Jumat, 30 Oktober 2026

Pengumuman Seleksi Tenaga Kontrak GF-ATMR Direktorat Penyakit Menular 2026

 


PENGUMUMAN REKRUTMEN TENAGA THE GLOBAL FUND (GF-ATMR) TAHUN 2026

Direktorat Penyakit Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuka seleksi penerimaan Tenaga The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, Malaria dan Resilient and Sustainable Systems for Health (GF-ATMR) untuk Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan rekrutmen ini bertujuan untuk mendukung penguatan sistem kesehatan nasional dalam upaya penanggulangan penyakit menular serta mewujudkan ketahanan kesehatan di Indonesia.

Kami mengundang para profesional yang memenuhi kualifikasi untuk berkontribusi dalam program strategis ini. Informasi lengkap mengenai bidang kompetensi, persyaratan administrasi, dan mekanisme pendaftaran dapat diunduh melalui tautan resmi di bawah.

Batas waktu pendaftaran dan ketentuan lainnya berlaku sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi.

Unduh


Sumber : https://www.kemkes.go.id/id/rekrutmen-gf-atmr-kemenkes-2026

UNESCO Luncurkan Panduan Keluarga Era Digital, Kemendikdasmen Dorong Literasi Media Anak

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung penguatan literasi media dan informasi melalui peluncuran panduan keluarga UNESCO edisi bahasa Indonesia, Growing Up in a Connected World: A Family Guide for the Digital Age. Panduan ini diharapkan membantu orang tua dan pendidik mendampingi anak menggunakan teknologi secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.

Peluncuran berlangsung dalam rangka Pekan Literasi Media dan Informasi Global 2026 di Jakarta, Kamis (29/10), melalui kolaborasi UNESCO, Kemendikdasmen, dan Yayasan AIERA. Panduan tersebut membahas kebiasaan digital yang sehat, perlindungan privasi, disinformasi, perundungan siber, hingga penggunaan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Fadli Zon, menegaskan bahwa literasi media tidak sebatas kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, menghormati perbedaan, serta menggunakan informasi secara etis dan bertanggung jawab.

Menurutnya, ruang digital juga merupakan ruang budaya tempat nilai dan identitas dibentuk. Karena itu, keluarga perlu mendampingi anak membangun etika digital. “Orang tua tidak harus menguasai seluruh teknologi, tapi perlu hadir sebagai pendamping,” tuturnya.

Direktur Kantor Regional UNESCO Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menekankan bahwa literasi media dan informasi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, pendidik, keluarga, masyarakat sipil, perusahaan teknologi, dan kaum muda. Anak perlu dibekali kemampuan mengevaluasi informasi, memeriksa sumber, mengenali manipulasi, dan berinteraksi secara bertanggung jawab di ruang digital.

Spesialis Program Sektor Komunikasi dan Informasi UNESCO Jakarta, Virginia Antonelli, menjelaskan bahwa panduan ini disusun bersama 37 pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk memberikan arahan praktis bagi keluarga. Ia menekankan bahwa anak membutuhkan orang dewasa yang dapat dipercaya, bersedia mendengarkan, dan mendukung mereka menghadapi tantangan digital.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengatakan bahwa kemampuan anak mengoperasikan teknologi belum tentu diikuti pemahaman tentang risiko penggunaannya. Karena itu, anak perlu dibiasakan memeriksa informasi, menilai keluaran AI, menjaga privasi, dan bertanggung jawab atas jejak digitalnya.

“Walaupun anak-anak kita mampu menggunakan teknologi, belum tentu mereka mampu untuk menggunakannya dengan bijak dan aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi digital perlu berjalan seiring dengan pendidikan karakter dan komunikasi terbuka antara anak, keluarga, dan sekolah. Ia juga berharap panduan tersebut dapat diintegrasikan ke dalam Ruang Orang Tua pada platform Rumah Pendidikan agar lebih mudah diakses keluarga.

Perwakilan Yayasan AIERA, Suraida Syukur, menyampaikan bahwa penerjemahan panduan ke bahasa Indonesia bertujuan memperluas akses sekaligus mendekatkan isi panduan dengan konteks keluarga Indonesia. Ia berharap panduan ini tidak hanya dibaca, tetapi juga dimanfaatkan dalam diskusi dan pelatihan bagi orang tua serta pendidik di sekolah dan komunitas.

Melalui panduan ini, keluarga dan pendidik diharapkan semakin siap mendampingi anak menghadapi tantangan ruang digital, sekaligus membangun kebiasaan berpikir kritis, memeriksa informasi sebelum membagikannya, dan berinteraksi secara bertanggung jawab. Penulis: Rayhan/Editor: Denty/Fotografer: Shaka

Sumber : https://www.kemendikdasmen.go.id/berita/16378-unesco-luncurkan-panduan-keluarga-era-digital-kemendikdasmen-dorong-literasi-media-anak

Dengan Dukungan BKN, Prof. Zudan Dorong Pemprov Sulawesi Tengah Jadi Instansi ke-350 yang Terapkan Manajemen Talenta

 


Humas BKN, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mendorong sekaligus mendukung penerapan manajemen talenta di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dukungan ini disampaikan melalui pendampingan yang diberikan BKN dalam Ekspose Manajemen Talenta yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian atau PPK Pemprov Sulawesi Tengah, Rabu (28/10/2026) di Kantor BKN Pusat, Jakarta. Melalui proses ini, Pemprov Sulawesi Tengah diharapkan menjadi instansi ke-350 yang siap menerapkan manajemen talenta.

whatsapp-image-2026-10-29-at-16.00.16

Terkait perkembangan penerapan manajemen talenta nasional, Prof. Zudan, menyampaikan bahwa penerapannya di instansi pemerintah terus menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 349 instansi baru tercatat siap menerapkan manajemen talenta. Ia berharap Pemprov Sulawesi Tengah dapat menyusul capaian tersebut. “Alhamdulillah, dari tahun 2025 sampai 2026, kita berada di jalur yang tepat. Minat para gubernur, bupati, wali kota, dan menteri untuk menerapkan manajemen talenta tinggi sekali. Hanya dalam satu tahun, bertambah 349 instansi baru yang siap menerapkannya. Semoga hari ini Sulawesi Tengah menjadi instansi yang ke-350,” ujarnya.

Perkembangan positif ini menurutnya merupakan salah satu bagian dari fondasi penting dalam membangun birokrasi yang kuat dan mendukung kemajuan negara. Birokrasi, tentara, dan kepolisian merupakan tiga pilar penting dalam penyelenggaraan negara, dengan penguatan birokrasi salah satunya dilakukan melalui penerapan manajemen talenta ASN. Melalui sistem ini, instansi pemerintah dapat mengidentifikasi dan menempatkan pegawai berdasarkan kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi.

Pemetaan talenta juga memungkinkan instansi menyiapkan kandidat suksesor untuk mengisi jabatan yang dibutuhkan sehingga proses pengisian jabatan dapat berlangsung lebih cepat dan terencana. “Dinamika perubahan sekarang sangat cepat, sehingga kepala daerah harus bisa memilih SDM dengan cepat. Kalau dengan open bidding, butuh waktu sekitar tiga bulan. Dengan manajemen talenta, cukup satu minggu. Kenapa? Karena kandidatnya sudah disiapkan,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa penataan birokrasi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan visi dan misi pembangunan daerah berjalan efektif. Ia menekankan perlunya membangun budaya kerja ASN yang berbasis data, mendorong inovasi, serta memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Melayani rakyat secara profesional adalah tugas utama kita. Ciri birokrat pelayan adalah mereka yang diangkat melalui proses sistem merit. Kalau diangkat karena kedekatan, biasanya masih bergaya penguasa. Sebaliknya, yang diangkat melalui semua tahapan sistem akan menyayangi jabatannya dan merasa harus melayani rakyat dengan baik,” ungkap Anwar.

Dalam ekspose tersebut, Pemprov Sulawesi Tengah memaparkan progres pembangunan manajemen talenta, termasuk penyusunan rencana suksesi bagi ASN di lingkungan pemerintah provinsi. Dengan jumlah 18.491 ASN, tahapan yang disiapkan meliputi identifikasi jabatan kosong, pemetaan talenta untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Jabatan Administrator, penyiapan kandidat suksesor, serta pendalaman terhadap kandidat yang telah dipetakan. Pemprov Sulawesi Tengah juga merancang program pengembangan talenta melalui coaching dan mentoring, rotasi dan mutasi, serta pendampingan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Dalam pengelolaan data dan pemetaan talenta, Pemprov Sulawesi Tengah memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) BKN.

Pada kesempatan tersebut, BKN turut menekankan pentingnya partisipasi aktif ASN dalam memperbarui data kepegawaian melalui fitur Lemari Digital pada aplikasi MyASN. Kelengkapan data, mulai dari riwayat pendidikan dan pelatihan hingga pengembangan kompetensi, menjadi dasar untuk mengidentifikasi potensi dan kapasitas pegawai secara akurat. Dengan data yang mutakhir, pemetaan talenta dapat dilakukan secara lebih objektif sehingga pengembangan karier ASN selaras dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Dalam proses penyempurnaan penerapan manajemen talenta, BKN juga memberikan masukan kepada Pemprov Sulawesi Tengah untuk memastikan prinsip kesetaraan dan keadilan diterapkan bagi seluruh ASN. BKN menyampaikan bahwa standar waktu penyelesaian layanan adalah lima hari kerja, dengan harapan perbaikan dokumen dapat ditindaklanjuti dalam satu hingga dua hari. Penyempurnaan tersebut diperlukan agar instrumen manajemen talenta memenuhi ketentuan dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Sumber : https://www.bkn.go.id/dengan-dukungan-bkn-prof-zudan-dorong-pemprov-sulawesi-tengah-jadi-instansi-ke-350-yang-terapkan-manajemen-talenta/

Rabu, 28 Oktober 2026

Download Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Terbaru (ATP, CP, KKTP, Prota, Promes & Modul Ajar)

 



Perangkat Ajar Terbaru
Terakhir diperbarui: 8 September 2026
Status: Koleksi diperbarui bertahap; ketersediaan berbeda menurut kelas dan mata pelajaran
Format: Word (.docx), Excel (.xlsx), PDF (sesuai ketersediaan)

Halaman ini merupakan pusat kumpulan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka terbaru untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Seluruh perangkat pembelajaran disusun berdasarkan jenis dokumen, jenjang pendidikan, serta kebutuhan guru agar lebih mudah ditemukan dan digunakan sebagai referensi dalam menyusun proses pembelajaran.

Melalui halaman ini Anda dapat mengunduh berbagai perangkat pembelajaran terbaru seperti Modul Ajar, ATP (Alur Tujuan Pembelajaran), CP (Capaian Pembelajaran), KKTP, Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), serta berbagai dokumen pendukung lainnya untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

Seluruh perangkat ajar dikumpulkan dalam satu halaman agar guru tidak perlu mencari dari berbagai sumber. Dokumen tersedia dalam format Word, Excel maupun PDF sesuai ketersediaan, sehingga dapat dijadikan referensi maupun disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing.

Apa Itu Perangkat Ajar?

Perangkat Ajar adalah kumpulan dokumen yang disusun guru sebagai panduan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran di sekolah. Perangkat ini berfungsi sebagai pedoman agar kegiatan belajar mengajar berlangsung secara sistematis, terarah, serta selaras dengan ketentuan kurikulum yang berlaku.

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, perangkat ajar tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. Guru memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan perangkat pembelajaran sesuai karakteristik siswa, kondisi sekolah, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka yang dapat digunakan sebagai referensi oleh guru SD, SMP, SMA, maupun SMK. Seluruh dokumen disusun secara sistematis sehingga lebih mudah ditemukan berdasarkan jenis perangkat, jenjang pendidikan, kelas, maupun mata pelajaran.

Jenis Perangkat Ajar yang Tersedia

Perangkat pembelajaran terdiri dari berbagai dokumen yang saling melengkapi. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, namun seluruhnya bertujuan membantu guru menyusun pembelajaran yang efektif, terukur, dan sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP).

Modul Ajar

Modul Ajar merupakan panduan pelaksanaan pembelajaran yang memuat tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, media pembelajaran, asesmen, hingga refleksi. Dokumen ini menjadi acuan utama guru saat melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

ATP berisi urutan tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis berdasarkan Capaian Pembelajaran. Dokumen ini membantu guru merencanakan proses belajar selama satu fase atau satu tahun pelajaran.

CP (Capaian Pembelajaran)

CP merupakan kompetensi yang diharapkan dikuasai peserta didik pada akhir suatu fase pembelajaran. Dokumen ini menjadi dasar penyusunan ATP, Modul Ajar, serta berbagai perangkat pembelajaran lainnya.

KKTP

KKTP atau Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran digunakan sebagai acuan dalam menentukan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran melalui berbagai bentuk asesmen yang dilakukan guru.

Program Tahunan (Prota)

Program Tahunan memuat rencana umum pembelajaran selama satu tahun pelajaran. Dokumen ini membantu guru mengatur distribusi materi sesuai kalender pendidikan dan alokasi waktu yang tersedia.

Program Semester (Promes)

Program Semester merupakan penjabaran Program Tahunan ke dalam satu semester. Dokumen ini membantu guru mengatur urutan materi, jadwal pembelajaran, serta target capaian dalam setiap semester.

Hubungan Antar Perangkat Ajar

Meskipun memiliki fungsi yang berbeda, seluruh perangkat ajar saling berkaitan dalam proses perencanaan pembelajaran. Penyusunan perangkat biasanya diawali dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP). Selanjutnya guru menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sebagai urutan tujuan yang akan dicapai. Berdasarkan ATP tersebut, guru mengembangkan Modul Ajar untuk pelaksanaan kegiatan belajar di kelas. Selama proses pembelajaran berlangsung, guru menggunakan KKTP sebagai acuan dalam melakukan asesmen, sementara Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes) membantu mengatur distribusi materi sesuai kalender akademik.

Modul Ajar
Kumpulan Modul Ajar Kurikulum Merdeka terbaru untuk SD, SMP, SMA, dan SMK yang disusun berdasarkan kelas, fase, serta mata pelajaran.

✓ Semua Jenjang
✓ Semua Mata Pelajaran
✓ Format Word & PDF
✓ Selalu Diperbarui

LIHAT MODUL AJAR

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
Download ATP terbaru sebagai acuan penyusunan tujuan pembelajaran berdasarkan Capaian Pembelajaran pada setiap fase.

✓ SD
✓ SMP
✓ SMA
✓ SMK

DOWNLOAD ATP

Capaian Pembelajaran (CP)
Temukan dokumen Capaian Pembelajaran terbaru berdasarkan fase dan mata pelajaran sebagai dasar penyusunan perangkat ajar. Cari Sekolah

✓ Fase A–F
✓ Semua Mapel
✓ Terbaru

LIHAT CP

KKTP
Kumpulan KKTP terbaru yang dapat digunakan sebagai referensi dalam menyusun asesmen dan mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

✓ Semua Jenjang
✓ Mudah Diedit
✓ Gratis

LIHAT KKTP

Program Tahunan (Prota)
Program Tahunan terbaru untuk membantu guru menyusun distribusi materi pembelajaran selama satu tahun pelajaran. Cari Modul Ajar

✓ Semua Kelas
✓ Semua Jenjang
✓ Mengikuti Kalender  Pendidikan

LIHAT PROTA

Program Semester (Promes)
Download Program Semester terbaru sebagai pelengkap perangkat pembelajaran untuk setiap semester.

✓ Semester Ganjil
✓ Semester Genap
✓ Semua Jenjang

LIHAT PROMES

Sumber : https://www.gurumaju.com/2026/07/perangkat-ajar.html














Permenpan RB Nomor 20 Tahun 2026 Tentang Pustakawan

 


PermenPANRB 20 Tahun 2026 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan menjadi rujukan baru bagi PNS yang meniti karier di bidang perpustakaan. Hal yang perlu segera diperiksa bukan hanya nama jabatan, tetapi juga jalur pengangkatan, kualifikasi  pendidikan, serta ketentuan peralihan yang berlaku bagi pegawai tertentu.

Identitas PermenPANRB Nomor 20 Tahun 2026
Keterangan Informasi
Jenis Peraturan Menteri PANRB
Nomor dan tahun 20 Tahun 2026
Tentang Jabatan Fungsional Pustakawan
Penetapan Jakarta, 21 Oktober 2026
Pengundangan dan mulai berlaku 23 Oktober 2026
Berita Negara Tahun 2026 Nomor 727
Status pada pemeriksaan Berlaku
Pasal 2 menempatkan Jabatan Fungsional Pustakawan sebagai jabatan karier PNS. Karena itu, bekerja di perpustakaan sekolah tidak dengan sendirinya berarti seseorang telah diangkat sebagai pejabat fungsional Pustakawan. Status pengangkatan dan keputusan kepegawaiannya tetap perlu diperiksa
Apa yang Berubah untuk Asisten Perpustakaan?
Pasal 21 mengatur penyesuaian nomenklatur bagi PNS yang menduduki Jabatan Fungsional Asisten Perpustakaan ketika aturan ini mulai berlaku. Pemetaan jenjangnya sebagai berikut.

Jabatan sebelumnya Nomenklatur pengganti
Asisten Perpustakaan Terampil  menjadi Pustakawan Terampil
Asisten Perpustakaan Mahir menjadi  Pustakawan Mahir
Asisten Perpustakaan Penyelia menjadi Pustakawan Penyelia
Angka kredit yang sudah diperoleh pada Jabatan Fungsional Asisten Perpustakaan ditetapkan sebagai angka kredit Pustakawan kategori keterampilan. Penyesuaian tersebut dilaksanakan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan; bukan alasan untuk mengabaikan pembaruan administrasi jabatan pada instansi.

Jenjang dan Tugas Jabatan Fungsional Pustakawan

Pasal 5 membagi jabatan ini menjadi dua kategori. Jalur keterampilan terdiri atas Terampil, Mahir, dan Penyelia. Jalur keahlian meliputi Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama.

Tingkat tanggung jawabnya berbeda. Pada kategori keterampilan, pekerjaan bergerak dari identifikasi kebutuhan dukungan teknis, pelaksanaan kegiatan operasional, hingga evaluasi kegiatan teknis. Pada kategori keahlian, lingkupnya berkembang dari penyusunan bahan analisis hingga evaluasi dan perumusan isu atau program strategis kepustakawanan nasional.

Menurut Pasal 6–7, pekerjaan Pustakawan mencakup tujuh bidang berikut:

Pengembangan koleksi.
Pengorganisasian bahan perpustakaan.
Layanan perpustakaan.
Pelestarian koleksi.
Pengembangan ekosistem kepustakawanan.
Manajemen perpustakaan.
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi perpustakaan.

Dengan cakupan tersebut, tugas Pustakawan melampaui pencatatan peminjaman buku. Dalam penyusunan kinerja, kegiatan tetap harus dikaitkan dengan ekspektasi dan target organisasi. Jika suatu kegiatan mensyaratkan sertifikasi, Pustakawan harus memiliki sertifikat yang sesuai.

Syarat Pengangkatan Pustakawan: Bedakan Jalurnya
Pasal 9 menetapkan tiga jalur: pengangkatan pertama, perpindahan dari jabatan lain, dan promosi. Jangan menggunakan persyaratan satu jalur sebagai syarat untuk seluruh pengangkatan.

1. Pengangkatan pertama
Pasal 10 mensyaratkan status PNS, integritas dan moralitas yang baik, kesehatan jasmani dan rohani, serta predikat kinerja paling rendah baik dalam satu tahun terakhir.  Pendidikan minimal pada jalur ini adalah:

D-3 bidang ilmu perpustakaan dan informasi untuk Pustakawan Terampil.
S-1 atau D-4 bidang ilmu perpustakaan dan informasi untuk Pustakawan Ahli Pertama.
S-3 bidang ilmu perpustakaan dan informasi untuk Pustakawan Ahli Muda.

Ketentuan S-3 untuk Ahli Muda tersebut khusus tercantum pada jalur pengangkatan pertama. Itu tidak berarti seluruh Pustakawan Ahli Muda dari semua jalur diwajibkan memiliki S-3. Rincian kualifikasi pendidikan mengikuti ketentuan instansi pembina sebagaimana diatur dalam pasal yang sama.

2. Perpindahan dari jabatan lain
Pasal 11 mengatur pendidikan, uji kompetensi, pengalaman, kinerja, usia, serta ketersediaan kebutuhan jabatan. Pendidikan minimalnya D-3 untuk kategori keterampilan, S-1/D-4 untuk Ahli Pertama sampai Ahli Madya, dan S-2 untuk Ahli Utama. Rumpun ilmu lain yang relevan harus sesuai penetapan instansi pembina, bukan cukup dinilai relevan oleh pelamar sendiri.

Pengalaman tugas bidang perpustakaan pada umumnya paling singkat dua tahun, dengan kinerja paling rendah baik selama dua tahun terakhir. Dalam penataan birokrasi atau kebutuhan strategis organisasi, pengalaman dapat dipertimbangkan menjadi paling singkat satu tahun secara kumulatif.

Batas usia juga bergantung pada asal dan tujuan perpindahan. Pasal 11 ayat (1) memuat batas 53, 55, dan 60 tahun untuk kelompok yang berbeda, sedangkan ayat (3) mengatur perpindahan antarjabatan fungsional setara, termasuk ketentuan tersendiri bagi Ahli Utama. Cocokkan kondisi pegawai dengan ayatnya sebelum mengajukan usulan.
3. Promosi dan kenaikan jenjang

Pasal 12 membedakan promosi ke dalam atau dari jabatan fungsional dengan kenaikan jenjang. Promosi ke dalam atau dari jabatan antara lain memerlukan kelulusan uji kompetensi, kinerja paling rendah sangat baik dalam dua tahun terakhir, serta pemenuhan ketentuan rekam jejak dan disiplin.

Untuk kenaikan jenjang, unsur yang diperiksa antara lain angka kredit kumulatif, uji kompetensi, kinerja paling rendah baik dalam satu tahun terakhir, dan kualifikasi  pendidikan. Pelaksanaannya mempertimbangkan rekomendasi tim penilai kinerja serta kebutuhan jabatan.

Angka Kredit, Kinerja, dan Kenaikan Pangkat

Pasal 15 menempatkan angka kredit dalam pengelolaan kinerja: mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pembinaan, evaluasi, hingga tindak lanjut. Predikat hasil evaluasi dikonversikan menjadi perolehan angka kredit.

Download PermenPANRB 20 Tahun 2026 PDF Resmi
Baca naskah lengkap sebelum mengajukan pengangkatan, perpindahan, atau penyesuaian jabatan. Tautan berikut menuju salinan pada penyimpanan dokumen JDIH Kementerian PANRB.

DOWN LOAD DISINI

Sumber : https://www.gurumaju.com/2026/10/permenpanrb-20-tahun-2026-pustakawan.html






Rabu, 21 Oktober 2026

10 Bidang Prioritas Beasiswa Garuda, Segera Buka untuk Tahun 2027

 


Program beasiswa kuliah S1, Beasiswa Garuda dari pemerintah akan segera dibuka pendaftarannya untuk tahun akademik 2027/2028. 

Beasiswa ini bertujuan membantu putra-putri terbaik di Indonesia untuk menempuh pendidikan S1 di perguruan tinggi terbaik dunia di dalam dan luar negeri.  

Sumber pendanaan Beasiswa Garuda berasal dari Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek). Lewat akun Instagram @beasiswagaruda.ri dikutip Jumat (16/10/2026), Beasiswa Garuda menginformasikan 10 bidang prioritas yang dapat dipilih sebagai jurusan kuliah pendaftar kelak.

"Masih bingung mau fokus studi di bidang apa? Coba simak 10 bidang prioritas Beasiswa Garuda yang relevan dengan kebutuhan bangsa dan perkembangan global. 

Mulai dari teknologi terdepan hingga kebijakan publik yang berdampak, bidang kesehatan yang sangat relevan dengan rekayasa genetika atau metode terapi biomedis terkini, semikonduktor dengan temuan material material baru untuk batere mobil listrik ataupun teknologi terdepan energi terbarukan," ungkap pihak terkait.

10 Bidang Prioritas Beasiswa Garuda 2027

1. Digitalisasi AI dan Semikonduktor 

2. Energi 

3. Hilirisasi dan Industrialisasi 

4. Kesehatan 

5. Ketahanan Pangan 

6. Maritim 

7. Material dan Manufaktur Maju 

8. Pertahanan 

9. Kebijakan Publik dan Hukum 

10. Bisnis dan Ekonomi

Syarat utama 

Meski pun belum ada tanggal pasti dimulai pendaftaran, syarat-syarat utama ini mungkin bisa ditelaah dahulu untuk meyakinkan diri menuju keputusan mendaftar kelak. 

1. Tidak perlu LoA. Penerima beasiswa akan diberikan kesempatan untuk memperoleh LoA di program studi sesuai prioritas nasional sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa. 

2. Tes IQ minimal 120 dari Biro Konsultasi Psikologi Universitas di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi dengan akreditasi Baik. 

Adapun tes IQ termaksud minimal mencakup kompetensi verbal, numerik, spasial, memori, pemrosesan informasi, dan logika.

3. IELTS overall score 6.5, dengan setiap band tidak kurang dari 6.0, atau TOEFL ITP minimal skor 550. 

4. SAT minimal 1200. Bagi yang tidak mempunyai hasil tes SAT atau hasil tes SAT kurang dari 1200 maka wajib mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) yang akan diselenggarakan oleh Beasiswa Garuda.

Komponen beasiswa

1. Dana Pendidikan: 

a. biaya SPP (tuition fee) 

b. biaya pendaftaran 

c. biaya tunjangan buku 

2. Dana Pendukung:  

a. biaya transportasi 

b. biaya aplikasi visa 

c. biaya asuransi kesehatan 

d. biaya kedatangan 

e. biaya hidup bulanan 

f. biaya keadaan darurat (force majeure).  

Sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2026/10/16/141058171/10-bidang-prioritas-beasiswa-garuda-segera-buka-untuk-tahun-2027?page=2












Prabowo Setuju Siswa Bisa Tidak Naik Kelas Mulai 2027/2028, Efektifkah untuk Pendidikan?

 


Setelah bertahun-tahun siswa SD hingga SMA dipastikan naik kelas secara otomatis, pemerintah kini bersiap mengembalikan aturan yang sempat ditinggalkan, yaitu siswa memiliki potensi bisa tidak naik kelas.  

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menyetujui kebijakan ini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan kebijakan tidak naik kelas otomatis akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2027/2028.  

Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan rencana tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden dan mendapat persetujuan. 

“Melalui kebijakan tidak naik kelas secara otomatis, pemerintah berharap peserta didik lebih termotivasi untuk belajar, meningkatkan penguasaan materi, serta membangun karakter dan mental yang kuat,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip dari Antara, Sabtu (17/10/2026).  

Selain mekanisme kenaikan kelas, pemerintah juga menyiapkan kebijakan baru mengenai penjurusan peserta didik yang telah mendapat persetujuan Presiden dan sedang disiapkan aturan pelaksanaannya.  Regulasi dan petunjuk teknisnya saat ini masih dalam proses pengkajian.  

Kebijakan baru ini mengakhiri era di mana kenaikan kelas hampir pasti terjadi di zaman Kurikulum Merdeka.  Lantas, apakah langkah ini akan memperbaiki kualitas pendidikan?

Dampak jika semua siswa pasti naik kelas

Kepada Kompas.com, Selasa (20/10/2026), pemerhati pendidikan yang juga dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Anggota BSNP, Doni Koesoema A, menilai dampak serius dari kebijakan semua siswa pasti naik kelas.

“Ya tentu saja anak-anak ini nanti akan lulus, apalagi biasanya tidak naik kelas atau naik kelas dikaitkan dengan kelulusan. Jadi semua anak naik kelas, semua anak lulus,” kata Doni. Jika kebijakan ini tidak disertai pertimbangan matang, seperti yang terjadi selama ini, motivasinya hilang. 

“Anak-anak yang malas dan rajin semuanya sama naik kelas. Atau semuanya mendapatkan nilai minimal sehingga mereka akan tetap naik kelas. Ini tidak membentuk karakter mereka, menurut saya,” tegasnya. 

Namun, menurut Doni, urgensi mengembalikan aturan ini perlu dilihat bukan sekadar soal menghukum siswa, melainkan bagaimana mengembalikan fungsi pendidikan karakter dan penguasaan kompetensi.

Doni menekankan, kebijakan naik atau tidak naik kelas sebenarnya bukan inti utama dalam proses pendidikan.

“Bagaimana mekanisme dan sistem yang mengatur supaya sistem pendidikan kita itu membangun semangat belajar dari anak. Belajar itu kan memang ada kemajuannya. Tidak bisa semua anak itu terpromosikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), tidak ada standar baku untuk kenaikan kelas. Yang dikunci oleh negara adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

“Jadi yang dikunci sebenarnya adalah kelulusannya. Kalau pada akhir kelas SD, 6 SD anak belum memenuhi standar tertentu, ya dia tidak boleh lulus. 

Begitu harusnya,” kata Doni. Artinya, kebijakan yang harus diutamakan pertama-tama adalah lulus atau tidak lulus, yang harus berbasis Standar Nasional Pendidikan. Selama ini, semua siswa diluluskan meskipun belum memenuhi standar tersebut.

Kebijakan naik kelas vs tidak naik kelas

Dalam banyak kajian literatur, kebijakan sekolah bisa baik dan bisa tidak, tergantung pada tiga hal. Yaitu infrastruktur yang dibangun, kolaborasi antara sekolah, guru, dan orangtua di dalam ekosistem, dan iklim pembelajaran di sekolah. 

“Kalau sistemnya tidak mendukung, ya kebijakan naik kelas akan menjadi sesuatu yang demoralisasi, menurunkan semangat bagi para guru dan semangat para siswa-siswa,” jelasnya. 

Dampaknya nyata, siswa yang rajin menjadi tidak termotivasi karena yang tidak rajin pun tetap naik kelas. Guru pun menjadi frustrasi. 

“Buat apa mendidik bagus-bagus anak-anak itu semuanya pada akhirnya toh harus naik kelas meskipun dia nakal, kurang ajar, atau apapun, dia harus naik kelas atau lulus. Jadi harus dilihat secara komprehensif dan utuh,” papar Doni.

Apa yang perlu disiapkan pemerintah?

Jika merujuk pada pernyataan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, evaluasi kenaikan kelas ke depan tidak hanya mengacu pada kemampuan akademik atau penguasaan materi, tetapi juga perkembangan karakter peserta didik.  

Inilah titik temu dengan kritik Doni Koesoema, bahwa aturan tidak naik kelas jangan berdiri sendiri. Di mana pemerintah perlu menyiapkan: 

Standar yang jelas dan adil: Kriteria tidak naik kelas harus transparan, berbasis SKL, bukan sekadar nilai rapor atau subjektivitas guru. 

Sistem pendampingan, bukan hukuman: Siswa yang tidak naik kelas harus mendapat program remedial, konseling, dan pelibatan orangtua, bukan stigma. 

Penguatan guru: Guru harus diberi kewenangan dan pelatihan untuk melakukan asesmen autentik, bukan dipaksa meluluskan semua siswa karena tekanan administratif. 

Kembalinya aturan tidak naik kelas pada 2027/2028 bisa menjadi momentum untuk mengembalikan marwah belajar.  

Namun tanpa ekosistem yang mendukung, kebijakan ini hanya akan memindahkan masalah: dari siswa yang dipaksa lulus, menjadi siswa yang tinggal kelas tanpa solusi. 

Kini, saat presiden sudah setuju, bola ada di Kemendikdasmen untuk memastikan aturannya tidak sekadar membuat siswa takut tidak naik kelas, tetapi benar-benar membuat mereka mau belajar.

Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2026/10/20/153000765/prabowo-setuju-siswa-bisa-tidak-naik-kelas-mulai-2027-2028-efektifkah-untuk?page=2