Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Lengkap Dan Terbaru

 


Mengacu pada rangkuman seleksi nasional sekolah kedinasan tahun 2026, terdapat 29 sekolah kedinasan yang berada di bawah berbagai kementerian dan lembaga negara. Berikut daftar dan pembagiannya berdasarkan bidang:
 
Sekolah Kedinasan Bidang Transportasi Darat
  • Politeknik Transportasi Darat Indonesia
  • Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun
  • PKTJ Tegal
  • Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang
  • Politeknik Transportasi Darat Bali

Sekolah Kedinasan Bidang Pelayaran

  • Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
  • Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
  • Politeknik Pelayaran Surabaya
  • Politeknik Pelayaran Semarang
  • Politeknik Pelayaran Sumatera Barat
  • Politeknik Pelayaran Banten
  • Politeknik Pelayaran Aceh
  • Politeknik Pelayaran Barombong
  • Politeknik Pelayaran Sorong
  • Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara

Sekolah Kedinasan Bidang Penerbangan

  • Politeknik Penerbangan Indonesia Curug
  • Politeknik Penerbangan Makassar
  • Politeknik Penerbangan Medan
  • Politeknik Penerbangan Surabaya
  • Politeknik Penerbangan Palembang
  • Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi

Sekolah Kedinasan Bidang Statistik, Pemerintahan, dan Intelijen

  • Politeknik Statistika STIS
  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Sekolah Tinggi Intelijen Negara

Sekolah Kedinasan Bidang Keuangan, Cuaca, dan Keamanan Siber

  • PKN STAN
  • Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
  • Politeknik Siber dan Sandi Negara

Sekolah Kedinasan Baru Tahun 2026
Politeknik Pengayoman Indonesia (di bawah Kementerian Hukum) Poltekip & Poltekim

Sumber : https://www.plcpekanbaru.com/artikel/detail/778/daftar-sekolah-kedinasan-2026-lengkap-dan-terbaru/

Sekolah Kedinasan 2026: Daftar, Syarat, dan Jurusan yang Tersedia Tanpa Biaya Kuliah

 


Sekolah kedinasan tetap menjadi primadona di tahun 2026 karena menawarkan kepastian karier sebagai Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) serta pembebasan biaya pendidikan hingga lulus. Bagi Anda yang ingin melanjutkan studi tanpa membebani finansial orang tua, jalur ini adalah kesempatan emas.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai daftar instansi, syarat, dan jurusan yang tersedia.


1. Daftar Instansi Sekolah Kedinasan Terpopuler 2026

Hampir seluruh instansi ini membebaskan biaya kuliah (UKT) dan memberikan uang saku atau fasilitas asrama selama masa pendidikan:

  • PKN STAN (Kemenkeu): Fokus pada pengelolaan keuangan negara, akuntansi, dan pajak.
  • IPDN (Kemendagri): Mencetak calon pemimpin birokrasi dan pemerintahan daerah.
  • Politeknik Statistika STIS (BPS): Ahli data dan statistik untuk kebutuhan nasional.
  • STMKG (BMKG): Spesialis cuaca, iklim, dan kegempaan.
  • STIN (BIN): Pendidikan khusus bagi calon agen intelijen negara.
  • Poltek SSN (BSSN): Fokus pada keamanan siber dan kriptografi (sandi negara).
  • Poltekpin & Poltek Imipas (Kemenkumham): Mencetak tenaga ahli di bidang pemasyarakatan dan imigrasi.
  • Sekolah Kedinasan Kemenhub: Terdiri dari puluhan politeknik transportasi darat, laut, dan udara (seperti STTD, STIP, dan PPI Curug).

2. Syarat Umum Pendaftaran 2026

Secara umum, persyaratan di berbagai instansi memiliki pola yang hampir sama:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Usia: Minimal 16 tahun dan maksimal 21-23 tahun (tergantung instansi).
  • Latar Belakang Pendidikan: Lulusan SMA/MA/SMK sederajat (lulusan 2026 maupun gap year biasanya diperbolehkan).
  • Nilai Rapor/Ijazah: Memiliki nilai rata-rata tertentu (umumnya minimal 70.00 – 75.00).
  • Kesehatan Fisik: Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (untuk jurusan teknis), dan memenuhi standar tinggi badan (biasanya pria min. 160-165 cm, wanita min. 155-160 cm).
  • Status Pernikahan: Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.

3. Jurusan Unggulan yang Tersedia

BidangContoh Program Studi
KeuanganAkuntansi Sektor Publik, Kebendaharaan Negara, Pajak.
Teknologi & DataKomputasi Statistik, Rekayasa Keamanan Siber, Rekayasa Kriptografi.
PemerintahanPraktik Peradilan Tata Praja, Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik.
Sains & TeknisMeteorologi, Instrumentasi Geofisika, Teknik Pesawat Udara.
Keamanan & HukumAgen Intelijen, Hukum Keimigrasian, Teknik Pemasyarakatan.

4. Tahapan Seleksi (Alur Pendaftaran)

Seluruh pendaftaran dilakukan secara terpusat melalui portal SSCASN BKN (dikdin.bkn.go.id).

  1. Pendaftaran Akun: Menggunakan NIK dan Nomor KK.
  2. Seleksi Administrasi: Verifikasi dokumen seperti ijazah, rapor, dan foto.
  3. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD): Ujian berbasis komputer (CAT) yang meliputi TWK (Wawasan Kebangsaan), TIU (Intelektual Umum), dan TKP (Karakteristik Pribadi).
  4. Tes Lanjutan: Meliputi tes kesehatan, tes kebugaran fisik (samapta), psikotes, dan wawancara.

Persiapan yang matang sejak dini, terutama untuk menghadapi tes SKD dan menjaga kebugaran fisik, adalah kunci utama kelulusan di sekolah kedinasan yang persaingannya sangat ketat.

Universitas Ma’soem menghargai setiap proses belajar Anda dan menyediakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter serta kompetensi profesional. Di sini, tersedia berbagai program jurusan unggulan yang kurikulumnya dirancang khusus untuk memenuhi standar industri global saat ini.

Website: masoemuniversity.ac.id

Instagram: @masoem_university


Sumber : https://masoemuniversity.ac.id/artikel/sekolah-kedinasan-2026-daftar-syarat-dan-jurusan-yang-tersedia-tanpa-biaya-kuliah/

MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang


 

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 akan mulai berjalan pada 14 Juli 2026 secara bertahap dalam empat gelombang. Pola ini dipilih untuk memastikan seluruh sarana pendidikan dan asrama benar-benar siap sebelum siswa baru datang.

“MPLS dimulai bertahap bukan tanda ketidakpastian, tetapi bentuk tanggung jawab. Kami tidak ingin anak-anak datang ke tempat yang sarananya belum benar-benar siap. Setiap titik harus aman dan nyaman sebelum kami menyambut mereka,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026).

Pelaksanaan MPLS secara bertahap didasarkan pada tiga pertimbangan utama, yaitu kesiapan fungsional sarana prasarana, keamanan dan kenyamanan siswa, serta ketersediaan utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi.

“Sekolah yang sarananya belum sepenuhnya siap tidak dipaksakan menerima siswa demi keamanan. Ruang kelas, asrama, serta fasilitas pendukung harus dipastikan siap huni sebelum siswa datang,” katanya.

Sebanyak 101 Sekolah Rakyat akan melaksanakan MPLS dengan pembagian empat gelombang, yakni 19 Sekolah Rakyat Permanen gelombang I pada 14 Juli, 63 Sekolah Rakyat Permanen gelombang II pada 31 Juli, 8 Sekolah Rakyat rintisan Jabodetabek pada 15 Agustus, dan 11 Sekolah Rakyat permanen gelombang IV pada 31 Agustus.

Gus Ipul menjelaskan, seluruh gelombang menggunakan kerangka MPLS yang sama, yakni 19 hari pelaksanaan dalam empat fase yang ramah anak sebagai bagian dari program persiapan selama kurang lebih tiga bulan sebelum memasuki pembelajaran reguler dan kehidupan berasrama penuh.

“MPLS merupakan bagian dari program persiapan yang berlangsung kurang lebih tiga bulan. Setelah MPLS dilanjutkan dengan matrikulasi, kemudian siswa memasuki program pembelajaran reguler dan program keasramaan,” jelasnya.

Program persiapan tersebut terdiri atas 19 hari MPLS dan sekitar 2,5 bulan matrikulasi. Pada tahap ini, siswa dikenalkan pada potensi dirinya, warga sekolah, kurikulum, serta lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama.

Selain itu, MPLS memuat 36 materi yang dikelompokkan dalam tujuh tema. Yaitu, pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, literasi dan numerasi, kesehatan dan perlindungan anak, literasi digital, kedisiplinan, hingga pencegahan perilaku berisiko seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan judi online alias judol.
 

Selama MPLS, seluruh siswa juga akan menjalani cek kesehatan gratis, asesmen psikologis dan pemetaan potensi diri, serta pendampingan pembiasaan hidup berasrama. Pada lima hari awal, siswa akan didampingi Taruna TNI-Polri untuk membantu pembentukan disiplin dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

Gus Ipul menegaskan, seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan dengan prinsip ramah anak dan nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan.

“Tidak ada kekerasan seksual, kekerasan fisik, perundungan maupun intoleransi. Jika terjadi kekerasan, pelakunya langsung diberhentikan. Tidak ada surat peringatan pertama ataupun kedua,” tegasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan multi-entry, multi-exit, sehingga siswa dapat bergabung sepanjang tahun ajaran sesuai kesiapan satuan pendidikan.

“MPLS bertahap sejalan dengan filosofi multi-entry, multi-exit. Ini bukan indikasi keterlambatan, melainkan desain sistem penerimaan Sekolah Rakyat. Setiap siswa baru, dari gelombang mana pun, terlebih dahulu mengikuti matrikulasi sebelum belajar bersama siswa existing,” ujar Gus Ipul.

Terakhir, Gus Ipul mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat melalui Call Center 021-171 atau WhatsApp Center 0887-7171-171. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial.

“Kami ingin masyarakat melihat langsung bagaimana Sekolah Rakyat bekerja. Karena itu kami membuka ruang pengawasan publik agar seluruh proses berlangsung aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak,” pungkasnya.
Sumber : https://kemensos.go.id/pencarian/MPLS-Sekolah-Rakyat-Digelar-Bertahap-Empat-Gelombang


Selasa, 14 Juli 2026

Skema Beasiswa (Jenis dan karakteristik beasiswa LPDP berdasarkan jenjang, tujuan studi, dan fokus program) Tahun 2026

Skema Beasiswa

Perbaikan mendasar atas Skema Beasiswa LPDP 2026 dilakukan melalui pengintegrasian seluruh jenjang program beasiswa ke dalam satu platform end-to-end, mulai dari program non-degree, vokasi, sarjana, magister, doktor, hingga pendidikan dokter spesialis. Integrasi tersebut tidak hanya menyatukan alur pendaftaran, seleksi, pembiayaan, pemantauan, hingga pengelolaan alumni, tetapi juga menyatukan berbagai program beasiswa lintas Kementerian dan Lembaga yang meliputi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; Kementerian Agama; Kementerian Kebudayaan; serta LPDP dalam satu ekosistem talenta nasional. Dengan pendekatan ini, Beasiswa LPDP 2026 bertransformasi dari skema yang sebelumnya terfragmentasi baik dari segi program maupun pengelola beasiswa menjadi sistem terpadu yang lebih terintegrasi dan berorientasi dampak.


Program Beasiswa LPDP 2026 difokuskan untuk mendukung pengembangan industri strategis sebagai mesin pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Saat ini, ketersediaan sumber daya manusia di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) masih terbatas, baik dari sisi jumlah maupun kualitas, sehingga berpotensi menghambat akselerasi industrialisasi dan peningkatan produktivitas. Bonus demografi Indonesia yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2038 akan optimal dampaknya apabila mampu dikonversi menjadi peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penyediaan SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan industri strategis dan riset. Dalam kerangka tersebut, pengembangan industri melalui peningkatan kualitas talenta dilaksanakan melalui ekosistem terpadu yang melibatkan sinergi antara bidang STEM dan non-STEM, di mana keduanya saling melengkapi untuk membentuk struktur ekonomi yang harmonis, inovatif, dan berdaya saing.

Buku Panduan Program Beasiswa dan User Manual Penggunaan Aplikasi

Halaman ini memuat kumpulan booklet resmi program Beasiswa LPDP yang dapat digunakan sebagai referensi awal bagi calon pendaftar. Setiap booklet berisi informasi lengkap mengenai tujuan program, sasaran pendaftar, cakupan pendanaan, serta ketentuan umum masing-masing skema beasiswa.





Sumber : https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/

Senin, 13 Juli 2026

Rujukan Kegiatan MPLS Ramah 2026

Untuk menanamkan sejak dini budaya sekolah aman dan nyaman pada murid baru diperlukan upaya pengenalan lingkungan sekolah guna menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga satuan pendidikan.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau nama lainnya yang selanjutnya disebut MPLS adalah  adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan.


MPLS diselenggarakan oleh satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal  dalam bentuk taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa.

MPLS diselenggarakan untuk pengenalan : 

  • potensi diri Murid : bakat dan minat yang dimiliki Murid
  • warga Sekolah : Murid, Kepala Sekolah, Guru, dan tenaga kependidikan selain pendidik
  • kurikulum :  seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  • lingkungan Sekolah : tempat Murid dalam menjalankan kegiatan pendidikan baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
MPLS diselenggarakan bagi Murid baru pada awal tahun ajaran dan dilaksanakan berdasarkan asas Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Penyelenggaraan MPLS dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan.

Tindakan pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.

  • Pusat Panggilan ULT Kemendikdasmen: 177
  • Kanal pengaduan LAPOR Kemendikdasmen : DISINI


Untuk Taman Kanak-Kanak (TK)

Untuk Sekolah Dasar (SD)







Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)



Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)


Sumber : https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/mplsramah/

MPLS Ramah Tahun 2026

 


MPLS

Ramah

Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah

#MPLSRamah2026 #AmanNyamandiSekolah

MPLS Ramah 2026 Pastikan Hari Pertama Sekolah Aman, Nyaman, dan Menggembirakan



Hari pertama sekolah menjadi momen yang membekas bagi setiap anak. Kesan yang mereka rasakan saat pertama kali memasuki lingkungan baru akan memengaruhi rasa percaya diri, semangat belajar, hingga kemampuan beradaptasi. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 agar setiap murid baru memperoleh pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sejak hari pertama di sekolah.

Guna mewujudkan MPLS yang kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026, Kemendikdasmen terus menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah. Regulasi baru ini membawa sejumlah pembaruan, di antaranya pelaksanaan MPLS selama lima hari, kewajiban sekolah menyosialisasikan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi pelaksanaan MPLS.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, sebelumnya menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap murid sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak.

Senada dengan itu, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menjelaskan bahwa seluruh pelaksanaan MPLS berlandaskan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. "Seluruh pelaksanaan MPLS berlandaskan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sehingga setiap murid dapat mengenal lingkungan sekolah dalam suasana yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembangnya," katanya.

Pada kesempatan berbeda, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, mengatakan sekolah tidak hanya bertugas melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga menjadi ruang yang membuat setiap anak merasa aman, diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia.

"Momentum tersebut dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki sekolah. Kesan pertama yang mereka rasakan akan sangat memengaruhi semangat belajar, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah memiliki peran yang sangat penting," ujar Yuli Haryanto dalam webinar Bincang SMA bertajuk "Sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jenjang SMA: MPLS Ramah, Sekolah Aman, Belajar Nyaman, Tumbuh Berkarakter" yang disiarkan melalui kanal YouTube Direktorat SMA, beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, pelaksanaan MPLS harus berlangsung secara edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun praktik yang merendahkan martabat peserta didik. "Semangat MPLS Ramah mengajak kita menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sekaligus memuliakan setiap anak sebagai pribadi yang memiliki hak, potensi, dan cita-cita," katanya.

Yuli menambahkan, keberhasilan MPLS memerlukan kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. "Dengan pemahaman dan komitmen yang sama, setiap sekolah diharapkan mampu menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. MPLS juga harus menjadi momentum mengenali karakter, potensi, serta kebutuhan belajar murid sejak hari pertama mereka berada di sekolah," ujarnya.

Praktik MPLS Ramah

Praktik MPLS Ramah telah diterapkan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala sekolah, Sri Moerni, mengatakan bahwa MPLS Ramah menjadi awal membangun kebersamaan antara sekolah, murid, dan orang tua. "MPLS Ramah merupakan prosesi menyambut kehadiran anak-anak hebat dan orang tua sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Dari sinilah kita memulai proses membersamai peserta didik untuk mengantarkan mereka meraih cita-cita terbaiknya," tuturnya.

Menguatkan, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Utami, juga menyampaikan dalam webinar Solusi (Sosialisasi dan Diskusi) MPLS Ramah yang digelar Puspeka bahwa saat ini MPLS dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Seluruh kegiatan harus menghormati hak anak, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak membebani orang tua maupun peserta didik.

Perpanjangan durasi MPLS menjadi lima hari memberi ruang adaptasi yang lebih optimal. MPLS harus menjadi pintu masuk kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik. Melalui kegiatan ini, sekolah memiliki kesempatan melakukan pemetaan awal terhadap potensi, bakat, minat, kemampuan literasi, numerasi, hingga kondisi sosial emosional murid. Seluruh pelaksanaan MPLS harus bebas dari perpeloncoan, kekerasan, pungutan, maupun penggunaan atribut yang memberatkan.*** (Penulis: Shaka & Rahman/Dokumentasi: Tim BKHM)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id

Sumber : https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15674-mpls-ramah-2026-pastikan-hari-pertama-sekolah-aman-nyaman-da