Tampilkan postingan dengan label BERITA DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA DAERAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2026

Datang ke Sukabumi, Kapolri Dorong Mr. R. Syamsudin Jadi Pahlawan Nasional

 


Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmen penuh mendukung usulan penetapan tokoh asal Sukabumi, Mr. R. Syamsudin, sebagai Pahlawan Nasional.

Pernyataan tegas itu disampaikan Kapolri saat menjadi pembina upacara Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam (PUI) 2026 di Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/9). Dukungan tersebut disambut hangat oleh jajaran PUI, termasuk Penasihat Pusat PUI sekaligus Kepala Sekretariat KSP Prof. Dr. KH. Achmad Tjachja Nurgana, serta ribuan peserta kemah yang mencapai 5.400 orang.

Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan bahwa PUI adalah organisasi moderat (Wasathiyah) yang konsisten mengawal keutuhan NKRI sejak sebelum kemerdekaan. “PUI sudah lahir dari sebelum zaman kemerdekaan dan berada di posisi Wasathiyah. Ini tentunya menjadi salah satu yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Menanggapi usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Mr. R. Syamsudin, Kapolri mendorong pemerintah daerah dan instansi pusat segera menyelesaikan proses administrasi. “Saya mendukung usulan untuk mengusulkan Mr. R. Syamsudin menjadi pahlawan nasional. Ini tugas dari Pak Bupati, Pak Walikota, dan wabilkhusus yang sekarang berada di Staf Kepresidenan. Saya bagian mengawal dari belakang,” tegasnya.

Ketua Umum DPP PUI, H. Raizal Aripin, menjelaskan bahwa Mr. R. Syamsudin memiliki rekam jejak strategis dalam konsolidasi internal PUI maupun pergerakan kemerdekaan. Ia adalah sosok penghubung antara KH Ahmad Sanusi dan KH Abdul Halim dalam proses fusi organisasi hingga lahirnya PUI. Selain itu, Syamsudin tercatat sebagai anggota BPUPKI, pernah menjabat Wakil Perdana Menteri II RI, serta menjadi Duta Besar Indonesia untuk Pakistan.

Sumber : https://radarsukabumi.com/berita-utama/datang-ke-sukabumi-kapolri-dorong-mr-r-syamsudin-jadi-pahlawan-nasional/

Pantai Selatan Sukabumi Disiapkan Jadi Bali Kedua, Usulan Langsung ke Bappenas

 


Dorongan menjadikan Sukabumi sebagai “Bali kedua” kembali mengemuka. Anggota Komisi XI DPR RI, Mulyadi, dalam rapat kerja dengan Menteri PPN/Bappenas menyoroti kondisi pantai selatan Sukabumi yang memiliki potensi besar namun masih rawan karena minim fasilitas.

Mulyadi menegaskan, kawasan Palabuhanratu dan Geopark Ciletuh memiliki daya tarik luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi internasional. Namun, ia menyoroti belum lengkapnya rambu lalu lintas serta akses jalan yang sepi dan rawan. “Kalau Bali dijadikan pusat wisata internasional, kenapa Palabuhanratu tidak bisa seperti Kuta? Tapi aksesnya harus jelas, konektivitas harus dibangun,” ujarnya.

Ia mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Bappenas merekomendasikan pembangunan shortcut dari Tol Bocimi menuju Palabuhanratu. Menurutnya, hal ini akan membuka jalur wisata pantai selatan sekaligus mendukung potensi perikanan dan pariwisata. “Pantainya indah, ombaknya hebat, tapi wisata lokal masih sepi dan kotor. Pemerintah pusat harus hadir,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan Tol Bocimi memang sangat dibutuhkan dan saat ini terus dikerjakan. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi kunci membuka akses Sukabumi menuju destinasi wisata kelas dunia.

Sumber : https://radarsukabumi.com/berita-utama/pantai-selatan-sukabumi-disiapkan-jadi-bali-kedua-usulan-langsung-ke-bappenas/

Apel Kebangsaan PUI 2026, Kapolri Ingatkan Ancaman Generasi Muda

 


Di bawah terik matahari kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, ribuan anggota Pramuka berseragam cokelat berdiri tegap mengikuti Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam (PUI) 2026. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir sebagai pembina upacara, menyampaikan pesan penting tentang peran generasi muda dalam mengawal momentum bonus demografi.

Kegiatan yang berlangsung 2–4 September ini menghimpun sekitar 5.400 peserta dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatra Utara. Hadir pula jajaran pimpinan DPP PUI, tokoh pondok pesantren, Ketua Majelis Syuro PUI, penasihat pusat PUI Prof. Dr. KH. Achmad Tjachja Nurgana, cicit pendiri PUI Abah Fatah, serta Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana.

Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan bahwa bonus demografi hanya datang sekali dalam sejarah bangsa. “Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum bonus demografi dengan mempersiapkan diri, meningkatkan kualitas SDM, dan bekerja keras, Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan ancaman nyata yang mengintai generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, budaya tawuran, hingga geng motor. Karena itu, Kapolri mengapresiasi pilihan para peserta aktif di Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan disiplin dan kepedulian sosial.

Listyo Sigit bahkan membagikan kenangan pribadinya saat aktif di Pramuka sejak tingkat Siaga hingga SMA. Menurutnya, pengalaman itu membentuk kedisiplinan hingga ia menduduki posisi tertinggi di Polri. Ia berkelakar bahwa banyak pejabat utama Mabes Polri dan Kapolda Jabar yang hadir bersamanya juga merupakan alumnus Pramuka.

Selain penguatan karakter, Kapolri menekankan kontribusi konkret Pramuka dalam kehidupan bermasyarakat, terutama saat penanganan bencana dan pengamanan kegiatan publik. “Kalian adalah calon-calon pimpinan di masa yang akan datang. Tugas kita semua adalah saling mengingatkan dan merawat persatuan, karena hanya dengan persatuan Indonesia bisa maju,” tegasnya.

Sumber : https://radarsukabumi.com/berita-utama/apel-kebangsaan-pui-2026-kapolri-ingatkan-ancaman-generasi-muda/

Rabu, 15 Juli 2026

Sejarah Kota Gorontalo Berawal Dari Kerajaan

 


Kota Gorontalo lahir pada hari Kamis, 18 Maret 1728 M atau 6 Syakban 1140 Hijriyah. Pada tanggal 16 Februari 2001, kota Gorontalo resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Gorontalo (UU No. 38 Tahun 2000 pasal 7). Sebelum terbentuknya Provinsi Gorontalo, kota Gorontalo merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Gorontalo adalah kotamadya resmi yang dibentuk pada tanggal 20 Mei 1960 dan kemudian menjadi Kotamadya Gorontalo pada tahun 1965. Gorontalo adalah salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, dan Bone (BPCB Gorontalo, 2014) Provinsi Gorontalo di Indonesia merupakan provinsi ke 32 yang ditetapkan pada bulan Desember tahun 2000. Gorontalo merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang memiliki adat istiadat yang masih dipertahankan sampai sekarang, adapun adat dari Gorontalo yang bertuliskan “Adat bersendikan sara, sara bersendikan kitabullah”.

Secara historis, Gorontalo telah menjadi pusat penyebaran Islam di Indonesia Timur, sejak zaman pra-kolonial. Provinsi ini juga merupakan pusat dari banyak kerajaan Gorontaloan yang merdeka. Belanda datang pada awal abad ke-17, menaklukkan kerajaan-kerajaan lokal dan akhirnya mencaplok wilayah itu ke Hindia Belanda. Gorontalo sempat diduduki Jepang selama Perang Dunia II, sebelum akhirnya menjadi bagian dari Republik Indonesia yang merdeka. Gorontalo dimasukkan ke dalam provinsi Sulawesi Utara, tetapi setelah jatuhnya Suharto, pemerintah memutuskan untuk membuat provinsi baru, karena perbedaan budaya dan agama dengan provinsi mayoritas kristen di Sulawesi Utara dan juga sebagai bagian dari desentralisasi negara (Purwanto, 2020). Oleh karena itu, provinsi baru dibentuk pada tanggal 5 Desember 2000.

Pada saat ini Gorontalo terkenal dengan banyak sekali wisata serta kebudayaan dan tradisi yang sangat beragam, selain itu Gorontalo juga terkenal dengan salah satu budaya kerajinan yang sudah ada sejak dulu kala. Karawo adalah salah satu kerajinan asli dari Gorontalo. Sulaman karawo tercipta dan berasal dari gagasan pembuatan kerajinan sulam karawo yang terbentur pada pelarian tekanan dan kecemasan berlebihan terhadap penjajah Belanda yang menyebabkan kehidupan penduduk Gorontalo menjadi terisolir (Gema Industri Kecil, 1976).

Sejak itulah kerajinan tersebut dikenal sebagai ciptaan nenek moyang dan kemudian dikonstruksi menjadi simbol budaya dan merupakan kearifan lokal kepada penduduk setempat sampai dengan saat ini yang kemudian menyebar secara keseluruhan wilayah Gorontalo. Karawo sendiri merupakan sebuah budaya hingga ada sampai saat ini dan menjadikan karawo sebagai ciri khas. Kerawang atau karawo bisa didapatkan dari sebuah proses menyulam dengan membuka dan menarik benang dari kain yang telah dipilih kemudian benang tersebut membentuk sebuah ragam hias tertentu.

Sulaman karawo merupakan seni kerajinan tangan yang memiliki keunikan tersendiri, karawo terbentuk dari kata mokarawo yang berarti mengiris dan melubang. Proses pengerjaannya membutuhkan ketelitian, kesabaran, ketelatenan, kejelian, dan kepekaan arena semua proses pengerjaannya tanpa menggunakan teknologi mesin (handmade masterpiece), mulai dari desain, mengiris bahan, mencabut benang, mengerawang, dan menyulam (Rahmatiah, 2015). Karena sulam karawo merupakan jalinan benang yang kait-mengait satu dengan yang lainnya dan membentuk satu motif yang indah, maka sulam karawo dalam kehidupan masyarakat memiliki beberapa dimensi antara lain: agama, sosial, budaya, dan ekonomi. Dimensi tersebut mengkonstruksi tindakan individu dalam memaknai keberadaan sulam karawo. Tradisi mokarawo sebagai kearifan lokal ditransmisikan secara turun temurun melalui proses transfer of knowledge secara alami (outodidak) Sangat disayangkan, apabila tradisi yang ada sejak lama tidak dieksplorasi, inovasi, dimodifikasi, dan dielaborasi demi mempertahankan eksistensinya untuk dapat dimanfaatkan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, diperlukan proses transformasi secara menyeluruh (tata nilai, perilaku individu, struktur sosial masyarakat agar tetap survive dan berdaya saing di pasar global. Sulam karawo tidak lagi dicap sebagai karya “usang atau tempo dulu” karena motif desain yang ditampilkan mengikuti perkembangantran mode atau life style berbusana masa kini, namun tetap harus mempertahankan aura sebagai ciri khasnya. Letak “Aura” kerajinan sulam karawo pada teknik pengerjaannya yang khas.

Kerawang atau karawo sendiri merupakan sulaman kain khas daerah yang lahir dari kerajinan dan ketekunan masyarakat Gorontalo sejak abad ke-17 dalam menyulam kain membentuk pola dan motif, yang telah menjadi nilai identitas dan budaya masyarakat Gorontalo. Saat ini sulaman karawo menjadi komoditas unggulan di Provinsi Gorontalo, sehingga berbagai program pengembangan kerajinan sulam karawo yang kini telah memperoleh hak paten dari Pemerintah Indonesia, semakin diberdayakan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga dan melestarikan warisan budaya Gorontalo. Sulaman karawo, selain digunakan pada perancangan kain busana pria dan wanita, juga bisa ditemukan dalam sulaman sapu tangan, kipas, kerudung, mukena, taplak meja, tas, dompet, sandal dan lain sebagainya. Dalam pembuatan ragam hias karawo dibutuhkan minimal tiga orang dengan tugas masing-masing, yang mana orang pertama sebagai pembuat ragam hias dengan menggambar pada kertas, kemudian orang selanjutnya sebagai pengurai dan pengiris dikain yang telah ditetapkan untuk pebuatan motif karawo sesuai dengan motif dirancang terlebih dahulu, dan orang terakhir bertugas sebagai yang akan menyulam kain yang kemudian kain tersebut benangnya telah diurai.

Motif serta benang menjadi aspek dalam melakukan pengembangan dalam pembuatan sulaman karawo, hal ini dalam beberapa tahun kebelakang terlihat bahwa pengrajin karawo dalam pembuatan sulaman karawo bertujuan untuk memperindah sulaman yang tidak berakhir hanya pada penyusunan pola serta motif yang selalu berulang atau repitisi pada motif tertentu. Selain itu karawo sendiri adalah sebuah karya yang telah menyimpan banyak sejarah dalam hal perkembangan pada kehidupan sosial bermasyarakat di Gorontalo dan para leluhur di Gorontalo sendiri telah membangun karawo sebagai warisan budaya yang kemudian di terapkan pada setiap produk karawo yang mana di setiap karawo tersimpan makna serta filosofi budaya yang terkandung dari motif karawo yang mana semakin terabaikan oleh masyarakat Gorontalo itu sendiri. 

Karawo sendiri sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas di Gorontalo, dengan mengajukan beberapa kusioner masyarakat paham dan mengetahui karawo di Gorontalo, karawo sendiri juga sudah mempunyai banyak ragam motif karawo dan seiring berjalannya waktu motif karawo semakin berkembang dan semakin bervariatif. akan tetapi masyarakat luas masih kurang perhatian terhadap karawo itu sendiri, padahal karawo sudah mempunyai banyak motif karawo yang bisa mereka aplikasikan ke kegiatan sehari-hari.

Sumber : https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/5240/7/UNIKOM_Wira%20Pratama%20Rumambie_11.%20Bab%20I.pdf 

Kamis, 18 Juni 2026

E-Learning ASN Berintegritas Diluncurkan, Menteri Rini Sampaikan Lima Pilar Perkuat Integritas

 


Integritas aparatur sipil negara (ASN) tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Atas prinsip itu, pemerintah meluncurkan program E-Learning ASN Berintegritas, sebuah program pelatihan antikorupsi berbasis digital yang bertujuan membekali aparatur dengan pemahaman moral, menolak gratifikasi, serta menerapkan tata kelola birokrasi yang bersih.

Program ini diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang turut menggandeng Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Peluncuran program E-Learning ASN Berintegritas hari ini menjadi penting sebagai upaya bersama untuk memperkuat budaya integritas dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik,” ujar Menteri PANRB Rini Widyantini pada acara Peluncuran Program E-Learning ASN Berintegritas di Kantor LAN RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Rini menyampaikan lima pilar strategis untuk memperkuat integritas ASN sebagai pelayan publik. Pertama, integritas sebagai pilar utama reformasi birokrasi nasional. Ketika aparatur negara menyusun penyederhanaan proses bisnis, hendaknya menyematkan nilai-nilai antikorupsi.

Pilar kedua yakni budaya kerja ASN yang profesional dan melayani sesuai dengan core values BerAKHLAK. “Modul e-learning dirancang untuk mengikis budaya dilayani dan menggantinya dengan budaya melayani yang bersih dari gratifikasi,” jelas Rini.

Pilar ketiga adalah pembelajaran integritas sebagai pengembangan kompetensi. Melalui program ini, pemerintah mengintegrasikan aspek integritas ke dalam sistem pengembangan kompetensi nasional. Setiap ASN yang menyelesaikan rangkaian e-learning ini akan mendapatkan sertifikat resmi dari LAN yang akan dikonversi menjadi jam pelajaran (JP). Langkah ini merupakan bukti bahwa mengasah moral dihargai setara dengan mengasah kompetensi.

20260617 Peluncuran Nasional Program E Learning ASN Berintegritas 12

Sementara pilar keempat adalah pemerataan akses di instansi pemerintah. KPK mengidentifikasi kendala bahwa mayoritas pemerintah daerah belum memiliki sarana pembelajaran digital (learning management system) yang memadai untuk melatih pegawainya secara mandiri. “Oleh karena itu, Kementerian PANRB bersama LAN telah menyiapkan satu sistem terpadu nasional Smart ASN,” ungkap Rini.

Pilar terakhir adalah dukungan kebijakan nasional dan peran strategis Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Kementerian PANRB akan menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB yang mewajibkan keikutsertaan program e-learning ini bagi seluruh instansi pemerintah. PPK diimbau memantau capaian keikutsertaan pegawainya masing-masing melalui platform dashboard monitoring INDATA KPK.

Rini menegaskan reformasi birokrasi bukan tumpukan regulasi. “Ketika seorang warga di pelosok mendapatkan pelayanan cepat tanpa syarat ‘uang administrasi’, di situlah integritas kita berbicara. Tidak ada ruang bagi aparatur berkinerja tinggi namun berintegritas rendah untuk mengelola pemerintahan ini,” pungkas Rini.

Sebelumnya telah dilakukan uji coba pembelajaran pada 12 instansi percontohan. Dari target sebanyak 56.788 ASN, realisasinya melebihi target tersebut, yakni 62.750 ASN telah menyelesaikan pembelajaran. Dalam pembelajaran itu, ASN dibekali pengetahuan untuk mengenali dan menghindari korupsi, pengambilan keputusan etis, serta menjadi agen perubahan antikorupsi.

20260617 Peluncuran Nasional Program E Learning ASN Berintegritas 9

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, integritas adalah fondasi yang menentukan kualitas. Integritas tidak hanya disokong oleh regulasi yang kuat, tetapi juga oleh sumber daya manusianya. Dari sana lahir pelayanan publik yang baik, birokrasi yang profesional, dan masa depan Indonesia yang lebih kuat. 

“Negara dipersepsikan masyarakat melalui pelayanan ASN yang mereka temui setiap hari. Integritas menjadi pembeda antara pelayanan yang menghadirkan keadilan pelayanan yang justru melukai kepercayaan publik,” ujar Setyo. (HUMAS MENPANRB)

Jumat, 12 Juni 2026

Kampung china bengkulu - 明古鲁唐人街

Kampung China Bengkulu terletak di Kelurahan Malabro, Kecamatan Teluk Segara. Kampung China terletak tepat di depan Benteng Marlborough. Selain itu Kampung China merupakan pusat pemerintahan Kolonial Inggris sekaligus pusat penyimpanan rempah-rempah. Kampung China juga merupakan pusat perdagangan di Kota Bengkulu karena letaknya yang tak jauh dari pelabuhan di Pantai Tapak Paderi

Sejarah Kampung China Bengkulu

Provinsi Bengkulu dibentuk pada tahun 1968. Provinsi tersebut terletak di wilayah pantai barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dengan garis pantai sepanjang 525 km. Bengkulu dikembangkan oleh Inggris sejak tahun 1685 yang diberi nama Bencoolen. Bengkulu dikuasai Inggris dari tahun 1685-1824 dan kemudian diserahkan kepada Belanda sesuai dengan isi Traktat London.[2]

Kampung China sudah berdiri di Bengkulu sejak 1600 tahun lalu saat Inggris masih berkuasa di Bengkulu. Masyarakat Tionghoa mulai mengungsi setelah diizinkan masuk oleh kongsi dagang Inggris East India Company (EIC).[3] Awalnya orang-orang China yang masuk ke Bengkulu adalah kelompok-kelompok kecil. Mereka merupakan kelompok dari orang-orang miskin yang merantau dan belum mempunyai tempat tinggal yang menetap (selalu berpindah-pindah dari tempat satu ketempat yang lain). Orang-orang China yang datang ke Bengkulu sebagian ada yang bekerja sebagai buruh dan petani.[4] Sebelum masyarakat China menetap di Kota Bengkulu, mereka lebih dulu singgah di dua daerah yaitu Manna, Bengkulu Selatan dan Muara Aman, Kabupaten Lebong. Mereka yang datang dari Manna ke Bengkulu dengan mata pencaharian dari sektor perkebunan, sedangkan masyarakat yang berasal dari Muara Aman bekerja dalam sektor tambang emas. Prof. Dr. Abdullah Siddik dalam buku Sejarah Bengkulu 1500-1990 mengatakan, warga keturunan Tionghoa menetap di Bengkulu mulai tahun 1689 setelah diizinkan oleh Kongres Dagang Inggris East India Company(EIC).

Pada tahun 1714, telah banyak masyarakat China yang menetap di Ujung Karang (Kota Bengkulu sekarang). Mereka ada yang bekerja sebagai buruh perkebunan dan ada juga yang bekerja sebagai pedagang. Mereka diberi hak khusus oleh Wakil Gubernur Joseph Collet saat itu. Warga Cina pada masa itu dipimpin oleh seorang kapitan.

Pelabuhan di Ujung Karang telah menjadi pusat perdagangan di Bengkulu saat itu. Pada tahun 1766, penduduk Kota Bengkulu telah mencapai 10.000 jiwa. Penduduk tersebut terdiri dari Etnis Melayu yang mayoritas, beberapa ratus orang China, orang-orang Bugis yang menjadi tentara kompeni dan pegawai kompeni Inggris, serta para budak dari sejumlah daerah.[5] Para warga Etnis Melayu dan beberapa ratus orang China, Bugis yang menjadi tentara kompeni dan pegawai kompeni Inggris, serta para budak dari sejumlah daerah.

Perkembangan Kampung China di Bengkulu

Masa tahun 1970-an merupakan periode kejayaan Kampung China. Dulu sebagian besar warga Bengkulu pergi kesini untuk berbelanja. Beragam jenis barang diperdagangkan mulai dari makanan, sembako, pakaian, peralatan elektronik dan rumah tangga. Namun demikian, pada tahun 1990-an terjadi masa kemunduran Kampung China. Pusat-pusat perekonomian baru mulai muncul seiring dengan berkembangnya waktu. Seiring perkembangan zaman, Kota Bengkulu mengalami perluasaan daerah. Pengembangan kota diarahkan ke Jalan Lingkar Timur dan Lingkar Barat yang dibangun oleh Gubernur Bengkulu ketiga, Suprapto. Kedua jalan tersebut menjadi pusat perekonomian baru. Para pengusaha yang bermukim di Kampung China pun berpindah bisnis ke lokasi tersebut. Lambat laun Kampung China yang dulu ramai kini menjadi sepi.

Arsitektur Kampung China

Potret Kampung China

Orang-orang China yang berada di Kampung China itu mereka memperkuat identitas. Selain memperkuat identitas Bahasa Jawa, mereka juga membangun rumah dengan langgam motif yang sama. Mungkin hal tersebut merupakan warisan nenek moyang dari Tionghoa. Selain langgam motif yang sama, terdapat juga ragam Arsitektur yang khas. Arsitektur Kampung China memiliki bagian yang bergaya Eropa, tapi China juga mempunyai ciri khas nya tersendiri karena bawaan dari nenek moyang. Kalau dilihat dari ragam motif yang ada di Kampung China yang sekarang, terdapat huruf-huruf kanji seperti garis dan palang-palang yang ternyata memiliki bentuk yang sama. Jika di Jawa ada bentuk Limahasa, bentuk-bentuk rumah 4 persegi yang sama, maka di Bengkulu terdapat bentuk panggung yang sama, karena mereka punya warisan tradisional yang mematenkannya secara turun temurun. Namun demikian, untuk bangunan rumah yang terletak di Kampung China Kota Bengkulu ini memiliki bentuk rumah panggung bergaya Eropa dan tidak meninggalkan ciri khas dari nenek moyang mereka seperti ragam motif huruf-huruf kanji, garis-garis, dan palang-palang yang dipatenkan secara turun-temurun.[6]

Keadaan Kampung China Sekarang

Saat ini hanya tersisa 20 buah rumah toko berarsitektur China di kawasan tersebut. Meski berdampingan dengan Pantai Zakat, Benteng Marlborough, serta pusat kuliner laut yang menjadi salah satu titik keramaian di kota Bengkulu, Kampung China tetap sepi bagaikan rumah tanpa penghuni. Pada jam 8 malam ke atas pun sudah sulit menemukan kendaraan yang melewati kawasan tersebut. Belum lagi kawasan tersebut gelap, karena lampu jalan yang padam. Bahkan lampu lampion China yang menghiasi jalanan yang menjadi tempat nongkrong anak muda di pinggiran pun sudah habis, gelap, dan sunyi. Saat ini Kampung China tinggal menunggu puncak untuk benar-benar menjadi bagian yang terlupakan. Akhirnya, sekarang Kampung China atau Pecinan di Kota Bengkulu pun seakan hidup segan mati enggan. Kiranya semoga tahun naga air Kampung China atau Pecinan ini bisa kembali berwarna dan ramai kembali sebagai tempat bersejarah di Kota Bengkulu.[7]

Referensi

  1.  "Kilas Balik Sejarah Kampung Cina atau Chinatown di Kota Bengkulu"Tribunbengkulu.com. Diakses tanggal 2023-12-06.
  2.  Feraro, 
  3.  Feraro, 
  4.  listiana, ranti (25 january 2022). [file:///C:/Users/UIN%20FAS/Downloads/3923-15378-1-PB.pdf "akulturasi arsitektur rumah tua di Kampung China Kota Bengkulu sebagai sumber pembelajaran sejarah"] (PDF)jurnal program studi pendidikan sejarah10 (1): 128. ;
  5.  Media, Kompas Cyber (2012-04-03). "Jejak Sejarah Terlindas Roda Zaman Halaman all"KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-12-12.
  6.  listiana, ranti (25 januari 2022). [file:///C:/Users/UIN%20FAS/Downloads/3923-15378-1-PB.pdf "Akulturasi Arsitektur Rumah Tua di Kampung Cina Kota Bengkulu sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah"] (PDF)Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah10 (1): 134–135. ;
  7.  "Kampung Cina Bengkulu, Sejarah dan Asal Usul Etnis Cina di Bumi Rafflesia"Tribunbengkulu.com. Diakses tanggal 2023-12-12.

Rabu, 25 Maret 2026

Kemenag Bengkulu siagakan masjid untuk "rest area" arus balik Lebaran

 


Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu menyiagakan 33 masjid yang berada di jalur lintas di wilayah Kota Bengkulu untuk rest area para pemudik yang ingin beristirahat selama perjalanan arus balik Lebaran 2026.

"Sebanyak 33 masjid di Kota Bengkulu yang berada di jalur lintas wilayah sudah kami koordinasikan untuk menjadi masjid ramah pemudik," kata Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu Nopian Gustari, di Bengkulu, Senin.

Sebanyak 33 masjid tersebut akan dibuka selama 24 jam khususnya pada masa arus balik, guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

"Fasilitas yang disediakan bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menyediakan air minum serta tempat istirahat bagi para pemudik yang melintas," ujarnya.

Oleh karena itu, Nopian mengimbau masyarakat khususnya yang menjalani mudik agar dapat memanfaatkan fasilitas masjid untuk beribadah dan beristirahat agar dapat sampai ke tujuan dalam keadaan sehat.

Untuk lokasi masjid yang akan buka selama 24 jam antara lain di Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Surabaya, Kelurahan Betungan, dan Kelurahan Padang Kemiling.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pihak kepolisian arus mudik di Kota Bengkulu terpantau berjalan aman dan lancar.

"Untuk arus mudik sebelum perayaan Idul Fitri berjalan dengan lancar dan aman. Kami berharap situasi yang kondusif ini dapat terus terjaga hingga arus balik lebaran selesai," kata Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

Sumber : bengkulu.antaranews.com

Kamis, 29 Januari 2026

BKN Terbitkan Edaran Penggunaan Batik Korpri Setiap Kamis

 


Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang penggunaan seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) pada instansi pusat dan daerah yang salah satu isinya meminta ASN menggunakan seragam batik Korpri pada setiap hari Kamis.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Organisasi Pemprov Sulawesi Selatan,  Jayady mengatakan, sampai saat ini Pemprov Sulsel belum memastikan untuk menerapkan aturan atau Surat Edaran dari BKN tersebut. 

Selain itu,  lanjutnya, Pemprov Sulsel juga masih harus menunggu sinkronisasi aturan dari Surat Edaran tersebut dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pakaian Dinas ASN di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah yang selama ini menjadi pedoman ASN.
 
"Kami (Pemprov Sulsel) pada prinsipnya melihat perkembangan dulu karena dalam Permendagri Nomor 10 Tshun 2024, sebagai pedoman kita Pemerintah Daerah itu diatur bahwa hari Kamis itu ASN menggunakan pakaian batik," ucapnya, saat dihubungi,  Selasa 28 Januari 2026.

Meski begitu, lanjutnya,  jika sudah ada hasil koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan BKN untuk menerapkan aturan baru tersebut ke tingkat daerah, maka pihaknya harus melaporkan dulu hasil koordinasi tersebut ke Gubernur Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti keputusan tersebut. 

"Pada prinsipnya kita di Pemprov menunggu perkembangan hasil koordinasi (antara BKN dengan Kemendagri). Itu saja," tegasnya.

SURAT EDARAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 2 TAHUN 2026

DOWNLOAD DISINI 

Sumber  : bkn.go.id

Rabu, 31 Desember 2025

Tekan Stunting, Pemkab Sukabumi Salurkan Beras Nutrizinc untuk Ibu Hamil

 


Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mengintensifkan upaya penurunan angka stunting melalui program intervensi gizi. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan Beras Nutrizinc kepada ibu hamil di SMPN 1 Kadudampit, Selasa (30/12).

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada tujuh perwakilan penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan ancaman serius terhadap kualitas generasi mendatang.

“Stunting bukan hanya isu kesehatan, tapi juga isu pembangunan. Karena itu, penanganannya menjadi prioritas utama Pemkab Sukabumi,” ujar Andreas.

Ia menambahkan, penanggulangan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, melibatkan seluruh elemen—dari pemerintah hingga masyarakat akar rumput.

Beras Nutrizinc dipilih karena kandungan gizinya yang tinggi, khususnya untuk mendukung pertumbuhan janin. Bantuan ini menyasar ibu hamil sebagai langkah preventif sejak dini.

“Saya harap beras ini dikonsumsi sesuai anjuran, disertai pola makan bergizi, perilaku hidup bersih, dan pemeriksaan kehamilan rutin,” tambah Andreas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang menjadi ujung tombak pendampingan ibu hamil di lapangan.

Kolaborasi Jadi Kunci
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam menyukseskan program ini.

Senada, Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi, Hj. Rina Rosmaniar Japar, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan misi PKK dalam meningkatkan kesehatan keluarga.

“PKK siap bersinergi untuk menurunkan angka stunting di Sukabumi,” tegasnya.

Dengan penyaluran bantuan ini, Pemkab Sukabumi berharap angka prevalensi stunting di Kadudampit dan wilayah lainnya terus menurun secara signifikan

Sumber : https://radarsukabumi.com/

Durasi One Way Saat Diberlakukan di Tol Bocimi, Siapkan Kesabaran!

 


Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi menerapkan sistem satu arah dengan skema contraflow (CB one way) di ruas Exit Tol Parungkuda selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Penerapan sistem ini bersifat situasional, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.

“Durasi penerapannya akan kami evaluasi, bisa 30 atau 40 menit, tergantung situasi di lapangan,” ujar Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Arif Saepul Haris, Sabtu (27/12).

Arif menegaskan bahwa CB one way tidak diberlakukan setiap hari, melainkan hanya saat terjadi kepadatan arus lalu lintas di salah satu arah. Untuk mendukung kelancaran arus, petugas gabungan dari Satlantas, Sabhara, dan BKO Polda ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan.

“Kalau satu arah sangat padat sementara arah lainnya tidak, maka kami akan memberlakukan CB one way. Personel kami siagakan di setiap persimpangan dan titik keramaian,” jelasnya.

Terkait prediksi puncak arus balik, pihak kepolisian memperkirakan lonjakan kendaraan akan terjadi dalam satu hingga dua hari ke depan. Hal ini didasarkan pada tingkat hunian hotel di kawasan Sukabumi yang sudah penuh.

“Kami imbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat kendaraan, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima,” pungkasnya.

Sumber : https://radarsukabumi.com/

Minggu, 06 November 2022

PERUBAHAN PENGUMUMAN PENGADAAN PPPK JF GURU TH.2022

 

BKPSDM Kabupaten Blitar


PERUBAHAN ATAS
PENGUMUMAN NOMOR : B/810/1582/409.7.3/2022
TENTANG PENGADAAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR FORMASI TAHUN 2022 JABATAN FUNGSIONAL GURU

Pengumuman dapat diunduh DISINI

Sumber : https://bkpsdm.blitarkab.go.id/

Jumat, 04 Januari 2019

PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI CPNS KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2018


Calon Pegawai Negeri Sipil (disingkat CPNS) adalah pegawai yang baru lulus tes seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahap pertama. Calon Pegawai Negeri Sipil belum mengikuti kewajiban untuk memenuhi syarat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan gaji 100%. Mereka digaji dengan persentase sejumlah 80% berdasarkan SK CPNS yang telah ditentukan dengan berpedoman pada undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Saat berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, kompetensi dan kinerja mereka dinilai berdasarkan formasi di saat mereka dinyatakan lulus seleksi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Jika mereka belum memenuhi kriteria penilaian tahap kedua, status calon dapat ditunda dengan ketentuan waktu tertentu. Jika belum memenuhi persyaratan berdasarkan waktu yang telah ditentukan, mereka dinyatakan gugur atau dibatalkan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.


Semoga bermanfaat....

Kamis, 03 Januari 2019

PENGUMUMAN HASIL AKHIR CPNS TAHUN 2018 PROVINSI JAWA TIMUR




Selamat kepada Ibu/Bapak yang LULUS CPNS Provinsi JATIM....semoga menjadi ASN yang amanah.

Pegawai negeri adalah pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Silahkan Unduh di bawah :


(PENGUMUMAN HASIL INTEGRASI SKD DAN SKB - Update Tanggal 02 Januari 2019)
Pengumuman Hasil Integrasi SKD-SKB dan Jadwal Pemberkasan ( download )
Hasil Integrasi SKD dan SKB_RINGKAS ( download )
Hasil Integrasi SKD dan SKB_DETIL ( download )
Surat Lamaran CPNSD Pemprov Jatim ke Gubernur ( download )
Daftar Riwayat Hidup ( download )
Surat Pernyataan 5 Super ( download )
Surat Pernyataan Bersedia Tidak Pindah Kerja Selama 10 Tahun download )
Surat Keterangan Cumlaude ( download )
Surat Keterangan Disabilitas ( download )

Semoga bermanfaat....