Kamis, 23 Juli 2026

ITB Menganugerahkan Gelar Profesor Emeritus kepada Prof. Purnomo Yusgiantoro

 


Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan Gelar Profesor Emeritus kepada Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU, di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Jumat (3/7/2026). Ia merupakan Guru Besar pada Kelompok Keahlian Teknik Pemboran, Produksi, dan Manajemen Migas, Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB.

Penganugerahan ini menjadi bentuk penghormatan ITB atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi Prof. Purnomo dalam pengembangan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, serta pembangunan bangsa sepanjang kariernya.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa penganugerahan gelar Guru Besar Emeritus kepada Prof. Purnomo merupakan momen penuh kebanggaan dan penghormatan bagi ITB. Menurutnya, Prof. Purnomo merupakan salah satu putra terbaik ITB, Ganesha, dan bangsa Indonesia.

“Penganugerahan gelar Guru Besar Emeritus hari ini adalah penegasan atas dedikasi tanpa batas yang telah melampaui sekat-sekat ruang kelas dan menembus episentrum kebijakan nasional,” ujarnya.

Rektor menyampaikan, Prof. Purnomo merupakan sosok akademisi di bidang ekonomi dan kebijakan energi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga turut membentuk arah kebijakan energi nasional. Menurutnya, pemikiran Prof. Purnomo telah memberikan kontribusi penting dalam pembahasan ketahanan energi nasional selama puluhan tahun.

Ia menilai, tidak banyak sosok yang mampu menjembatani dunia akademik dan pemerintahan secara kuat. Prof. Purnomo dinilai mampu membawa ketajaman metodologi ilmiah ke dalam ruang pengambilan kebijakan negara, sekaligus membawa pengalaman dan realitas kebijakan nasional ke ruang-ruang kuliah di ITB.

“Bagi ITB, Prof. Purnomo adalah perwujudan hidup dari moto ITB, In Harmonia Progressio—keselarasan demi kemajuan. Beliau membuktikan bahwa ilmu pengetahuan harus diabdikan untuk kemaslahatan masyarakat dan kedaulatan negara,” ujar Rektor.

Prof. Purnomo dikenal sebagai akademisi, profesional, dan negarawan yang tetap menjaga komitmen terhadap dunia pendidikan meskipun pernah mengemban berbagai amanah penting. Ia meraih gelar sarjana di bidang Teknik Perminyakan dari ITB; M.Sc. di bidang Teknik dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat; M.A. di bidang Ekonomi dari University of Colorado, Amerika Serikat; dan Ph.D. di bidang Ekonomi Mineral dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat.

Sejak tahun 2014, ia mendedikasikan sebagian besar waktu, pengetahuan, dan keterampilannya untuk mengajar mata kuliah ekonomi energi di ITB. Selain itu, pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) ini juga menjadi salah seorang pendiri Universitas Pertahanan (Unhan), Indonesia, tempatnya mengajar mata kuliah ketahanan energi.

Di luar dunia pendidikan, ia menjadi penasihat senior untuk Kantor Eksekutif Presiden Republik Indonesia, pernah bekerja sebagai konsultan untuk Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) di bidang ekonomi energi dan pembangunan berkelanjutan, serta menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris Pertamina.

Prof. Purnomo juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia selama tiga periode berturut-turut, dari tahun 2000 hingga 2009, serta Menteri Pertahanan Republik Indonesia dari tahun 2009 hingga 2014.

Di ranah global, Prof. Purnomo pernah menjabat sebagai Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Sekretaris Jenderal, dan Presiden OPEC yang berbasis di Wina, Austria. Ia juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua ASEAN Ministers of Energy Meeting (AMEM). Pengabdiannya pada sektor energi terus berlanjut melalui pendirian PYC pada tahun 2016.

Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, Prof. Purnomo tetap memberikan perhatian terhadap dunia akademik melalui kegiatan mengajar, penelitian, pembimbingan, serta pengembangan ilmu pengetahuan. Komitmen tersebut terus berlanjut bahkan setelah memasuki masa purnabakti pada 1 Juli 2021.

Rektor ITB menyampaikan, bagi seorang guru bangsa seperti Prof. Purnomo, kata pensiun hanya merupakan batas administratif. Jiwa pendidik, semangat meneliti dan mengajar, serta komitmen untuk membangun generasi muda Indonesia tidak akan luntur oleh waktu.

Melalui penganugerahan gelar Profesor Emeritus ini, ITB berharap hubungan akademik dengan Prof. Purnomo dapat terus terjalin. Pemikiran dan pengalaman beliau diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan riset ekonomi dan kebijakan energi di ITB, terutama di tengah dinamika transisi energi global.

“Atas nama seluruh sivitas akademika ITB, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prof. Purnomo Yusgiantoro atas segala daya upaya, waktu, dan pikiran yang telah diwakafkan untuk mengharumkan nama ITB di panggung nasional maupun internasional,” ujar Prof. Tata.

Dekan FTTM ITB, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., IPM., mengatakan, bagi keluarga besar FTTM ITB, Prof. Purnomo tidak hanya dikenal sebagai alumni dan Guru Besar, tetapi juga sebagai sosok yang terus memberikan perhatian nyata bagi kemajuan almamater.

“Kontribusi beliau diwujudkan melalui dukungan terhadap pengembangan laboratorium dan fasilitas pendidikan, termasuk donasi peralatan laboratorium pemboran di Program Studi Teknik Perminyakan serta pengembangan Laboratorium Enhanced Oil Recovery ‘Purnomo Yusgiantoro’ bekerja sama dengan OGRINDO ITB,” ujarnya.

Melalui Purnomo Yusgiantoro Center, ia juga berperan dalam berbagai kolaborasi strategis bersama ITB. Di antaranya pembangunan Gedung Labtek XVII Dato’ Dr. Low Tuck Kwong serta kerja sama pengembangan Museum ITB.

“Berbagai kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa hubungan seorang alumni dengan almamater tidak berhenti setelah lulus, melainkan terus berkembang menjadi kemitraan yang memberi manfaat bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Penganugerahan Gelar Profesor Emeritus kepada Prof. Purnomo Yusgiantoro menjadi penghormatan atas dedikasi sepanjang hayat kepada ITB, dunia akademik, dan bangsa Indonesia. Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya generasi muda, bahwa ilmu pengetahuan yang disertai integritas, kepemimpinan, dan semangat mengabdi akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan bangsa.

Sumber : https://itb.ac.id/berita/itb-menganugerahkan-gelar-profesor-emeritus-kepada-prof-purnomo-yusgiantoro/63594

Tidak ada komentar: