Rabu, 07 Oktober 2026

Cetak Pemimpin Berintegritas, KPK Bersama Lemhannas Gelar Workshop Penguatan Integritas dan Antikorupsi

 


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI memperkuat integritas dan nilai-nilai antikorupsi bagi calon pemimpin nasional melalui Pelatihan Penguatan Integritas dan Antikorupsi bagi Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Trigatra Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (6/10).

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk “Membangun Integritas melalui Lemhannas”, dan menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kesadaran diri sebagai fondasi utama kepemimpinan yang berintegritas dan antikorupsi. Ia memaparkan integritas tak hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi sebagai proses pembentukan kesadaran yang utuh dalam diri seorang pemimpin.

“Meluruskan niat pengabdian, meluruhkan ego dengan zero resistance, membumikan aksi dengan merangkul bawahan tanpa sekat,” ujarnya kepada 110 peserta pelatihan yang berasal dari unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga pemerintah non kementerian, sivitas akademika, hingga organisasi masyarakat.

Nilai-nilai yang dikembangkan Lemhannas, seperti autentik dalam pengabdian, nirpamrih, adaptif, serta setia pada kebenaran, dipandang Fitroh menjadi landasan penting dalam membangun karakter pemimpin yang mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa secara beretika dan bertanggung jawab.

Menurutnya ada empat tingkatan kesadaran manusia dalam membangun integritas. “Integritas berkembang melalui beberapa tingkat kesadaran, pertama Awam, Waras, Tulus dan Puncak kesadaran adalah level Abdullah, sosok pemimpin yang memandang jabatan dan kewenangan sebagai amanah pengabdian,” pungkasnyanya.

Sementara itu Gubernur Lemhanas RI, TB Ace Hasan Syadzily, saat membuka pelatihan mengingatkan peserta bahwa sebagai calon pemimpin nasional mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan kepemimpinan yang berintegritas dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas.

“Bapak dan Ibu memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin nasional untuk menunjukkan kepemimpinan yang berintegritas. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali pentingnya menjaga integritas sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa,” tegasnya.

Ace Hasan menilai penguatan integritas menjadi semakin penting mengingat tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia yang masih besar. Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, pendidikan integritas dan antikorupsi menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon pemimpin yang mampu menjawab tantangan bangsa.

Secara umum, pelatihan bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi serta mengelola risiko korupsi, khususnya terkait konflik kepentingan, gratifikasi, dan penerapan prinsip Business Judgement Rule (BJR). Melalui pendekatan pendidikan antikorupsi, peserta juga didorong untuk menyusun langkah mitigasi korupsi dan menjadi teladan integritas di instansi masing-masing.

Kegiatan diawali dengan pembelajaran mengenai integritas kepemimpinan yang membahas berbagai aspek pemberantasan korupsi, mulai dari strategi pemberantasan korupsi, jenis-jenis tindak pidana korupsi, dampak dan biaya sosial korupsi, hingga pengendalian gratifikasi, konflik kepentingan, dan penerapan Business Judgment Rule (BJR). Materi tersebut kemudian diperdalam melalui analisis dan diskusi kelompok berbasis studi kasus.

Pada sesi berikutnya, peserta mempresentasikan hasil diskusi dan saling memberikan tanggapan antarkelompok. Pembahasan kemudian diperkaya melalui penguatan dari moderator dan narasumber. Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai praktik pemberantasan korupsi, peserta juga mengikuti studi visitasi ke Gedung Merah Putih KPK dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) KPK.

Sebagai tindak lanjut pembelajaran, peserta diwajibkan menyusun esai terkait isu strategis antikorupsi serta Rencana Aksi Antikorupsi (Renaksi) berbasis metode SMART. KPK akan melakukan pemantauan terhadap implementasi rencana aksi tersebut dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan setelah pelatihan sebagai bentuk penguatan komitmen integritas para peserta.

Melalui kegiatan ini, KPK berharap nilai-nilai integritas dan antikorupsi tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat menjadi bagian dari sikap dan praktik kepemimpinan peserta. Dengan demikian, para calon pemimpin nasional diharapkan mampu menjalankan perannya secara berintegritas, memberikan keteladanan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Sumber : https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/cetak-pemimpin-berintegritas-kpk-bersama-lemhannas-gelar-workshop-penguatan-integritas-dan-antikorupsi

KPK Luncurkan Hasil SPI Pendidikan 2026: Peta Jalan Perbaikan Pendidikan Nasional

 


Upaya membangun pendidikan berintegritas tidak dapat berhenti pada pengajaran nilai kejujuran di ruang kelas. Pasalnya, integritas membutuhkan ekosistem pendukung, kepemimpinan yang memberi teladan, serta tata kelola transparan dan akuntabel.

Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan Indeks Integritas Pendidikan 2026 sebagai instrumen berbasis data guna memetakan kondisi integritas pendidikan nasional sekaligus mengarahkan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.

Peluncuran indeks yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10) ini, merupakan bagian dari hasil kajian dan pengukuran melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026, yang menjangkau 42.810 satuan pendidikan dan melibatkan 393.584 responden dari seluruh jenjang pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi.

“Tahun ini, melibatkan 42.810 responden. Adapun responden SPI Pendidikan, terdiri dari peserta didik, murid, dan mahasiswa,” kata Plh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Dian Novianthi.

Lebih lanjut, responden level SD dan sederajat melibatkan kelas 4 dan 5 yang dianggap telah mampu membaca dan menyimak; level SMP dan sederajat melibatkan kelas 7 dan 8; serta level SMA dan sederajat melibatkan kelas 10 dan 11.

“Kemudian tenaga pendidik dari instansi pendidikan terpilih dan responden lain adalah kepala sekolah dan pimpinan perguruan tinggi,” imbuhnya. Adapun survei mencakup 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 9 negara lokasi satuan pendidikan Indonesia di luar negeri, serta 36 domain pendidikan tinggi.

Diketahui, hasil pengukuran menunjukkan Indeks Integritas Pendidikan (IIP) Nasional 2026 sebesar 73,30 yang menempatkan Indonesia pada level adaptif. Capaian ini mengindikasikan penerapan nilai integritas mulai berkembang lebih stabil, kolaborasi antar pemangku kepentingan semakin terarah, serta perbaikan tata kelola mulai terlihat meskipun masih perlu diperkuat di berbagai aspek.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam sambutannya mengatakan capaian IIP Nasional 2026 sebesar merupakan capaian baik. Meskipun begitu, Setyo mengimbau angka itu harus terus diperbaiki.

“Mari kita jadikan ini sebagai agenda bangsa. Kalau kita perbaiki bersama-sama, saya yakin hasilnya akan semakin baik. Skor ini sudah bagus, namun harus terus diperbaiki dan ditingkatkan,” ujar Setyo.

Di sisi lain, di balik capaian tersebut, SPI Pendidikan 2026 masih menemukan sejumlah tantangan yang masih perlu perhatian serius. Contohnya, pada aspek kejujuran akademik, praktik menyontek masih ditemukan pada 43 persen sekolah dan 71 persen kampus responden, sementara plagiarisme masih ditemukan pada 93 persen kampus responden.

Temuan lain menunjukkan persepsi gratifikasi masih menjadi tantangan, sebab hal ini terlihat dari 52 persen satuan pendidikan masih menganggap wajar pemberian hadiah atau bingkisan. Di lingkungan perguruan tinggi, 95 persen kampus melaporkan kebiasaan memberikan bingkisan ke dosen pada momen tertentu, sementara 60 persen sekolah melaporkan kebiasaan serupa dari orang tua kepada guru.

Pada aspek tata kelola, SPI Pendidikan turut menemukan berbagai kerentanan yang berpotensi memengaruhi kualitas layanan pendidikan. Hal itu, mulai dari praktik nepotisme pengadaan barang dan jasa (PBJ), penggelembungan biaya, hingga promosi jabatan yang dinilai masih dipengaruhi faktor kedekatan (conflict of interest/benturan kepentingan) dengan pimpinan satuan pendidikan.

Temuan tersebut menunjukkan persoalan integritas pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan perilaku individu, melainkan dipengaruhi sistem, budaya organisasi, dan tata kelola yang membentuk perilaku sehari-hari dalam lingkungan pendidikan.

Karena itu, KPK menegaskan hasil SPI Pendidikan tidak dimaksudkan sebagai label atau stigma bagi sekolah, perguruan tinggi, maupun daerah tertentu. Sebaliknya, hasil survei menjadi dasar kebijakan berbasis bukti (evidence based policy), yang membantu pemangku kepentingan mengidentifikasi area rentan dan menentukan prioritas perbaikan.

Belum selesai, Indeks Integritas Pendidikan 2026 juga menunjukkan skor dimensi karakter peserta didik sebesar 74,24, dimensi ekosistem pendidikan sebesar 75,08, sementara dimensi tata kelola sebesar 70,67. Hasil ini, menegaskan penguatan tata kelola masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ utama dalam membangun integritas pendidikan nasional.

“Kita harus memahami korupsi seringkali berawal dari hal kecil yang dianggap biasa. Misalnya joki dan mencontek. Itu bisa menjadi monster jika tidak ada karakter baik dalam diri. Kecerdasan tanpa integritas adalah sesuatu yang berbahaya,” tegas Setyo.

Ke depan, hasil SPI Pendidikan 2026 akan didiseminasikan ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. KPK juga akan mendampingi, memonitor, serta mengobservasi praktik baik pada wilayah-wilayah dengan capaian integritas yang berbeda.

Langkah tersebut menjadi bagian dari hilirisasi hasil kajian SPI Pendidikan agar data yang diperoleh tidak berhenti sebagai laporan statistik, melainkan diterjemahkan menjadi kebijakan, program, hingga perubahan nyata di lingkungan pendidikan.

 

Biro Hubungan Masyarakat

Komisi Pemberantasan Korupsi

Jl. Kuningan Persada Kav. 4, Jakarta Selatan

Call Center KPK: 198, www.kpk.go.id

Juru Bicara KPK

Budi Prasetyo (0813-2802-0508)

Sumber : https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/kpk-luncurkan-hasil-spi-pendidikan-2026-peta-jalan-perbaikan-pendidikan-nasional

Spesifikasi Maung MV3 Garuda Limousine, Tunggangan Baru Menteri Buatan Bandung

 


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut seluruh menteri di Kabinet Merah Putih nantinya akan menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine sebagai kendaraan dinas. Penggunaan mobil buatan PT Pindad ini dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Maung Garuda digunakan oleh para menteri koordinator, sejumlah kepala lembaga, serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Airlangga menyampaikan rencana itu saat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin, 5 Oktober 2026.

"Rencananya semua menteri. Tapi tahap ini baru kepala-kepala lembaga dan Menko," kata Airlangga. Penggunaan Maung Garuda sebagai mobil dinas menteri mulai terlihat pada 5 Oktober 2026. Sejumlah unit digunakan untuk mengantar para menteri koordinator dalam rangkaian kegiatan di Jakarta. Namun, penerapan belum dilakukan secara serentak karena ketersediaan kendaraan masih terbatas. Saat ini diperkirakan ada sekitar 18 unit Maung tersedia untuk para menteri koordinator dan kepala lembaga. Rencana penggunaan Maung Garuda juga mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar kendaraan produksi PT Pindad menjadi kendaraan dinas para menteri.

Maung MV3 Garuda Limousine 

Maung MV3 Garuda Limousine merupakan kendaraan dikembangkan PT Pindad untuk kebutuhan kenegaraan. Model ini menggunakan platform MV3 dengan rancangan khusus untuk menunjang mobilitas pejabat negara.

Dari sisi dimensi, Maung Garuda memiliki panjang sekitar 5,05 meter, lebar 2,06 meter dan tinggi 1,87 meter. Bobotnya mencapai sekitar 2,95 ton. Sektor penggerak mengandalkan mesin dengan tenaga 202 PS. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan. 

Maung Garuda memiliki kemampuan melaju hingga kecepatan maksimum sekitar 100 km/jam. Kendaraan ini menggunakan roda berukuran R21 dengan ban berteknologi Run Flat Tyre atau RFT. Maung Garuda Dibekali Proteksi Antipeluru Sebagai kendaraan kenegaraan, aspek perlindungan menjadi salah satu bagian utama dalam pengembangan Maung MV3 Garuda Limousine. 

Bodi kendaraan menggunakan composite armor dengan klaim ketahanan terhadap munisi kaliber 7,62 × 51 mm NATO ball dan 5,56 × 45 mm M193. Kaca kendaraan juga menggunakan perlindungan antipeluru level B5/B6. Teknologi Run Flat Tyre pada roda memungkinkan kendaraan tetap bergerak meski ban mengalami kebocoran. 

Fitur ini menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung mobilitas dalam kondisi darurat. Kabin Maung Garuda Dibuat Premium Tidak hanya mengutamakan perlindungan, PT Pindad juga memberikan sejumlah fitur kenyamanan pada kabin. 

Maung MV3 Garuda Limousine menggunakan captain seat dengan pengaturan elektrik dan leg rest. Konfigurasi ini dirancang memberikan kenyamanan bagi penumpang belakang, terutama dalam perjalanan dengan durasi panjang.

Sejumlah perangkat hiburan dan pendukung juga tersedia, mulai dari panel kendali layar sentuh, head unit 12 inci, kamera 360 derajat, LED smart TV, cooled storage hingga Wi-Fi portabel. 

Spesifikasi Maung MV3 Garuda Limousine 

Panjang: sekitar 5,05 meter. 

Lebar: sekitar 2,06 meter 

Tinggi: sekitar 1,87 meter 

Bobot: sekitar 2,95 ton 

Tenaga mesin: 202 PS atau sekitar 199 HP 

Transmisi: otomatis delapan percepatan 

Kecepatan maksimum: hingga 100 kilometer per jam 

Ukuran roda: R21.

Ban: Run Flat Tyre (RFT).

Sumber : https://otomotif.pikiran-rakyat.com/news/pr-37710488811/spesifikasi-maung-mv3-garuda-limousine-tunggangan-baru-menteri-buatan-bandung



iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi di Indonesia, Pre-order Dibuka Hari Ini

 


iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akhirnya bisa dipesan pengguna di Indonesia mulai hari ini, Rabu (7/11/2026). Hal ini turut menandai resminya iPhone generasi baru tersebut, masuk ke Tanah Air. iPhone 18 Pro dapat dipesan (pre-order) melalui sejumlah saluran penjualan milik distributor resmi Apple di Indonesia, termasuk Hello Store. Pre-order dibuka secara serentak mulai pukul 09.00 WIB nanti.

Pantauan KompasTekno Rabu (7/11/2026) pagi, harga iPhone 18 Pro maupun tautan untuk PO belum tersedia, walaupun telah mendekati waktu pemesanan.

Adapun kehadiran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max telah diumumkan oleh distributor resmi Apple di Indonesia sejak awal pekan ini. "iPhone 18 Pro segera hadir. Pre-order mulai 7 Oktober 09:00 WIB," demikian keterangan situs resmi Hello Store, melengkapi banner iPhone 18 Pro dalam kelir Burgundy.

Dalam banner utama itu, hanya terlihat informasi tanggal dan jam PO iPhone 18 Pro. Belum ada detail lain, seperti harga, warna, dan tanggal ketersediaan iPhone 18 Pro. Salah satu distributor hanya menambahkan detail promo voucher jika mendaftarkan ketertarikan membeli iPhone 18 Pro. Hadirnya iPhone 18 Pro tercatat sekitar satu bulan setelah ponsel ini debut global pada 9 September, kemudian bisa dipesan mulai 12 September di sejumlah pasar, termasuk Malaysia dan Singapura.

Selain iPhone Pro, terlihat pula banner untuk iPhone Duo, HP lipat pertamanya Apple. Namun, belum ada informasi pre-order atau detail lain untuk iPhone lipat ini. Kita tunggu saja.

Harga iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max

Sebagai gambaran, ketika diumumkan di AS pada September lalu, harga iPhone 18 Pro dimulai dari 1.199 dollar AS (sekitar Rp 21,1 juta). Sementara harga iPhone 18 Pro Max dipatok 100 dollar AS lebih tinggi, yaitu 1.299 dollar AS (sekitar Rp 22,8 juta). Banderol itu berlaku untuk varian penyimpanan paling kecil, yakni 256 GB. Kedua model sama-sama tersedia sampai kapasitas 2 TB. Apple menjual keduanya dalam empat warna, yaitu black, silver, glacier, dan burgundy. Burgundy adalah warna baru di lini Pro tahun ini.

Berikut daftar harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max untuk semua varian di pasar Amerika Serikat, dengan konversi kurs Rp 17.600 per dollar AS: 

Harga iPhone 18 Pro 

256 GB: 1.199 dollar AS (sekitar Rp 21,1 juta) 

512 GB: 1.399 dollar AS (sekitar Rp 24,6 juta) 

1 TB: 1.799 dollar AS (sekitar Rp 31,6 juta) 

2 TB: 2.399 dollar AS (sekitar Rp 42,2 juta) 

Harga iPhone 18 Pro Max 

256 GB: 1.299 dollar AS (sekitar Rp 22,8 juta) 

512 GB: 1.499 dollar AS (sekitar Rp 26,3 juta) 

1 TB: 1.899 dollar AS (sekitar Rp 33,4 juta) 

2 TB: 2.499 dollar AS (sekitar Rp 43,9 juta) 

Spesifikasi iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max Perubahan terbesar ada di kamera utama. Kamera 48 MP Fusion Main sekarang punya bukaan lensa (aperture) yang bisa berubah-ubah, dan ini pertama kalinya ada di iPhone.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/10/07/07010067/iphone-18-pro-dan-18-pro-max-resmi-di-indonesia-pre-order-dibuka-hari-ini?page=2


Senin, 05 Oktober 2026

Brand Fashion Marimekko Hadir di Indonesia, Bawa Motif Bunga Ikonik yang Penuh Warna

 


Siapa tak kenal Marimekko? Brand asal Finlandia yang identik dengan permainan motif dan warna dalam dunia fashion. Bagi pencinta fashion, desainnya bukan sekadar khas, tetapi juga menawarkan karakter yang kuat sekaligus memberi ruang untuk mengekspresikan gaya personal. Selama lebih dari tujuh dekade, rumah desain asal Finlandia ini menjadikan printmaking sebagai bagian penting dari identitasnya. Motif tidak sekadar menjadi ornamen pada kain, tetapi bahasa visual yang membawa karakter dan keceriaan ke dalam keseharian.

Kabar baiknya, keindahan desain tersebut telah hadir di Indonesia. Marimekko resmi hadir melalui shop-in-shop di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Plaza Senayan, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Bali Collection. "Kami sangat senang melihat begitu banyak orang hadir untuk mengeksplorasi dunia Marimekko yang penuh warna dan keceriaan," ujar President dan CEO Marimekko, Tiina Alahuhta-Kasko, saat peluncuran Marimekko di Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).

Ia mengatakan, kehadiran Marimekko di Indonesia bukan sekadar memperluas pasar, tapi menjadi kesempatan untuk mempertemukan estetika khas Finlandia dengan kultur lokal yang juga memiliki tradisi panjang dalam seni, tekstil, dan craft. "Kami sangat antusias bahwa hari ini kami bermitra dengan MAP Group untuk membawa brand yang indah ini ke Indonesia. Kami tidak sabar melihat bagaimana motif dan warna Marimekko mulai menyebar di Indonesia," katanya.

Motif Bunga Poppy yang Ikonik

Salah satu motif yang paling lekat dengan Marimekko adalah Unikko. Motif bunga poppy yang diperkenalkan pada 1964 tersebut menjadi salah satu simbol visual rumah desain ini dan terus diterjemahkan ke dalam berbagai produk, dari fashion hingga home décor. 

Namun, kekuatan Marimekko justru tidak berhenti pada motif ikonik. Ada kebebasan untuk menjadikannya bagian dari gaya personal. Motif Marimekko yang kuat bukan berarti harus selalu tampil sebagai statement yang mendominasi dalam keseluruhan penampilan, tapi dengan padu padan warna atau siluet yang lebih sederhana, justru bisa menciptakan tampilan yang lebih berkarakter.

" Apa yang membuat Marimekko menarik adalah kombinasi identitas desain yang sangat kuat dengan kebebasan untuk membuatnya personal. Marimekko tidak pernah menentukan siapa yang harus memakainya atau bagaimana cara memakainya," ujar Managing Director SOGO Department Stores, Handaka Santosa, dalam kesempatan yang sama. 

Sementara itu, Creative Director Marimekko, Rebecka Bay mengatakan, Indonesia menawarkan sumber inspirasi yang menarik, karena memiliki kekayaan tradisi dalam seni dan kerajinan. Menurutnya, ini bisa membuka kemungkinan adanya pertukaran ide antara dua budaya besar. 

"Saya pribadi sangat terinspirasi melihat tradisi Indonesia, termasuk woodblock printing dan craft dalam printmaking," ujar Rebecka. "Saya merasa ada kesempatan bagi kita untuk saling menginspirasi dan terus membangun hubungan ini lebih jauh," imbuhnya.

Menghadirkan Keceriaan melalui Desain

Kehadiran Marimekko juga membawa filosofi desain yang sejak awal menjadi bagian dari DNA brand. Didirikan oleh Armi Ratia pada 1951, Marimekko dibangun dengan misi menghadirkan keceriaan dalam kehidupan sehari-hari melalui desain.

Filosofi tersebut terasa relevan ketika fashion semakin dipandang sebagai medium untuk menunjukkan identitas personal. Alih-alih menawarkan formula tentang bagaimana seseorang harus berpakaian, Marimekko memberi ruang bagi pemakainya untuk menentukan sendiri bagaimana motif dan warna tersebut menjadi bagian dari gaya mereka. 

Bagi Senior Vice President Asia Pacific East Region Marimekko, Natacha Defrance, Indonesia menjadi bagian dari perjalanan ekspansi brand di Asia Tenggara. “Kami sangat antusias meluncurkan Marimekko di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra waralaba kami, MAP Group," ujar Natacha.

Peluncuran di Indonesia menambah jaringan Marimekko di Asia Tenggara yang sebelumnya telah hadir di Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Secara global, Marimekko kini memiliki lebih dari 170 toko dan shop-in-shop, dengan lebih dari 90 di antaranya berada di Asia.

Koleksi yang hadir di Indonesia mencakup busana, tas, aksesori, hingga produk home décor. Semuanya membawa benang merah yang sama, yakni permainan warna, motif, dan desain yang memungkinkan setiap orang menerjemahkan Marimekko dengan caranya sendiri.

Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/10/05/093100120/brand-fashion-marimekko-hadir-di-indonesia-bawa-motif-bunga-ikonik-yang?page=2




Pendaftar TKA Jenjang SMA Tahun 2026 Meningkat 9,8 Persen

 


Sebanyak 4.215.314 murid jenjang SMA, SMK, MA, dan satuan pendidikan sederajat  telah melakukan pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026.  Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.863.957 murid telah melengkapi proses pendaftaran dan berpotensi terus bertambah setelah proses penyelesaian data residu dilakukan. Pendaftar TKA tahun 2026 ini meningkat 345.790 murid atau 9,8 persen dibandingkan TKA Tahun 2025 yang mencatat 3.518.167 murid.

Pendaftaran TKA Tahun 2026 resmi ditutup pada 27 September 2026. Selanjutnya, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah dan satuan pendidikan melanjutkan proses pemutakhiran dan penyelesaian data residu. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan data calon peserta lengkap dan sesuai sebelum memasuki tahapan pelaksanaan TKA yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Selanjutnya, Kemendikdasmen menyiapkan pelaksanaan TKA meliputi kesiapan satuan pendidikan, infrastruktur, sistem, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama, perguruan tinggi negeri, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Mutu Pendidikan (BKPDM), Toni Toharudin, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah calon pendaftar menunjukkan semakin luasnya partisipasi satuan pendidikan dalam pelaksanaan TKA.

Toni menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan calon peserta yang telah mendukung proses pendaftaran TKA 2026. Kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan pelaksanaan asesmen di berbagai wilayah Indonesia.

TKA merupakan asesmen untuk memperoleh informasi mengenai capaian kemampuan akademik peserta didik. Hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai salah satu informasi untuk melihat kesiapan peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, mendukung proses penerimaan murid baru, serta menjadi data bagi pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

“TKA bukan penentu kelulusan dan tidak menggantikan penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan. TKA melengkapi informasi mengenai capaian belajar peserta didik sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pendidikan, “ungkap Toni.

Menjelang pelaksanaan, Toni mengajak seluruh peserta didik mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh secara wajar dan tetap menjaga kesehatan. Satuan pendidikan juga diharapkan memastikan kesiapan teknis serta memberikan pendampingan kepada peserta didik agar pelaksanaan TKA berlangsung tertib dan lancar.

Sumber : https://puslapdik.kemendikdasmen.go.id/pendaftar-tka-jenjang-sma-tahun-2026-meningkat-98-persen/

KKP Dorong Hilirisasi Produk Nonpangan di Sukabumi

 


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengembangan industri diversifikasi produk non pangan skala mikro dan kecil berbasis potensi lokal di Sukabumi, Jawa Barat.  Langkah tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat lokal. 

"Industri diversifikasi juga mendukung implementasi ekonomi biru yang menekankan pada prinsip keberlanjutan ekologi," terang Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Plt. Dirjen PDSPKP), Erwin Dwiyana di Jakarta, Jumat (2/10).

Erwin menilai volume hasil samping aktivitas pendaratan, penanganan, dan pengolahan ikan—seperti kepala, tulang, kulit, sisik, hingga jeroan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu Sukabumi, yang mencapai 50-100 Kg/hari sebagai potensi untuk menghasilkan produk bernilai tambah seperti tepung ikan. 

Sebaliknya, potensi tersebut bisa mengakibatkan pencemaran jika tidak dikelola dengan baik. "Ini bukan sekadar penanganan limbah produksi perikanan, tapi membuka peluang usaha produk nonpangan dan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja," sambungnya.

Sebagai produk nonpangan, tepung ikan dibutuhkan untuk bahan baku pakan. Karenanya, melalui penguatan peran lintas sektor seperti pengelola PPN, pemerintah daerah, pelaku usaha perikanan, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi selaku offtaker, hingga unit pakan mandiri bersertifikat CPPIB (Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik), Erwin optimis ekosistem ekonomi baru dapat dirancang secara terintegrasi dan memberikan kepastian pasar.

"Pengolahan ini sekaligus mendukung program nasional seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan Budidaya Tematik," jelas Erwin.

Perwakilan dari BBPBAT Sukabumi, Susi Rosellia, menekankan pentingnya produksi tepung ikan lokal untuk menopang ketahanan industri pakan nasional. Tepung ikan lokal bermutu tinggi dengan kandungan protein sesuai standar SNI 2715:2013 mutlak diperlukan guna menekan biaya produksi pakan dan mendukung keberlanjutan industri akuakultur di Tanah Air.

"Ketergantungan terhadap pakan dan bahan baku impor seperti tepung ikan masih cukup tinggi, dan pengolahan sisa industri adalah solusi kemandirian budidaya," kata Susi.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menyambut baik langkah KKP yang memulai inisiatif pemanfaatan produk nonpangan di wilayahnya. Terlebih potensi sisa pengolahan fillet ikan di Sukabumi, bisa mencapai 500 Kg/hari atau sekira 10 ton/bulan. 

"Potensi ini terbukti bernilai tinggi jika dikelola secara terstruktur melalui kemitraan yang jelas antarstakeholder," tutupnya.

Sebagai informasi, sebagai langkah awal, KKP telah menggelar Sosialisasi Diversifikasi dan Nilai Tambah Produk Perikanan Non Pangan yang telah dilaksanakan pada 10 September 2026 di Palabuhanratu. Sosialisasi tersebut melibatkan PPN Palabuhanratu, BBAT Sukabumi, Dinas KP Sukabumi, dan Akademisi khususnya dari Sekolah Vokasi IPB.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi perikanan. Program tersebut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di berbagai daerah.

Sumber : https://kkp.go.id/news/news-detail/kkp-dorong-hilirisasi-produk-nonpangan-di-sukabumi-7p4r.html