring (online) untuk memberikan informasi valid. Nah, dihimpun dari berbagai sumber resmi dari panitia SNPMB, simak informasi-informasi perihal SNBP 2026.

Serba-serbi SNBP 2026
1. Hasil TKA Wajib atau Tidak?
Pada SNBP tahun ini, siswa eligible wajib ikut Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan wajib mempunyai 5 komponen nilainya. Hal ini ditegaskan oleh panitia SNPMB melalui Sosialisasi Daring Registrasi Akun SNPMB dan Pengisian PDSS disiarkan via Youtube SNPMB ID, Selasa (6/1/2026).

"Tahun ini itu ada persyaratan bahwa siswa eligible itu harus ikut TKA dan nilainya harus lengkap. Nggak boleh ikut TKA-nya separuh-separuh," jelas Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana.

Ia menegaskan apabila tidak ikut TKA secara penuh, maka akan terdeteksi oleh sistem.

"Nanti pada saat memasukkan siswa eligible ini sistem itu otomatis akan mengecek apakah siswa tersebut itu punya nilai TKA yang lengkap atau tidak gitu. Kalau tidak lengkap, maka siswa tidak masuk ke daftar siswa eligible," tegasnya.

Riza juga menjelaskan TKA berfungsi sebagai validator nilai rapor pada SNBP 2026. Ia menyampaikan, nilai TKA dapat 'mengoreksi' nilai rapor.

"Dikatakan seorang siswa nilai rapornya 9 itu rata ratanya kemudian ternyata nilai TKA-nya jatuh begitu, tentu saja akan menyebabkan nilai 9 nya jadi berkurang," kata Riza.

Demikian juga TKA dapat mengangkat nilai rapor jika nilai TKA lebih tinggi dibanding nilai rapor.

"Misalnya dia dapat nilai rapornya 8 kemudian nanti nilai TKA nya bagus gitu ya itu bisa mengangkat nilai rapornya," jelasnya.

Komponen penilaian SNBP akan berupa rata-rata seluruh nilai rapor. Lalu, nilai TKA akan digunakan untuk validator nilai rapor.

2. Sanksi Pelanggaran SNBP
Apabila sekolah terbukti melakukan kecurangan pada SNBP, maka akan memperoleh sanksi hingga pembatalan kepesertaan pada SNBP 2027. Di sisi lain, siswa yang lulus SNBP dan terbukti curang, akan dibatalkan status kelulusannya.

Sementara, apabila pada tahun lalu sekolah terlambat mengisi PDSS, tidak akan diberi sanksi. Namun, panitia juga mengingatkan agar sekolah tidak terlambat karena kasihan siswanya.

"Tetapi jangan terlambat lagi. Kita sudah memberikan waktu yang lebih panjang dari tahun kemarin. Maka sangat kita imbau untuk nggak terlambat lagi. Kasian siswanya," ujar Ketua Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok dalam Konferensi Pers SNPMB Tahun 2026, disiarkan via YouTube SNPMB ID pada Selasa (16/9/2025).

3. Cara Buat Akun SNPMB
Buka Portal SNPMB 2026 di https://portal.snpmb.id/.
Klik tombol Masuk
Klik Daftar Akun
Klik Daftar Akun Siswa
Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan tanggal lahir siswa
Klik Selanjutnya
Muncul data siswa yang terdata di Pusdatin
Isi alamat e-mail siswa
Masukkan kembali e-mail siswa di kotak Konfirmasi Email
Klik kotak konfirmasi "Saya menyatakan bahwa data di laman ini adalah benar data milik saya"
Klik Daftar
Tampil pesan untuk mengaktivasi e-mail
Cek e-mail aktivasi akun SNPMB di Inbox atau folder Spam di akun e-mail yang didaftarkan
Klik link aktivasi email
Akun sudah diaktifkan, log in kembali ke laman Portal SNPMB dengan email dan password yang didaftarkan
Pada laman verifikasi, periksa data dengan saksama
Isi kolom data yang masih kosong, termasuk:
- Nomor telepon siswa yang bisa dihubungi saat emergency

- Penghasilan ayah

- Penghasilan ibu

- Jumlah tanggungan orang tua/wali (anggota keluarga maupun kerabat yang ditanggung, tidak termasuk satu orang pemberi nafkah)

- Jika ada kesalahan data yang sudah tersedia (bukan yang diisikan siswa, tetapi ditarik dari database), lakukan perbaikan dengan melapor ke pihak sekolah, lalu jika sudah maka tekan Perbarui Data

Klik Selanjutnya
Unggah pasfoto berwarna terbaru sesuai ketentuan
Klik Selanjutnya dan sesuaikan foto sebagaimana petunjuk di layar
Klik Selanjutnya untuk konfirmasi akhir data siswa
Klik kotak pernyataan bahwa data yang diisikan sudah benar dan data yang disimpan tidak akan bisa diubah lagi
Klik Simpan Permanen akun siswa
Klik Unduh Bukti Permanen dan simpan bukti permanen registrasi akun SNPMB
Simpan bukti permanen akun SNPMB dengan baik dan jangan sampai hilang.

2. Sanksi Pelanggaran SNBP
Apabila sekolah terbukti melakukan kecurangan pada SNBP, maka akan memperoleh sanksi hingga pembatalan kepesertaan pada SNBP 2027. Di sisi lain, siswa yang lulus SNBP dan terbukti curang, akan dibatalkan status kelulusannya.

Sementara, apabila pada tahun lalu sekolah terlambat mengisi PDSS, tidak akan diberi sanksi. Namun, panitia juga mengingatkan agar sekolah tidak terlambat karena kasihan siswanya.

"Tetapi jangan terlambat lagi. Kita sudah memberikan waktu yang lebih panjang dari tahun kemarin. Maka sangat kita imbau untuk nggak terlambat lagi. Kasian siswanya," ujar Ketua Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok dalam Konferensi Pers SNPMB Tahun 2026, disiarkan via YouTube SNPMB ID pada Selasa (16/9/2025).

3. Cara Buat Akun SNPMB
Buka Portal SNPMB 2026 di https://portal.snpmb.id/.
Klik tombol Masuk
Klik Daftar Akun
Klik Daftar Akun Siswa
Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan tanggal lahir siswa
Klik Selanjutnya
Muncul data siswa yang terdata di Pusdatin
Isi alamat e-mail siswa
Masukkan kembali e-mail siswa di kotak Konfirmasi Email
Klik kotak konfirmasi "Saya menyatakan bahwa data di laman ini adalah benar data milik saya"
Klik Daftar
Tampil pesan untuk mengaktivasi e-mail
Cek e-mail aktivasi akun SNPMB di Inbox atau folder Spam di akun e-mail yang didaftarkan
Klik link aktivasi email
Akun sudah diaktifkan, log in kembali ke laman Portal SNPMB dengan email dan password yang didaftarkan
Pada laman verifikasi, periksa data dengan saksama
Isi kolom data yang masih kosong, termasuk:
- Nomor telepon siswa yang bisa dihubungi saat emergency

- Penghasilan ayah

- Penghasilan ibu

- Jumlah tanggungan orang tua/wali (anggota keluarga maupun kerabat yang ditanggung, tidak termasuk satu orang pemberi nafkah)

- Jika ada kesalahan data yang sudah tersedia (bukan yang diisikan siswa, tetapi ditarik dari database), lakukan perbaikan dengan melapor ke pihak sekolah, lalu jika sudah maka tekan Perbarui Data

Klik Selanjutnya
Unggah pasfoto berwarna terbaru sesuai ketentuan
Klik Selanjutnya dan sesuaikan foto sebagaimana petunjuk di layar
Klik Selanjutnya untuk konfirmasi akhir data siswa
Klik kotak pernyataan bahwa data yang diisikan sudah benar dan data yang disimpan tidak akan bisa diubah lagi
Klik Simpan Permanen akun siswa
Klik Unduh Bukti Permanen dan simpan bukti permanen registrasi akun SNPMB
Simpan bukti permanen akun SNPMB dengan baik dan jangan sampai hilang.

4. Jadwal SNBP 2026
Pengumuman kuota sekolah: 29 Desember 2025
Masa sanggah kuota sekolah: 29 Desember 2025-15 Januari 2026
Registrasi akun SNPMB untuk sekolah: 5-26 Januari 2026
Pengisian PDSS oleh sekolah: 5 Januari-2 Februari 2026
Registrasi akun SNPMB untuk siswa: 12 Januari-18 Februari 2026
Pendaftaran SNBP: 3-18 Februari 2026
Pengumuman hasil SNBP: 31 Maret 2026
Masa unduh kartu peserta SNBP: 3 Februari-30 April 2026.
5. Komponen Penilaian SNBP 2026
Nilai Rapor
Koordinator SNBP mengatakan panitia seleksi akan melihat rata-rata nilai rapor. Nilai tersebut mencakup semua mata pelajaran yang pernah dipelajari siswa sejak semester 1 hingga 5.

Mata Pelajaran Pendukung
Mata pelajaran pendukung yang berkaitan dengan jurusan yang dituju juga menjadi komponen penilaian SNBP. Sebagai contoh, siswa yang ingin menekuni jurusan terkait fisika maka mata pelajaran pendukungnya adalah fisika.

Prestasi
Prestasi yang disertakan dalam SNBP 2026 adalah yang sejalan dengan jurusan yang dituju.

"Saya contohkan menjadi medalis olimpiade fisika misalnya dan dia masuk ke fisika, cocok," ujar Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana dalam Sosialisasi Daring Registrasi Akun SNPMB dan Pengisian PDSS disiarkan via Youtube SNPMB ID, Selasa (6/1/2026).

VIDEO PERAN BARU TKA 2026

Sumber : https://www.detik.com/edu/seleksi-masuk-pt/d-8296405/serba-serbi-snbp-2026-jadwal-syarat-tka-cara-buat-akun-sanksi-dan-lainnya