Tampilkan postingan dengan label NUSANTARA SEHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NUSANTARA SEHAT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2026

5 Taman di Jakarta yang Buka 24 Jam, Bisa Jadi Pilihan Wisata Malam Gratis

 


Jakarta kini menawarkan pilihan baru bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota setelah matahari terbenam.  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta resmi mengoperasikan lima taman selama 24 jam sebagai alternatif wisata malam selain pusat perbelanjaan dan kawasan kuliner.

Pengoperasian taman itu menjadi bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang menyediakan ruang publik berkualitas bagi warga dan wisatawan. Taman-taman tersebut dapat diakses sepanjang hari dengan ruang hijau yang aman, nyaman, dan gratis.

Lima taman yang menjadi pionir yakni Lapangan Banteng dan Taman Menteng di Jakarta Pusat, serta Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jakarta Selatan. Masing-masing taman menawarkan karakter dan aktivitas berbeda sesuai minat pengunjung.

5 karakter taman 24 jam

Taman Lapangan Banteng menjadi pilihan untuk menikmati suasana malam Jakarta. Air mancur menari, amfiteater terbuka, plaza komunitas, dan jalur pedestrian yang tertata menyediakan ruang bersantai sekaligus lokasi berburu fotografi perkotaan. Saat malam, pencahayaan artistik memberikan nuansa berbeda di kawasan tersebut.

Bagi wisatawan yang menyukai olahraga, Taman Menteng memiliki lapangan basket, area joging, dan ruang terbuka yang ramai digunakan komunitas olahraga. Suasana tersebut memungkinkan pengunjung melihat aktivitas masyarakat Jakarta hingga malam hari.

Pilihan lainnya adalah Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di kawasan Blok M. Taman ini memadukan ruang hijau dengan fasilitas membaca, area diskusi, akses Wi-Fi, dan ruang komunitas. Lokasinya yang terhubung dengan mass rapid transit (MRT) Jakarta juga memudahkan wisatawan yang menggunakan transportasi umum.

Sementara itu, Taman Ayodya dan Taman Langsat menawarkan suasana lebih tenang dengan danau, pepohonan rindang, serta jalur pejalan kaki. Kedua taman ini cocok bagi wisatawan yang ingin bersantai setelah menjelajahi hiruk-pikuk ibu kota.

Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, seluruh taman dilengkapi penerangan LED, kamera CCTV, petugas keamanan dan kebersihan, toilet, musala, hingga mesin penjual otomatis. Fasilitas tersebut mendukung wisata malam di ruang terbuka bagi keluarga maupun wisatawan solo.

Pengalaman itu juga dirasakan Erwin Ernowo yang rutin berlatih bersama komunitas basket di Taman Menteng.
"Saya bersama teman-teman komunitas basket sering latihan di sini. Selain area outdoor dengan udara yang segar, kami juga bisa latih tanding dengan tim lain. Bahkan, kadang mendapat informasi jadwal pertandingan dari tim basket idola kita," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (8/9/2026). 

Bagi industri pariwisata, kehadiran taman 24 jam memperkaya pilihan atraksi urban di Jakarta. Wisatawan tidak hanya dapat mengenal ibu kota melalui gedung pencakar langit, pusat belanja, atau wisata kuliner, tetapi juga melalui ruang publik yang hidup sepanjang hari. Dengan akses melalui MRT, TransJakarta, maupun transportasi daring, taman-taman itu berpotensi menjadi salah satu pilihan dalam itinerary wisata malam di Jakarta.

Transformasi tersebut menunjukkan bahwa daya tarik kota modern tidak hanya dibangun melalui infrastruktur megah, tetapi juga ruang publik yang menghadirkan pengalaman wisata inklusif, berkelanjutan, dan dekat dengan kehidupan warga.

Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2026/09/09/09010011/5-taman-di-jakarta-yang-buka-24-jam-bisa-jadi-pilihan-wisata-malam-gratis

Senin, 20 Juli 2026

Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak Perkuat Sinergi Perlindungan Anak di Satuan Pendidikan

 


Bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) di Satuan Pendidikan resmi diluncurkan sebagai upaya memperkuat perlindungan anak melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
 
Peluncuran Gernas RANA menjadi momentum untuk mengonsolidasikan upaya perlindungan anak secara lebih terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Gerakan ini menegaskan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak belajar di lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya secara utuh, baik dari aspek fisik, psikologis, sosial, maupun digital.
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak sangat penting bagi masa depan bangsa. Menurutnya, dampak kekerasan terhadap anak dapat memengaruhi perkembangan mereka dalam jangka panjang.
 
Ia menjelaskan, ruang aman dan nyaman bagi anak harus diwujudkan di empat lingkungan utama, yakni keluarga sebagai tempat pertama anak memperoleh kasih sayang, satuan pendidikan, ruang publik, serta ruang digital yang kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan anak.
 
“Kalian semua berhak berada di lingkungan yang aman dan nyaman. Kalau melihat atau mengalami kekerasan, jangan ragu melapor kepada guru maupun orang tua. Kita harus bersama-sama menjaga agar sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar,” pesan Menko Pratikno kepada para murid.
 
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa semangat Gernas RANA sejalan dengan komitmen Kemendikdasmen dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026. Implementasi ini juga telah dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki sekolah melalui pelaksanaan MPLS Ramah.
 
“Melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak, kami tidak hanya ingin menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga, masyarakat, dan ruang digital,” ujar Mendikdasmen.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menekankan bahwa perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka. “Bunda berharap mulai saat ini kita saling menjaga teman, saling menghormati, dan tidak ada lagi bullying di mana pun anak-anakku berada. Mari kita jaga bersama-sama,” tutur Menteri Arifah.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa momentum peluncuran Gernas RANA sekaligus menjadi penguatan implementasi berbagai kebijakan Kemendikdasmen yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.
 
Kemendikdasmen telah mengintegrasikan semangat Gernas RANA melalui sejumlah kebijakan, antara lain MPLS Ramah, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan. Ketiga kebijakan tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
 
Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak Dirasakan di Berbagai Daerah
 
Semangat menciptakan ruang aman dan nyaman juga dirasakan langsung oleh peserta didik di berbagai daerah. Putri, siswi SMA Negeri 4 Pekanbaru, mengaku merasakan suasana yang hangat sejak mengikuti MPLS di sekolah barunya.
 
“Kami tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga mendapat banyak edukasi yang sudah disiapkan sekolah. Saya berharap semua murid baru bisa memperoleh pembelajaran yang bermanfaat selama MPLS,” ujarnya.
 
Hal serupa disampaikan Kepala TK IT Ar Rajwaa Samarinda, Nuridah. Menurutnya, menciptakan ruang aman dan nyaman dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menyambut setiap anak dengan senyum, salam, dan sapa agar mereka merasa diterima sejak hari pertama. Sekolah juga memastikan lingkungan belajar tetap bersih, aman, serta menyediakan sarana bermain yang sesuai dengan usia anak sehingga mereka dapat belajar dan berkembang dengan nyaman.

 

Siaran Pers 
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 
Nomor: 581/sipers/A6/VII/2026

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id

Senin, 23 Februari 2026

Surat Edaran 3 Menteri Tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi

 


Dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan untuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, terampil, dan memiliki jiwa sosial, dan cinta tanah air dan bangsa, serta guna mendukung kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan dan setelah Hari Raya Idullitri dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan unduh file di bawah ini.

 

Penulis: Pengelola Web Kemendikdasmen

Editor: Editor BKHM

Rabu, 13 Maret 2019

PENDAFTARAN NUSANTARA SEHAT TEAM BASED PERIODE I TAHUN 2019

Kementerian Kesehatan kembali membuka peluang bagi putra dan putri terbaik Bangsa untuk bergabung menjadi Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat Team Based Periode I Tahun 2019, dengan ketentuan sebagai berikut :
Jenis tenaga kesehatan yang dibutuhkan :
  1. Dokter
  2. Dokter gigi
  3. Bidan
  4. Tenaga Kesehatan Lingkungan
  5. Tenaga Kesehatan Masyarakat
  6. Ahli Teknologi Laboratorium Medik
  7. Tenaga Kefarmasian
  8. Tenaga Gizi
Persyaratan Pendaftaran :
  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Usia maksimal 35 tahun untuk dokter dan dokter gigi, 30 tahun untuk tenaga kesehatan lainnya
  3. Tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi lain pemerintah/swasta dan tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS/Calon Anggota TNI/Polri serta Anggota TNI/Polri
  4. Belum menikah, dan bersedia tidak menikah selama 6 bulan masa penugasan
  5. Sehat jasmani rohani
  6. Bebas narkoba
  7. Berkelakuan baik
  8. Wajib memiliki STR yang masih berlaku (Surat Keterangan STR yang sedang diproses tidak berlaku/tidak diterima)
  9. Bersedia ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan Kementerian Kesehatan
  10. Berpartisipasi pada program Jaminan Kesehatan Nasional dibuktikan dengan memiiki Kartu Indonesia Sehat (KIS)

File-file yang harus diupload saat pendaftaran :
1. Pas Foto
2. Scan Ijasah
3. Scan STR yang masih berlaku
4. Scan KTP
5. Scan Kartu Keluarga
6. Sertifikat pelathan
Semua file yang diupload harus kurang dari 250kb

**Bagi peserta yang sudah pernah mengikuti proses pendaftaran pada periode yang lalu, akun masih dapat digunakan untuk mendaftar nusantara sehat team based/individual dan apabila lupa password dapat mengakses menu lupa password pada saat login.


PENDAFTARAN
Jadwal Pendaftaran                               : 8 s/d 17 Maret 2019
Informasi Pendaftaran Melalui Website   : www.nusantarasehat.kemkes.go.id

Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi HALO KEMKES :
                                    Telp                 :   (021) 1500567
                                    Fax                  :   021-52921669                                   
                                                                                   
 Pengumuman Resmi DISINI
=========================================== SALAM SEHAT =====================================