Tampilkan postingan dengan label MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2026

Kepala BKN: Penerapan Manajemen Talenta ASN Melonjak 700% dalam Setahun dan BRIN Jadi Instansi ke-337

 


Humas BKN, Dalam pertemuannya dengan Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menekankan penguatan kualitas 6,7 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi faktor krusial dalam memastikan kebijakan pemerintah memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional. “Jumlah ASN kita saat ini 6,7 juta, pasukan terbaik Bapak Presiden di bidang sipil. Mereka inilah yang mengonstruksi kebijakan, APBN, dan APBD. Kalau konstruktornya tidak bagus, hasilnya berbahaya,” tegas Prof. Zudan Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Dalam perkembangan penerapan manajemen talenta di instansi pemerintah se-Indonesia, Prof. Zudan mengungkapkan jumlah instansi pemerintah yang telah menerapkan manajemen talenta meningkat 700 persen dalam satu tahun, dari 42 menjadi 336 instansi. “Dalam satu tahun, jumlah instansi yang sudah menerapkan manajemen talenta naik 700 persen, dari 42 menjadi 336 instansi. Kalau hari ini saya tanda tangani, BRIN menjadi yang ke-337,” ungkapnya.

Untuk pengelolaan ASN di BRIN sendiri, Prof. Zudan mendorong penguatan manajemen talenta ASN untuk menjawab kebutuhan strategis riset dan inovasi nasional. Ia mengarahkan agar manajemen talenta tidak hanya digunakan sebagai mekanisme pengisian jabatan, tetapi menjadi instrumen strategi untuk memastikan organisasi pemerintah memiliki orang-orang terbaik yang mampu menghasilkan kebijakan berkualitas dan menjawab tantangan pembangunan.

Ia juga mengapresiasi kesiapan BRIN dalam menerapkan manajemen talenta, mulai dari penyiapan regulasi, pemetaan kandidat suksesi, hingga perencanaan pengembangan dan retensi talenta. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan jumlah dan kualitas periset serta inovator Indonesia. Menurutnya, penguatan talenta riset sejalan dengan Asta Cita, khususnya agenda penguatan sumber daya manusia, sains, dan teknologi. Dengan pengelolaan talenta yang terarah, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset dan inovasi sebagai penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Selaras dengan pernyataan Kepala BKN, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, mengungkapkan penerapan manajemen talenta menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan pengelolaan ASN di lingkungan BRIN dengan kebutuhan organisasi riset dan inovasi nasional. Melalui pemetaan kompetensi, potensi, dan kinerja, pengembangan karier dan penempatan pegawai bisa tepat sasaran. BRIN sendiri telah menyiapkan talenta unggul untuk mendukung kebutuhan organisasi. “Kami sudah menyiapkan talenta-talenta unggul yang siap dipromosikan,” ungkap Arif.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi dan karier periset, BRIN menyiapkan sejumlah program, antara lain BRIN Integrated Learning Center, Degree by Research, program pascadoktoral, visiting researcher, fellowship, serta pelatihan kepemimpinan berkelanjutan. Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas periset sekaligus meningkatkan kontribusi riset dan inovasi bagi pembangunan nasional. Dari sisi capaian, rasio sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi (SDM Iptek) BRIN mencapai 1.416 orang per satu juta penduduk, melampaui target 1.265 orang dari baseline 1.151 pada 2024.

Di akhir, Kepala BKN mengarahkan BRIN untuk menyosialisasikan pemutakhiran data kepada seluruh ASN di lingkungannya. Data yang akurat dan mutakhir diperlukan agar pemetaan talenta, penilaian kinerja, perencanaan karier, dan pengambilan keputusan kepegawaian didasarkan pada informasi yang valid. Menurutnya, keberhasilan manajemen talenta tidak hanya diukur dari tersedianya kandidat untuk mengisi jabatan, tetapi juga dari kemampuan instansi mengidentifikasi pegawai potensial, mengembangkan kompetensi, mempercepat karier, dan mempertahankan talenta sesuai kebutuhan organisasi.

Penulis: bp
Foto: kis
Editor : des

Sumber : https://www.bkn.go.id/kepala-bkn-penerapan-manajemen-talenta-asn-melonjak-700-dalam-setahun-dan-brin-jadi-instansi-ke-337/

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN Periode Oktober 2026

 


Bersama ini kami sampaikan hasil seleksi administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN periode Oktober 2026 berdasarkan verifikasi dan validasi dokumen yang dipersyaratkan.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN akan diselenggarakan pada tanggal 8, 13, 14, 15, 19, 20, 21 dan 22 Oktober 2026 dengan rincian sebagaimana terlampir pada dokumen berikut:

Pengumuman Peserta Uji Kompetensi JF MASN Periode Oktober 

Sumber : https://www.bkn.go.id/pengumuman-hasil-seleksi-administrasi-uji-kompetensi-jabatan-fungsional-di-bidang-manajemen-asn-periode-oktober-2026/


Senin, 05 Oktober 2026

Program KNMP Lahirkan Hilirisasi Perikanan di Lampung Selatan

 


Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mendorong peningkatan nilai tambah ikan belo (Anodontostoma selangkat) dan ikan selangat (Anodontostoma chacunda) yang sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp700–Rp1.000 per kilogram. Melalui pengolahan menjadi produk fillet, komoditas tersebut kini memiliki nilai jual hingga Rp13.000–Rp14.000 per kilogram.

"Ikan dari nelayan saat ini dihargai Rp2.000/kg olen offtaker, kemudian menjadi ikan fillet dengan harga jual Rp13.000-14.000/kg. Artinya nilainya mengalami kenaikan signifikan," terang Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Plt. Dirjen PDSPKP), Erwin Dwiyana melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/10).

Proses fillet ikan belo dan ikan selangat dilakukan di area penanganan cold storage di lokasi KNMP. Kegiatan ini menunjukkan operasional KNMP tidak hanya mendukung produktivitas perikanan di hulu, tapi juga menciptakan usaha turunan di hilir. Terlebih, KNMP Ketapang berhasil memberdayakan 11 perempuan-istri nelayan sebagai tenaga kerja.

"Tentu ini kabar menggembirakan bahwa KNMP Ketapang bisa menjadi simpul hilirisasi yang menyerap sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir," katanya.

Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP, Budi Yuwono mengapresiasi KNPM Ketapang yang juga berhasil menyulap limbah ikan seperti isi perut, tulang, dan kepala ikan menjadi bahan baku tepung ikan. Limbah tersebut dihargai Rp3.000–Rp4.000/kg sekaligus menjadi bukti penerapan zero waste.

"Kami sangat mengapresiasi bahwa hilirisasi juga mengubah limbah menjadi emas. Jadi tidak ada satu bagian pun yang terbuang," ujar Budi.

Budi berharap keberhasilan KNMP Ketapang menjadi dorongan sekaligus energi bagi KNMP lain, yang memiliki komoditas serupa. "Kami percaya optimalisasi KNMP mampu mewujudkan kesejahteraan nelayan dan kejayaan maritim Indonesia," tutupnya. 

Sumber: HUMAS DITJEN PDSPKP/https://kkp.go.id/news/news-detail/program-knmp-lahirkan-hilirisasi-perikanan-di-lampung-selatan-1GRP.html


Siaran Pers: Pemerintah Apresiasi DPR Atas Disahkannya RUU APBN Tahun 2027 Menjadi Undang-Undang

 


Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2027 untuk disahkan menjadi Undang-Undang. Kesepakatan tersebut tercapai dalam Rapat Paripurna DPR yang membahas Pembicaraan Tingkat II/Pengambilan Keputusan atas RUU tentang APBN TA 2027 pada Selasa (29/09) di Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pimpinan dan Anggota DPR atas dukungan dan persetujuannya terhadap RAPBN 2027. Persetujuan tersebut menunjukkan hasil dari proses pembahasan yang dinamis dan konstruktif antara Pemerintah dan DPR.

“Atas nama Pemerintah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat atas dukungan dan persetujuannya terhadap RAPBN 2027 untuk ditetapkan menjadi Undang-Undang. Persetujuan ini merupakan hasil dari proses pembahasan yang sangat dinamis dan konstruktif antara Pemerintah dan DPR,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara saat menyampaikan Pendapat Akhir Pemerintah terhadap RUU APBN TA 2027 mewakili Presiden RI.

Meskipun pembahasan RAPBN Tahun 2027 dilaksanakan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, Menkeu memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. APBN tetap menjadi instrumen yang kredibel untuk menumbuhkan ekonomi dan melindungi masyarakat.

Sepanjang tahun 2026, APBN telah bekerja secara fleksibel dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam menangani bencana, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi dan pangan, sekaligus memberikan stimulus dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan dunia usaha. Namun, pemerintah memastikan bahwa fleksibilitas tersebut tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan disiplin fiskal.

“Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, arsitektur RAPBN 2027 didesain untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus, yaitu merespons ketidakpastian global dan mempercepat agenda pembangunan nasional, tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal,” ungkap Menkeu.

Pemerintah dan DPR menyepakati bahwa strategi ekonomi dan fiskal 2027 yang tertuang dalam RAPBN 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan mempercepat peningkatan kesejahteraan. Kebijakan fiskal 2027 dirancang tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur, dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan desain tersebut, APBN 2027 dipastikan tetap pro-growth, pro-welfare, sekaligus berkelanjutan.

Selanjutnya, pendapatan negara diperkirakan sebesar Rp3.435,1 triliun, belanja negara sebesar Rp4.106,3 triliun dan ditopang pembiayaan yang inovatif dan terukur sebesar Rp671,2 triliun.

“Angka-angka ini bukan sekadar target fiskal. Di baliknya terdapat tanggung jawab Pemerintah untuk menjaga momentum pembangunan sekaligus memastikan setiap rupiah dikelola secara hati-hati dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” terang Menkeu.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa negara hadir dalam setiap denyut nadi kehidupan rakyat, antara lain melalui Anggaran Pendidikan sebesar Rp824,0 triliun, Anggaran Perlindungan Sosial sebesar Rp539,7 triliun, Anggaran Ketahanan Pangan sebesar Rp195,3 triliun, dan Transfer ke Daerah dialokasikan sebesar Rp735,0 triliun.

“APBN dan APBD menjadi satu kesatuan, bekerja dalam satu tarikan napas bersama agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat yang semakin nyata dan merata bagi masyarakat. Sinergi pusat dan daerah diarahkan untuk membangkitkan ekonomi, melindungi rakyat, meningkatkan kualitas layanan publik, dan menghadirkan kesejahteraan dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote,” paparnya.

RAPBN 2027, lanjutnya, difokuskan untuk mendukung 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dan satu program pendukung (enabler), yang meliputi 60 program kerja. Kedelapan klaster PKPN tersebut, yaitu kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; dan penurunan kemiskinan. Sementara itu, program pendukung adalah penguatan di bidang pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.

Untuk mendukung pengelolaan APBN yang sehat dan kredibel tersebut, APBN 2027 disusun dengan berlandaskan asumsi dasar ekonomi makro yang telah disepakati Pemerintah dan DPR, yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen; inflasi sebesar 2,5 persen; suku bunga SBN 10 tahun di kisaran 6,9 persen; dan nilai tukar rupiah pada kisaran Rp17.500 per dolar AS. Sementara itu, Indonesian Crude Price (ICP) disepakati sebesar US$75 per barel, dengan lifting minyak sebesar 612,5 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Menkeu menambahkan, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi faktor pendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 persen hingga 6,5 persen; tingkat pengangguran terbuka berada pada rentang 4,30 persen hingga 4,87 persen; Rasio Gini ditargetkan terus membaik, dalam rentang 0,360 hingga 0,365; Indeks Modal Manusia (IMM) juga ditargetkan membaik menjadi 0,575. Sementara itu, proporsi lapangan kerja formal mencapai 40,81 persen.

“Ke depan, Pemerintah mengharapkan dukungan dan kerja sama dari Dewan Perwakilan Rakyat dalam mengawal pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2027. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin APBN 2027 dapat dilaksanakan secara efektif dan akuntabel untuk menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan, dan akselerasi meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Menkeu.

 
***

Deni Surjantoro
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi
Kementerian Keuangan

Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/siaran-pers/Pemerintah-Apresiasi-DPR-Atas-Disahkannya-RUU-APBN

Rabu, 16 September 2026

Kiat Lulus Sekolah Kedinasan 2026

 


Kiat paling beda dan original agar tembus sekolah kedinasan 2026 bukan cuma soal "rajin belajar", tapi bagaimana kamu bermain cerdas (smart play) di tengah persaingan ketat yang meloloskan kurang dari 2% peserta.
Berikut strategi anti-mainstream yang jarang dibahas orang tapi sangat menentukan:
1. Teknik "Reverse Engineering" Nilai SKD (Targetkan TKP Tertinggi, Bukan Cuma TIU)
  • Banyak orang gugur karena ambisi membedah rumus matematika atau angka di Tes Intelegensia Umum (TIU), padahal bobot poin maksimal ada di Tes Karakteristik Pribadi (TKP) yang skornya mencapai 225 (rentang nilai 1-5 per soal). 
  • Kiat Original: Anggap TKP sebagai ujian psikologi terapan, bukan hafalan. Latih logika "jiwa korsa/birokrat ideal" sejak sekarang. Cari pola jawaban yang menunjukkan proaktif, anti-korupsi, melayani publik, dan kepemimpinan matur. Jangan jadi pushover atau ekstrem di soal TKP.
2. "Digital Fasting" 30 Hari Menjelang Ujian
  • Distraksi notifikasi media sosial adalah pencuri fokus nomor satu yang membuat otak lelah menyerap informasi analitis.
  • Kiat Original: Lakukan puasa total dari TikTok, IG Reels, dan grup chat non-esensial sebulan penuh sebelum tes. Alihkan waktu luang untuk micro-learning lewat kuis digital atau game edukasi berbasis soal CAT (Computer Assisted Test) saat jeda istirahat. 
3. Simulasi Fisik Berbeban Sejak Dini (Bukan Olahraga Dadakan)
  • Banyak yang lolos SKD tapi langsung tumbang di tes kesehatan dan kesamaptaan karena mengira lari 12 menit atau shuttle run bisa dilatih seminggu sebelum tes. 
  • Kiat Original: Mulai simulasi lari di siang hari atau sore mendekati terik matahari untuk melatih mental tahan banting. Lakukan medical check-up mandiri kecil-kecilan dari sekarang (cek mata/buta warna, tensi, gigi, varises) agar tidak kaget di hari-H eliminasi medis.
4. Analisis Peta Formasi "Sunyi" (Strategi Psikologi Memilih Sekolah)
  • Jangan hanya ikut-ikutan mendaftar ke instansi yang paling hype atau populer jika rasio peminatnya ribuan banding satu, kecuali kapasitas kamu memang di level atas.
  • Kiat Original: Pantau tren pilihan pendaftar tahun-tahun sebelumnya melalui Portal Resmi SSCASN BKN. Pilih instansi atau ikatan dinas yang sepi peminat di daerahmu atau formasi spesifik yang membutuhkan kualifikasi khusus, sehingga peluang lolos administrasinya lebih aman. 
5. Evaluasi Bedah Akar Kesalahan Tryout (Error Log)
  • Hanya ikut tryout di Skuling atau platform CAT lain tidak akan menaikkan skor jika kamu tidak punya Error Log (buku catatan khusus kesalahan). 
  • Kiat Original: Setiap selesai latihan, tulis soal yang salah, cari tahu kenapa kamu terkecoh, dan buat ulang penjelasannya dengan bahasamu sendiri. Pastikan kesalahan yang sama tidak terulang dua kali di tipe soal kebangsaan maupun intelegensi.