Senin, 27 Juli 2026

Profil SMAN 15 Garut, Sekolah Unggulan Berakreditasi A di Tarogong Kidul

 


SMAN 15 Garut terus mencuri perhatian publik di dunia pendidikan Kabupaten Garut. Sekolah menengah atas berstatus negeri yang berdiri kokoh di kawasan Tarogong Kidul ini tak hanya dikenal karena prestasinya, tetapi juga memiliki komposisi murid yang cukup unik dan menarik untuk diulas. 

Berdasarkan data terbaru, SMAN 15 Garut saat ini menampung sebanyak 1.220 siswa. Uniknya, dari total keseluruhan murid tersebut, jumlah siswi perempuan mendominasi secara signifikan, yaitu mencapai 690 siswa perempuan, sementara siswa laki-laki berjumlah 530 orang. 

Dominasi kaum hawa di sekolah ini diimbangi dengan kualitas pengajaran yang mumpuni. Sebanyak 62 guru profesional di bidangnya diterjunkan untuk membimbing dan mengawal proses belajar-mengajar agar tetap berstandar tinggi. Baca Juga: Di SMAN 1 Garut, DPRD Jabar Temukan Keluhan di SPMB Sekolah Maung, Aceng Malki Usul Ada Pilihan Jalur Kedua Berdiri Sejak 1994 dan Mengantongi Akreditasi A Bukan sekolah sembarangan, SMAN 15 Garut memiliki rekam jejak panjang di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Sekolah ini resmi didirikan pada 5 Oktober 1994 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pendirian Nomor 0260/0/1994. Kualitas pendidikan di SMAN 15 Garut juga sudah teruji secara nasional. Pada 8 Desember 2021 lalu, sekolah ini resmi menyandang status Akreditasi A melalui SK BAN-SM Nomor 1347/BAN-SM/SK/2021. Hal ini membuktikan bahwa fasilitas, kurikulum, serta manajemen sekolah berada di level prima.

Alamat Lengkap dan Kontak Resmi Bagi masyarakat Garut atau calon peserta didik yang ingin berurusan langsung dengan pihak sekolah, 

SMAN 15 Garut berlokasi di area yang sangat strategis: Alamat: Jl. Panawuan No. 3A, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Masyarakat juga bisa mengakses informasi akademik maupun kegiatan non-akademik terbaru melalui kanal resmi sekolah di sman15garut.sch.id. 

Rangkuman Informasi Lengkap SMAN 15 Garut Parameter Informasi Detail 

NPSN 20209195 

Nama Sekolah SMAN 15 GARUT 

Status Sekolah Negeri Jenjang Pendidikan SMA 

Naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 

Tanggal Berdiri / Operasional 5 Oktober 1994 

No. SK Pendirian / Operasional 0260/0/1994 Akreditasi A (SK: 1347/BAN-SM/SK/2021, tgl 8 Des 2021) 

Jumlah Guru 62 Guru Profesional 

Total Siswa 1.220 Siswa (530 Laki-laki / 690 Perempuan) 

Alamat Lengkap Jl. Panawuan No. 3A, Sukajaya, Kec. Tarogong Kidul, Kab. Garut, Jawa Barat No. Telepon (0262) 2248936

Email sman15grt@gmail.com 

Website Resmi sman15garut.sch.id

Sumber : https://garut.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-5210357088/profil-sman-15-garut-sekolah-unggulan-berakreditasi-a-di-tarogong-kidul



4 Doa Pilihan dari Rasulullah saw Saat Hadapi Kemarau Panjang

 


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau akan berlangsung panjang hingga dua bulan mendatang di hampir seribu titik di seluruh Indonesia. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada minimnya air sebagai kebutuhan hidup.

Dalam menghadapi situasi demikian, umat Islam perlu waspada dan berikhtiar untuk menjaga diri. Pun dianjurkan untuk memanjatkan doa khusus kepada Allah swt agar diturunkan hujan agar terdapat air untuk kebutuhan hidup.

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Ustadz H Alhafiz Kurniawan menulis sejumlah doa saat menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada kekhawatiran pasokan air. Hal ini sebagaimana dikutip dari artikelnya berjudul Kumpulan Doa Lengkap Rasulullah saat Kemarau Panjang pada Ahad (26/7/2026). 

Pertama, doa yang dipanjatkan Rasulullah saw dalam pembukaan khutbah Shalat Istisqa sebagaimana berikut:  

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf‘alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj‘al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

Artinya, "Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kauturunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan," (HR Abu Dawud). 

Kedua, doa yang dipanjatkan Rasulullah saw saat sedang menyampaikan khutbah Jumat. Sebelumnya, ia menerima kedatangan seorang sahabat yang menceritakan bencana kekeringan. Sahabat tersebut juga meminta Rasulullah yang sedang khutbah Jumat untuk berdoa kepada Allah.

اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā. 

Artinya, "Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami," (HR Muttafaq Alaih). 

Berikutnya, lafal doa istisqa yang pernah dibaca oleh Rasulullah menurut riwayat Abu Awanah dari Sahabat Sa‘ad ra.

اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām. 

Artinya, "Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia," (HR Abu Awanah).  

Doa keempat adalah doa istisqa seekor semut di zaman Nabi Sulaiman as. Doa ini diceritakan Rasulullah saw dalam riwayat Imam Ahmad. 

اَللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ, لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ 

Allāhumma innā khalqun min khalqika, laysa binā ghinan ‘an suqyāka. 

Artinya, “Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu. Kami tidak dapat berlepas ketergantungan dari anugerah air-Mu,” (HR Ahmad). Merujuk hadits riwayat Ahmad itu, Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman as bersama rakyatnya membatalkan rencana istisqa. Sebab, Nabi Nabi Sulaiman As merasakan keistimewaan doa yang dipanjatkan oleh semut. 

Editor: Muhammad Syakir NF

sumber : https://nu.or.id/nasional/4-doa-pilihan-dari-rasulullah-saw-saat-hadapi-kemarau-panjang-Sce7Y





Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buton Tengah Buka Pelatihan Kepemimpinan Sekolah, Tekankan Integritas, Disiplin, dan Inovasi



Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buton Tengah secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Sekolah pada Sabtu (25/7/2026) pukul 19.30 WITA di Hotel Findi, Kabupaten Buton Tengah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Buton Tengah.

Pelatihan diikuti oleh 21 peserta, yang terdiri atas 4 kepala satuan PAUD, 13 kepala SD, dan 4 kepala SMP. Turut menghadiri pembukaan empat kepala sekolah mentor yang akan mendampingi peserta selama proses pelatihan berlangsung.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buton Tengah, Dr. La Ode Amaluddin, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menentukan arah dan kualitas penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.

"Integritas, disiplin, dan inovasi merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap kepala sekolah. Ketiga nilai tersebut menjadi modal penting dalam membangun budaya kerja yang profesional sekaligus mewujudkan masa depan pendidikan Kabupaten Buton Tengah yang semakin bermutu dan berdaya saing," ujar Dr. La Ode Amaluddin.

Pada sesi pembukaan, peserta juga memperoleh pemaparan mengenai Kebijakan Nasional Penguatan Kepemimpinan Sekolah yang disampaikan oleh Dr. Junaidin dari Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK), Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa pelatihan ini menggunakan Model Pelatihan Integratif–Transformatif yang dilaksanakan selama 110 Jam Pelajaran (JP). Model tersebut dirancang untuk mengintegrasikan penguatan kompetensi kepemimpinan, praktik nyata di sekolah, pendampingan oleh kepala sekolah mentor, refleksi berkelanjutan, serta pengembangan budaya mutu sehingga pembelajaran tidak berhenti pada ruang kelas pelatihan, tetapi berdampak langsung pada peningkatan kualitas pengelolaan sekolah.

Model Pelatihan Integratif–Transformatif merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Direktur KSPSTK, Dr. Iwan Junaedi, sebagai bagian dari transformasi pengembangan kompetensi kepala sekolah. Inovasi ini mendukung terwujudnya visi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu'ti, yaitu pendidikan bermutu untuk semua, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung implementasi Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Selama pelaksanaan pelatihan, peserta akan mengikuti berbagai tahapan pembelajaran yang menekankan penguatan karakter kepemimpinan, kemampuan manajerial, supervisi pembelajaran, pengambilan keputusan berbasis data, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, hingga penyusunan rencana aksi yang akan diimplementasikan di sekolah masing-masing.

Melalui pelatihan ini diharapkan lahir kepala sekolah yang memiliki kepemimpinan visioner, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Dengan dukungan pemerintah daerah, mentor, dan seluruh pemangku kepentingan, Pelatihan Kepemimpinan Sekolah di Kabupaten Buton Tengah diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin pendidikan yang menjadi motor penggerak transformasi pendidikan demi terwujudnya generasi unggul Indonesia.


#KemendikdasmenRAMAH #BCKS #KSPSTendik #PendidikanBermutuUntukSemua
Sumber : https://kspstendik.kemendikdasmen.go.id/berita/detail/kepala-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-buton-tengah-buka-pelatihan-kepemimpinan-sekolah-tekankan-integritas-disiplin-dan-inovasi

Pelatihan BCKS Kabupaten Barito Timur Dimulai, Dorong Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Sekolah

 



Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, resmi menggelar Pelatihan BCKS yang didanai melalui APBD dengan jumlah peserta sebanyak 37 orang. Kegiatan ini berlangsung mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan dihadiri langsung oleh Bupati Barito Timur, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, perwakilan BGTK, serta Direktorat KSPSTK Ditjen GTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pelatihan BCKS merupakan program strategis yang tidak sekadar pelatihan biasa. BCKS merupakan turunan dari Asta Cita yang dirancang sebagai pendekatan integratif dan transformatif dalam penguatan kepemimpinan satuan pendidikan. Program ini bertujuan mencetak kepala sekolah yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Dalam paparan kebijakan, perwakilan Direktorat KSPSTK Dr Luizah .. menegaskan pentingnya peran peserta dalam mendukung program prioritas kementerian. Para peserta diharapkan tidak hanya mengikuti pelatihan secara aktif, tetapi juga mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran dalam pengelolaan sekolah.

Pelatihan ini juga menekankan penugasan guru sebagai kepala sekolah melalui skema reguler dan non-reguler, sebagai bagian dari strategi percepatan pemenuhan kebutuhan kepemimpinan pendidikan yang berkualitas. Selain itu, terdapat penambahan materi yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini, seperti penguatan keterkaitan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta pendidikan inklusif.

Penguatan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan ini, disertai berbagai materi lain yang mendukung pengembangan kompetensi profesional, sosial, dan kepribadian dari kepala sekolah. Selain itu pemahaman terkait pendekatan pembelajaran mendalam (PM) dan koding, kecerdasan artificial (KKA) turut melengkapi rangkaian materi di sesi kebijakan. Peserta juga mendapatkan pembaruan terkait informasi Sekolah Model yang diharapkan dapat menjadi rujukan dalam peningkatan mutu pendidikan.

Dengan pelaksanaan pelatihan BCKS ini, diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin sekolah yang mampu membawa perubahan nyata serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Barito Timur secara berkelanjutan.


#KemendikdasmenRAMAH #BCKS #KSPSTendik #PendidikanBermutuUntukSemua
Sumber : https://kspstendik.kemendikdasmen.go.id/berita/detail/pelatihan-bcks-kabupaten-barito-timur-dimulai-dorong-pengembangan-kompetensi-kepemimpinan-sekolah

Pengumuman Hasil Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN Periode Juli 2026

 


Berkenaan dengan telah dilaksanakannya rangkaian Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN pada tanggal 7, 8, 9, 11, 12, dan 13 Juli 2026, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Hasil Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang dan Perpindahan Jabatan dari Jabatan Lain ke Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN sebagaimana terlampir, bagi peserta yang dinyatakan lulus mendapatkan sertifikat yang dapat diunduh pada tautan https://s.id/SertifikatUjikomJul2026;
  2. Peserta yang dinyatakan tidak lulus dapat diusulkan untuk mengikuti uji kompetensi ulang (remedial) pada periode berikutnya. Daftar peserta, materi dan metode uji kompetensi ulang (remedial) dapat diakses pada tautan https://s.id/RemedialUjikomJuli2026; dan
  3. Keputusan mengenai hasil akhir Uji Kompetensi ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Selengkapnya dapat dilihat pada dokumen berikut:

Pengumuman Hasil Uji Kompetensi JFMASN Periode Juli 2026

Sumber : https://www.bkn.go.id/pengumuman-hasil-uji-kompetensi-jabatan-fungsional-di-bidang-manajemen-asn-periode-juli-2026/

Kepala BKN Prof. Zudan Inisiasi Program ASN Dekat Keluarga: Pengeluaran Berkurang, Kinerja Meningkat

 


Humas BKN, Dengan semangat mewujudkan lingkungan kerja yang berkinerja lebih produktif, efektif, dan berorientasi pada kebahagian dan kesejahteraan pegawai, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan menginisiasi terobosan manajemen ASN melalui program “Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga”. Pada tahap awal, program ini sudah mulai diuji coba bagi pegawai BKN dengan menempatkan pegawai yang ada di lingkup Kantor Pusat, Kantor Regional, dan UPT BKN agar bekerja lebih dekat dengan domisili dan keluarganya.

Kepala BKN, Prof. Zudan, mengatakan kebijakan ini dilatarbelakangi dari keyakinannya bahwa pegawai yang memiliki keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan (work-life balance) akan mampu memberikan kinerja yang lebih optimal. Dengan bekerja lebih dekat dengan keluarga, menurutnya, ASN bisa meningkatkan motivasi bekerja sekaligus memiliki ruang yang lebih baik dalam menjalankan peran sebagai orang tua maupun anggota keluarga.

“Untuk tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini untuk ASN BKN agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga. Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun akomodasi akibat tinggal berjauhan dengan keluarga,” ujar Prof. Zudan, Kamis (23/07/2026).

Selain meningkatkan kualitas hidup pegawai, program ini juga menjadi upaya BKN untuk membantu ASN melakukan efisiensi pengeluaran rumah tangga. Prof. Zudan menyampaikan bahwa selama ini tidak sedikit ASN yang harus hidup terpisah dari keluarga karena penempatan kerja sehingga harus menanggung biaya perjalanan, tempat tinggal, maupun kebutuhan rumah tangga di dua lokasi berbeda. Dengan penempatan yang lebih dekat dengan domisili, beban tersebut diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Prof. Zudan juga menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk inovasi kebijakan yang relevan dengan kondisi saat ini. Ketika peningkatan kesejahteraan melalui penyesuaian pendapatan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, ia berharap pengurangan beban pengeluaran menjadi salah satu solusi yang dapat ditempuh tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Program ini untuk sementara masih diterapkan sebagai uji coba di lingkungan internal BKN. Selama implementasinya ke depan, BKN akan melakukan evaluasi dampaknya terhadap produktivitas pegawai, efektivitas organisasi, serta kualitas layanan kepada masyarakat. Hasil evaluasi nantinya dapat menjadi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan ASN berbasis kesejahteraan dan kinerja.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pegawai BKN, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengelolaan ASN yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pegawai tanpa mengesampingkan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas. Semoga program BKN ini bisa menginspirasi pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga. Semoga bermanfaat,” tegasnya.

Lewat uji coba program mendekatkan ASN dengan keluarga dan domisili ini, BKN ingin menghadirkan inovasi dalam manajemen ASN yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan pegawai sebagai aset utama birokrasi. Dengan pegawai yang lebih bahagia, lebih dekat dengan keluarga, serta memiliki beban ekonomi yang lebih ringan, diharapkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin meningkat.

Sumber : https://www.bkn.go.id/kepala-bkn-prof-zudan-inisiasi-program-asn-dekat-keluarga-pengeluaran-berkurang-kinerja-meningkat/

Kamis, 23 Juli 2026

Guru Besar UI, Prof. Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D. Tawarkan Konsep Kepemimpinan Diri dalam Konteks Budaya Indonesia

 


Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Prof. Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D., sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi (FPsi) UI, di Balai Sidang Kampus UI Depok, pada Rabu (10/6). Pada pengukuhan yang dipimpin oleh Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., tersebut, Prof. Debora menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Kepemimpinan Diri dalam Perspektif Teori Kognitif Sosial: Peran Agensi Individu, Sosial, dan Lingkungan.

Dalam pidatonya, Prof. Debora menyoroti pentingnya kepemimpinan diri (self-leadership) di tengah perubahan lanskap dunia kerja yang semakin digital dan fleksibel. Menurutnya, sistem kerja hibrida dan digital telah mengurangi pengawasan langsung dari atasan maupun institusi sehingga individu dituntut untuk mampu mengelola dirinya sendiri, mulai dari menentukan prioritas hingga menjaga motivasi dalam bekerja.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan diri merupakan proses sadar untuk mengarahkan dan memotivasi diri demi mencapai tujuan. Konsep ini dinilai semakin relevan karena keberhasilan seseorang tidak lagi hanya bergantung pada pengawasan eksternal, melainkan juga pada kemampuan mengelola perilaku dan dorongan dari dalam dirinya sendiri.

“Banyak orang sibuk mencari cara memengaruhi orang lain, tetapi justru lupa bagaimana mengarahkan diri mereka sendiri. Di sinilah pentingnya self-leadership atau kepemimpinan diri, sebuah proses sadar untuk mengarahkan dan memotivasi diri demi mencapai tujuan,” ujar Prof. Debora.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepemimpinan diri berbeda dengan manajemen diri (self-management). Manajemen diri berfokus pada penyelesaian tugas sesuai standar yang ditetapkan organisasi, sedangkan kepemimpinan diri mencakup aspek yang lebih mendalam, seperti nilai hidup, otentisitas, dan pencarian makna dalam pekerjaan yang dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kepemimpinan diri terbukti memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja individu dibandingkan kemampuan manajemen diri semata. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memimpin diri sendiri menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Dalam pidatonya, Prof. Debora juga menawarkan perspektif baru mengenai konsep kepemimpinan diri yang selama ini banyak dikembangkan di negara-negara Barat. Menurutnya, teori yang lahir dari budaya individualis belum sepenuhnya menggambarkan cara masyarakat Indonesia mengelola dirinya dalam kehidupan sosial dan pekerjaan.

Melalui pendekatan Teori Kognitif Sosial yang dikembangkan Albert Bandura, Prof. Debora memperkenalkan konsep interdependent agency, yaitu kemampuan individu untuk memimpin dirinya melalui keterhubungan dengan orang lain. Dalam konteks budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan dan harmoni kelompok, kepemimpinan diri tidak dimaknai sebagai sikap individualistis, melainkan kemampuan menyeimbangkan tujuan pribadi dengan kepentingan kolektif.

Dari rekontekstualisasi tersebut, muncul dimensi baru yang disebut Relation-Based Natural Reward atau penghargaan alamiah berbasis relasi. Konsep ini menjelaskan bahwa rasa memiliki, penerimaan sosial, dan hubungan yang hangat dengan rekan kerja dapat menjadi sumber motivasi intrinsik yang sama kuatnya dengan otonomi dalam bekerja.

Prof. Debora mengatakan bahwa berbagai penelitian selama tiga dekade terakhir menunjukkan kepemimpinan diri memberikan dampak positif pada berbagai aspek kehidupan individu. Kepemimpinan diri terbukti mampu meningkatkan keyakinan terhadap kemampuan diri, fleksibilitas berpikir, kebahagiaan, ketangguhan, kreativitas, inovasi, serta kualitas hubungan antara atasan dan bawahan.

Selain itu, kepemimpinan diri juga berperan sebagai sumber daya psikologis yang membantu individu menghadapi tekanan kerja. Pada profesi yang memiliki tuntutan tinggi, seperti perawat, kemampuan tersebut terbukti membantu mencegah kelelahan psikologis atau burnout.

Menutup pidatonya, Prof. Debora mengingatkan bahwa esensi kepemimpinan diri sebenarnya telah lama hadir dalam nilai-nilai budaya Indonesia. Ia mencontohkan filosofi Ki Hadjar Dewantara, Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, yang mengandung makna bahwa seseorang perlu mampu menjadi teladan, penyemangat, dan pendorong bagi dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

Sebagai akademisi, Prof. Debora aktif menghasilkan berbagai publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Fokus kajian dan penelitiannya banyak berkaitan dengan psikologi kerja dan organisasi, kepemimpinan, pemberdayaan, thriving at work, serta isu-isu psikologi dalam masyarakat perkotaan. Karya-karyanya telah dipublikasikan pada berbagai jurnal internasional bereputasi seperti Current PsychologySA Journal of Industrial Psychology, dan Global Journal of Environmental Science and Management.

Sebelum dikukuhkan sebagai guru besar, Prof. Debora menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu perpustakaan di Fakultas Sastra UI pada tahun 1996, kemudian meraih gelar Magister Psikologi di kampus yang sama, dan menyelesaikan pendidikan doktoral di Erasmus Universitiet Rotterdam, Belanda, pada bidang Psychology pada tahun 2016. Pengukuhan ini menambah jajaran Guru Besar UI yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan psikologi.

Sumber: Universitas Indonesia