Jumat, 04 September 2026

Cara Menilai Kompetensi Bengkel Sebelum Perbaiki Mobil

Memilih bengkel untuk memperbaiki mobil tidak cukup hanya melihat lokasi, harga, atau popularitas di media sosial. Konsumen juga perlu menggali informasi mengenai kemampuan bengkel sebelum menyerahkan kendaraan. Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif UMKM Indonesia (PBOIN) Hermas Efendi Prabowo mengatakan, komunikasi awal antara pemilik kendaraan dan bengkel dapat menjadi salah satu cara untuk menilai kompetensi.

Menurut dia, ada sejumlah hal yang dapat ditanyakan konsumen, mulai dari peralatan hingga pengalaman teknisi. "Selain itu, ya tentu dalam komunikasi lewat telepon atau lewat WA, perlu ditanyakan lebih detail, misalnya terkait dengan peralatannya, kepemilikan perawatannya, ketersediaan suku cadangnya. Lalu, kemudian pengalamannya, berapa lama dia menggeluti bidang ini," ujar Hermas, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Ketersediaan peralatan menjadi salah satu faktor yang perlu diketahui sebelum mobil dibawa ke bengkel. Hal ini penting terutama untuk kendaraan yang membutuhkan proses pemeriksaan khusus atau menggunakan sistem yang lebih kompleks.

Selain peralatan, pemilik kendaraan juga perlu mengetahui ketersediaan suku cadang yang dibutuhkan. Informasi tersebut dapat membantu konsumen memperkirakan apakah proses perbaikan dapat dilakukan dengan segera atau membutuhkan waktu tambahan untuk menunggu komponen.

Hermas mengatakan, kemampuan teknisi dalam melakukan analisa juga perlu menjadi perhatian. Menurut dia, latar belakang pendidikan memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas seorang teknisi, tetapi dapat memengaruhi kemampuan dalam memahami dan menganalisa persoalan.

"Lalu, dalam beberapa kasus, pendidikan juga memengaruhi terhadap kemampuan teknisi dalam melakukan analisa. Saya tidak mengatakan bahwa teknisi atau teknisi ahli yang punya pendidikan tinggi itu pasti lebih baik. Tetapi, setidaknya logika umum mengatakan bahwa ketika orang punya pendidikan yang lebih baik tentu punya kemampuan untuk menganalisa lebih baik," ujar Hermas.

Pengalaman kerja juga tetap menjadi modal penting. Namun, Hermas menilai pengalaman semata tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah bengkel benar-benar memiliki kompetensi yang baik.

"Jadi, terkadang pengalaman saja tidak cukup dalam menilai bahwa bengkel itu bagus atau tidak, tetapi kemampuan menganalisanya, pengetahuannya, kemampuan dia menjelaskan dengan runut atau terstruktur, itu kan juga mempengaruhi logika berpikir dan kemudian daya analisanya," kata Hermas.

Sumber : https://otomotif.kompas.com/mobil?source=navbar

Tidak ada komentar: