Sabtu, 11 Juli 2026

Salinan Kepmendikdasmen Nomor 180 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Identifikasi Bakat dan Minat Murid

 

Salinan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 180 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Identifikasi Bakat dan Minat Murid dapat diunduh melalui tautan di bawah ini:

Berkas TambahanSalinan Kepmendikdasmen Nomor 180 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Identifikasi Bakat dan Minat Murid

Pengumuman Hasil OSN-K Tahap 2 Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026



Dengan hormat, Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 jenjang SD/MI/Sederajat pada tanggal 8 Juni 2026 dan jenjang SMP/MTs/Sederajat pada tanggal 11 Juni 2026. Kami sampaikan Pengumuman Hasil Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) Tahap 2 Tahun 2026. 

Silahkan Lakukan Pemetaan Status Keikutsertaan pada Web Komunikasi dan Mengikuti Uji Coba OSN-P yang akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Juli 2026.

Salam Sobat Prestasi.

Berkas Tambahan

Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2026 Tahap 2

 

Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2026 Tahap 2
Sumber : https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/pelaksanaan-ppg-bagi-guru-tertentu-tahun-2026-tahap-2

Lebih Banyak Guru Profesional untuk Indonesia, Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka

 


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Pendaftaran dibuka mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen.

Program PPG ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin meniti karier sebagai guru profesional. Melalui PPG, peserta akan mengikuti pendidikan profesi dan berkesempatan memperoleh sertifikat pendidik, yang menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti rekrutmen guru pada instansi yang membutuhkan tenaga pendidik.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan bahwa program PPG bagi Calon Guru merupakan komitmen pemerintah guna menyiapkan guru yang tidak hanya profesional berintegritas, tapi juga menjadi teladan dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. 

“Melalui PPG Calon Guru, nantinya para lulusan pendidikan tinggi memiliki kesempatan memperoleh sertifikat pendidik yang siap mengajar di berbagai daerah seluruh Indonesia,” ujar Dirjen GTK, Nunuk Suryani, di Jakarta, (2/7).

Kewajiban memiliki sertifikat pendidik juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa sertifikat pendidik menjadi bukti formal bahwa seorang guru telah memenuhi standar kompetensi dan diakui sebagai tenaga profesional.

Terkait persyaratan pendaftaran, PPG Calon Guru Tahun 2026 dapat diikuti oleh Warga Negara Indonesia yang belum terdaftar sebagai guru di Dapodik maupun Simpatika. Peserta maksimal berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember 2026, memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), serta memiliki IPK minimal 3,00. Peserta juga wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjawab Kebutuhan Guru di Berbagai Daerah

Pembukaan PPG Calon Guru Tahun 2026 disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan guru pada tahun 2027–2028 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 30 bidang studi dibuka, terdiri atas 18 bidang studi umum dan 12 bidang studi kejuruan, mulai dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Luar Biasa, hingga berbagai bidang kejuruan seperti Teknik Otomotif, Desain Komunikasi Visual, Kuliner, Perhotelan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.

Dengan membuka bidang studi berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, pemerintah berharap lulusan PPG nantinya dapat mengisi kekurangan guru pada berbagai daerah dan jenjang pendidikan baik di sekolah negeri, sekolah swasta, maupun sekolah di bawah kementerian lainnya.

Perkuliahan PPG dan Dukungan Pembiayaan

Perkuliahan PPG bagi Calon Guru dilaksanakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG. Adapun biaya pendidikan program ini sebesar Rp8,5 juta per semester atau Rp17 juta untuk dua semester. Seluruh biaya pendidikan tersebut akan diberikan dalam bentuk beasiswa (bantuan pemerintah) kepada peserta yang dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan sebagai peserta PPG Calon Guru.

Sementara itu, peserta hanya dikenakan biaya pendaftaran seleksi sebesar Rp200 ribu untuk mengikuti proses seleksi administrasi dan tes substantif. Melalui pembukaan PPG Calon Guru Tahun 2026, Kemendikdasmen mengajak lulusan perguruan tinggi yang memiliki panggilan hati untuk menjadi guru profesional agar memanfaatkan kesempatan ini. Calon peserta diimbau untuk menyiapkan dokumen persyaratan agar dapat mengikuti tahapan seleksi dengan baik. 

Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan penumbuh semangat belajar. Melalui PPG, pemerintah menyiapkan guru yang profesional dalam mendidik dan teladan dalam sikap, sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh peserta didik. 

Adapun tahapan dan jadwal seleksi sebagai berikut, pendaftaran mulai 27 Juni s.d. 25 Juli, Pengumuman hasil seleksi administrasi 26 s.d. 28 Juli, Tes Substantif 3 s.d. 7 Agustus, Pengumuman Hasil Tes Substantif 26 Agustus, Tes Wawancara 31 Agustus s.d. 16 September, dan Pengumuman Hasil Akhir Seleksi 21 September 2026.

Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026 dilakukan secara bertahap untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memiliki kompetensi akademik maupun karakter sebagai calon pendidik. Peserta yang dinyatakan tidak lulus pada salah satu tahapan tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya. Informasi lengkap mengenai persyaratan, bidang studi, tata cara pendaftaran, dan jadwal seleksi dapat diakses melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen.*** (Penulis: Destian/Dokumentasi: Tim Dit. PPG)

Sumber : https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/lebih-banyak-guru-profesional-untuk-indonesia-seleksi-ppg-calon-guru-2026-resmi-dibuka

Hasil Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2026

 

Sumber : https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/hasil-uji-kompetensi-peserta-pendidikan-profesi-guru-tertentu-periode-2-tahun-2026

    Jumat, 10 Juli 2026

    Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!

     


    Pelatih Timnas SpanyolLuis De La Fuente enggan mengomentari prospek timnya berhadapan dengan Timnas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut sang pelatih, fokus utama La Furia Roja saat ini adalah mengalahkan Timnas Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026.

    Seperti yang sudah diketahui, Timnas Spanyol akan memainkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 pada dini hari nanti. Mereka akan menantang sesama wakil Eropa, Timnas Belgia untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal.

    Spanyol yang tampil impresif selama Piala Dunia 2026 ini memang lebih banyak dijagokan untuk lolos ke babak semifinal. Masalahnya, di babak semifinal nanti mereka akan melawan tim yang sulit.

    Mereka akan berhadapan dengan finalis Piala Dunia 2022, Timnas Prancis yang baru saja menyingkirkan Timnas Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026. Apa kata De La Fuente mengenai laga kontra Prancis itu?

    Hanya Pikirkan Belgia


    Dlaam konferensi persnya jelang laga melawan Belgia, De La Fuente menolak untuk memikirkan Timnas Prancis saat ini.

    Ia menyebut bahwa Timnas Spanyol belum lolos ke babak semifinal, jadi tidak ada gunanya membicarakan Les Bleus saat ini. Baginya, fokus utama Prancis adalah untuk memenangkan pertandingan melawan Belgia.

    "Percayalah, kami tidak memikirkan itu (jumpa Prancis di semifinal), karena satu-satunya yang kami pikirkan adalah Belgia, yang akan kami hadapi besok," ujar De La Fuente.

    Yakin Yamal Bakal Bangkit


    Di sesi yang sama, De La Fuente juga ditanyai mengenai kondisi Lamine Yamal. Winger Barcelona itu memang jadi andalan De La Fuente sejauh ini.

    Namun ia tercatat baru mengemas satu gol saja di Piala Dunia 2026, sehingga banyak yang mempertanyakan kontribusi sang pemain. Namun De La Fuente percaya sang winger bakal bangkit dan bisa mencetak lebih banyak gol lagi bagi Spanyol.

    "Saya yakin bahw dia (Yamal) akan kembali tampil dengan baik di lini serang kami," pungkas sang pelatih.

    Rekam Jejak Apik


    Timnas Spanyol sendiri memiliki rekam jejak yang apik kala berhadapan dengan Belgia.

    Mereka selalu memenangkan enam pertemuan terakhir mereka melawan The Red Devils di semua ajang.

    Sumber: TRT World

    Sumber : https://www.bola.net/piala_dunia/luis-de-la-fuente-belgia-dulu-baru-prancis-47a121.html



    Selamatkan Air, Selamatkan Kehidupan: Gerakan Pencegahan Kekeringan

     


    Kekeringan yang semakin sering melanda berbagai daerah menjadi peringatan serius bagi kelangsungan hidup. Berkurangnya persediaan air bersih berdampak pada sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan. Dalam ajaran Islam, air adalah nikmat dan sumber kehidupan yang wajib dijaga, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Al-Anbiya: 30, “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”

    Kekeringan tidak semata-mata datang karena faktor alam, tetapi diperparah oleh ulah manusia, seperti penebangan hutan secara liar, pembuangan limbah, dan pemborosan air. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (2026), perubahan iklim dan kerusakan daerah resapan air menjadi penyebab utama penurunan ketersediaan air tanah. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat terasa bagi generasi mendatang.

    Islam mengajarkan prinsip untuk menjaga keseimbangan alam dan melarang perbuatan tabzir (pemborosan). Rasulullah saw. bersabda saat melihat seseorang yang berwudu secara berlebihan, “Mengapa kamu boros?” Orang itu bertanya, “Apakah ada pemborosan dalam berwudu?” Beliau menjawab, “Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir deras” (HR Ibnu Majah). Hal ini menjadi pedoman bagi umat untuk memanfaatkan air secara bijaksana.

    Upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu menanam pohon, membuat sumur resapan, memelihara mata air, dan menghindari pemborosan. Pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat perlu bersinergi. Sebagaimana perintah dalam QS Ar-Rum: 41 bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi karena perbuatan manusia, karena itu, upaya pemulihan harus dimulai dari kesadaran dan komitmen bersama untuk menjaga sumber daya air secara berkelanjutan

    Gerakan pencegahan kekeringan bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kolektif. Menjaga keberlanjutan sumber daya air berarti menyelamatkan kehidupan dan masa depan. Dengan iman, ilmu, dan tindakan nyata, kita dapat menjaga nikmat Allah Swt. agar tetap mengalir bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.

    Wallahu a'lam bi al-haqiqati al-muradih.

    Sumber : https://jabar.kemenag.go.id/opini/selamatkan-air-selamatkan-kehidupan-gerakan-pencegahan-kekeringan-76xIbN