Sabtu, 11 Juli 2026

Lebih Banyak Guru Profesional untuk Indonesia, Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka

 


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Pendaftaran dibuka mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen.

Program PPG ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin meniti karier sebagai guru profesional. Melalui PPG, peserta akan mengikuti pendidikan profesi dan berkesempatan memperoleh sertifikat pendidik, yang menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti rekrutmen guru pada instansi yang membutuhkan tenaga pendidik.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan bahwa program PPG bagi Calon Guru merupakan komitmen pemerintah guna menyiapkan guru yang tidak hanya profesional berintegritas, tapi juga menjadi teladan dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. 

“Melalui PPG Calon Guru, nantinya para lulusan pendidikan tinggi memiliki kesempatan memperoleh sertifikat pendidik yang siap mengajar di berbagai daerah seluruh Indonesia,” ujar Dirjen GTK, Nunuk Suryani, di Jakarta, (2/7).

Kewajiban memiliki sertifikat pendidik juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa sertifikat pendidik menjadi bukti formal bahwa seorang guru telah memenuhi standar kompetensi dan diakui sebagai tenaga profesional.

Terkait persyaratan pendaftaran, PPG Calon Guru Tahun 2026 dapat diikuti oleh Warga Negara Indonesia yang belum terdaftar sebagai guru di Dapodik maupun Simpatika. Peserta maksimal berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember 2026, memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), serta memiliki IPK minimal 3,00. Peserta juga wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjawab Kebutuhan Guru di Berbagai Daerah

Pembukaan PPG Calon Guru Tahun 2026 disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan guru pada tahun 2027–2028 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 30 bidang studi dibuka, terdiri atas 18 bidang studi umum dan 12 bidang studi kejuruan, mulai dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Luar Biasa, hingga berbagai bidang kejuruan seperti Teknik Otomotif, Desain Komunikasi Visual, Kuliner, Perhotelan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.

Dengan membuka bidang studi berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, pemerintah berharap lulusan PPG nantinya dapat mengisi kekurangan guru pada berbagai daerah dan jenjang pendidikan baik di sekolah negeri, sekolah swasta, maupun sekolah di bawah kementerian lainnya.

Perkuliahan PPG dan Dukungan Pembiayaan

Perkuliahan PPG bagi Calon Guru dilaksanakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG. Adapun biaya pendidikan program ini sebesar Rp8,5 juta per semester atau Rp17 juta untuk dua semester. Seluruh biaya pendidikan tersebut akan diberikan dalam bentuk beasiswa (bantuan pemerintah) kepada peserta yang dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan sebagai peserta PPG Calon Guru.

Sementara itu, peserta hanya dikenakan biaya pendaftaran seleksi sebesar Rp200 ribu untuk mengikuti proses seleksi administrasi dan tes substantif. Melalui pembukaan PPG Calon Guru Tahun 2026, Kemendikdasmen mengajak lulusan perguruan tinggi yang memiliki panggilan hati untuk menjadi guru profesional agar memanfaatkan kesempatan ini. Calon peserta diimbau untuk menyiapkan dokumen persyaratan agar dapat mengikuti tahapan seleksi dengan baik. 

Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan penumbuh semangat belajar. Melalui PPG, pemerintah menyiapkan guru yang profesional dalam mendidik dan teladan dalam sikap, sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh peserta didik. 

Adapun tahapan dan jadwal seleksi sebagai berikut, pendaftaran mulai 27 Juni s.d. 25 Juli, Pengumuman hasil seleksi administrasi 26 s.d. 28 Juli, Tes Substantif 3 s.d. 7 Agustus, Pengumuman Hasil Tes Substantif 26 Agustus, Tes Wawancara 31 Agustus s.d. 16 September, dan Pengumuman Hasil Akhir Seleksi 21 September 2026.

Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026 dilakukan secara bertahap untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memiliki kompetensi akademik maupun karakter sebagai calon pendidik. Peserta yang dinyatakan tidak lulus pada salah satu tahapan tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya. Informasi lengkap mengenai persyaratan, bidang studi, tata cara pendaftaran, dan jadwal seleksi dapat diakses melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen.*** (Penulis: Destian/Dokumentasi: Tim Dit. PPG)

Sumber : https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/lebih-banyak-guru-profesional-untuk-indonesia-seleksi-ppg-calon-guru-2026-resmi-dibuka

Hasil Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2026

 

Sumber : https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/hasil-uji-kompetensi-peserta-pendidikan-profesi-guru-tertentu-periode-2-tahun-2026

    Jumat, 10 Juli 2026

    Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!

     


    Pelatih Timnas SpanyolLuis De La Fuente enggan mengomentari prospek timnya berhadapan dengan Timnas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut sang pelatih, fokus utama La Furia Roja saat ini adalah mengalahkan Timnas Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026.

    Seperti yang sudah diketahui, Timnas Spanyol akan memainkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 pada dini hari nanti. Mereka akan menantang sesama wakil Eropa, Timnas Belgia untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal.

    Spanyol yang tampil impresif selama Piala Dunia 2026 ini memang lebih banyak dijagokan untuk lolos ke babak semifinal. Masalahnya, di babak semifinal nanti mereka akan melawan tim yang sulit.

    Mereka akan berhadapan dengan finalis Piala Dunia 2022, Timnas Prancis yang baru saja menyingkirkan Timnas Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026. Apa kata De La Fuente mengenai laga kontra Prancis itu?

    Hanya Pikirkan Belgia


    Dlaam konferensi persnya jelang laga melawan Belgia, De La Fuente menolak untuk memikirkan Timnas Prancis saat ini.

    Ia menyebut bahwa Timnas Spanyol belum lolos ke babak semifinal, jadi tidak ada gunanya membicarakan Les Bleus saat ini. Baginya, fokus utama Prancis adalah untuk memenangkan pertandingan melawan Belgia.

    "Percayalah, kami tidak memikirkan itu (jumpa Prancis di semifinal), karena satu-satunya yang kami pikirkan adalah Belgia, yang akan kami hadapi besok," ujar De La Fuente.

    Yakin Yamal Bakal Bangkit


    Di sesi yang sama, De La Fuente juga ditanyai mengenai kondisi Lamine Yamal. Winger Barcelona itu memang jadi andalan De La Fuente sejauh ini.

    Namun ia tercatat baru mengemas satu gol saja di Piala Dunia 2026, sehingga banyak yang mempertanyakan kontribusi sang pemain. Namun De La Fuente percaya sang winger bakal bangkit dan bisa mencetak lebih banyak gol lagi bagi Spanyol.

    "Saya yakin bahw dia (Yamal) akan kembali tampil dengan baik di lini serang kami," pungkas sang pelatih.

    Rekam Jejak Apik


    Timnas Spanyol sendiri memiliki rekam jejak yang apik kala berhadapan dengan Belgia.

    Mereka selalu memenangkan enam pertemuan terakhir mereka melawan The Red Devils di semua ajang.

    Sumber: TRT World

    Sumber : https://www.bola.net/piala_dunia/luis-de-la-fuente-belgia-dulu-baru-prancis-47a121.html



    Selamatkan Air, Selamatkan Kehidupan: Gerakan Pencegahan Kekeringan

     


    Kekeringan yang semakin sering melanda berbagai daerah menjadi peringatan serius bagi kelangsungan hidup. Berkurangnya persediaan air bersih berdampak pada sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan. Dalam ajaran Islam, air adalah nikmat dan sumber kehidupan yang wajib dijaga, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Al-Anbiya: 30, “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”

    Kekeringan tidak semata-mata datang karena faktor alam, tetapi diperparah oleh ulah manusia, seperti penebangan hutan secara liar, pembuangan limbah, dan pemborosan air. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (2026), perubahan iklim dan kerusakan daerah resapan air menjadi penyebab utama penurunan ketersediaan air tanah. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat terasa bagi generasi mendatang.

    Islam mengajarkan prinsip untuk menjaga keseimbangan alam dan melarang perbuatan tabzir (pemborosan). Rasulullah saw. bersabda saat melihat seseorang yang berwudu secara berlebihan, “Mengapa kamu boros?” Orang itu bertanya, “Apakah ada pemborosan dalam berwudu?” Beliau menjawab, “Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir deras” (HR Ibnu Majah). Hal ini menjadi pedoman bagi umat untuk memanfaatkan air secara bijaksana.

    Upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu menanam pohon, membuat sumur resapan, memelihara mata air, dan menghindari pemborosan. Pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat perlu bersinergi. Sebagaimana perintah dalam QS Ar-Rum: 41 bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi karena perbuatan manusia, karena itu, upaya pemulihan harus dimulai dari kesadaran dan komitmen bersama untuk menjaga sumber daya air secara berkelanjutan

    Gerakan pencegahan kekeringan bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kolektif. Menjaga keberlanjutan sumber daya air berarti menyelamatkan kehidupan dan masa depan. Dengan iman, ilmu, dan tindakan nyata, kita dapat menjaga nikmat Allah Swt. agar tetap mengalir bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.

    Wallahu a'lam bi al-haqiqati al-muradih.

    Sumber : https://jabar.kemenag.go.id/opini/selamatkan-air-selamatkan-kehidupan-gerakan-pencegahan-kekeringan-76xIbN

    Kekeringan Melanda, Akibat Tata Kelola Kapitalisme

     


    Saat ini kita pasti merasakan cuaca yang begitu terik dan menyengat. Ketika musim kemarau tiba, masyarakat pun harus bersiap diri menghadapi bencana kekeringan dari tahun ke tahun.

    Pemanasan global juga membuat perubahan iklim menjadi ekstrem. Bukan hanya krisis air, bencana kekeringan juga mengancam.

    Dampak dari kemarau panjang yang terjadi saat ini sebanyak 14 dari 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul,Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami krisis air bersih dan kekeringan. Para warga harus rela menjual barang dan hewan piaraan untuk membeli air bersih karena kesulitan mendapatkan air bersih.

    Ruminingsih (40), warga Dusun Temuireng, RT 05, Kelurahan Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul menceritakan parahnya kekeringan yang dialami saat ini. Untuk mendapatkan air bersih harus membeli karena bantuan tidak datang tiap hari. Harga air bersih per tangki berisi 5.000 liter mencapai Rp150-200 ribu tergantung jarak, semakin jauh maka harganya semakin mahal. Sulitnya air membuat warga harus berhemat agar bisa bertahan lebih lama. (elshinta.com)

    Untuk meringankan beban masyarakat yang berdampak kekeringan tersebut komunitas Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Gadjah Mada menyalurkan bantuan air bersih di empat desa di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Kamis (28/9). Ketiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Panggang, Saptosari dan Rongkop. (ugm.ac.id)

     

    Bantuan dari swasta seperti tendik UGM setidaknya hanya bisa meringankan 3 kecamatan saja padahal ada 14 kecamatan yang juga berdampak kekeringan. Menurut Wakil ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah sudah membangun sumur – sumur bor di sejumlah wilayah akan tetapi sumur – sumur bor tersebut tidak berfungsi secara optimal padahal biayanya mencapai 500 jt berbeda dengan swasta dan swadaya masyarakat yang bisa berfungsi secara optimal dengan biaya yang lebih rendah walaupun tidak bisa menjangkau keseluruh penduduk yang terkena kekeringan di gunung kidul. (elshinta.com)

     

    Walaupun pemerintah sudah berusaha mengatasi masalah ini akan tetapi nyatanya tata kelola yang tidak baik mengakibatkan masalah ini tidak bisa diatasi, walaupun anggaran yang cukup besar digelontorkan nyatanya pembuatan sumur bor tidak maksimal, sehingga hasilnyapun tidak optimal. Sebenarnya daerah gunung kidul memiliki sumber mata air dibawah tanah yang bisa dikelola oleh pemerintah akan tetapi pemerintah mengungkapkan tidak mempunyai sumber dana yang cukup sehingga membuka investasi bagi swasta untuk bisa membiayai dan mengelola. Selain itu pemerintah juga membuka proyek pengubahan air asin menjadi air tawar kepada investor untuk mengatasi masalah ini.

     

    *Liberalisasi air terjadi akibat penerapan ideologi kapitalisme.*

     

    Begitu gampangnya pemerintah mengatasi masalah ini kepada swasta artinya pemerintah lepas tangan tidak mengatasi dengan baik. Begitulah jika sistem kapitalis diterapkan di negeri ini. Dalam kapitalis segala sesuatu harus ada keuntungannya dan keuntungan tersebut hanya menguntungkan segelintir orang terutama pemilik modal. Air yang sejatinya menjadi kepemilikan umum tetapi dalam kapitalis bisa dimiliki dan dikuasai oleh individu. Kapitalis membuat orang – orang berlomba – lomba memperkaya diri sendiri tidak mementingkan orang lain apalagi kesejahteraan rakyat yang sangat diharapkan. Pada hari ini rakyat jauh dari kata sejahtera justru semakin menderita jika kapitalis tetap diterapkan.

     

    Kelangkaan air bersih juga berlaku untuk air minum. Menurut RPJMN 2020—2024, hanya 6,87% rumah tangga yang memiliki akses air minum aman. (envihsa.fkm.ui[dot]ac.id, 30/09/2022)

    Di antara penyebab kekeringan di Indonesia ialah(1) kelangkaan hutan yang memicu terjadinya krisis air baku, terutama pulau-pulau yang tutupan hutannya rendah, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

     

    Semua itu terjadi akibat kebijakan kapitalistik yang mengalihfungsikan lahan hutan menjadi proyek pembangunan infrastruktur dan investasi besar-besaran, seperti lumbung pangan; ataupun bisnis pertambangan, semisal batu bara, minyak, dan emas.

    (2) Berkurangnya daerah resapan. Pengalihan fungsi lahan terbuka hijau menjadi bangunan tempat tinggal jelas memengaruhi kondisi cadangan air di tanah. Jika serapan air minim, cadangan air dalam tanah akan sedikit yang mana akan memicu kekeringan.

    (3) kebijakan liberalisasi SDA yang menjadikan swasta leluasa mengeksploitasi sumber daya air. Indikasinya ialah banyaknya perusahaan swasta yang menguasai bisnis air minum dalam kemasan.

    (4) Kerusakan hidrologis, seperti rusaknya fungsi wilayah hulu sungai akibat pencemaran air. Akibatnya, kapasitas dan daya tampung air akan berkurang.

     

    Krisis air akan berdampak pada produktivitas pertanian. Jika hasil pertanian menurun karena petani gagal panen, akan menyebabkan terganggunya persediaan pangan, sanitasi buruk, kekurangan gizi, dan kelaparan akut. Jika hal ini terus terjadi, ancaman krisis pangan bukan lagi prediksi, melainkan fakta mengerikan bagi negeri ini.

     

    *Solusi Islam Kaffah*

     

    Air adalah sumber kehidupan bagi umat manusia. Meski sudah ada UU 17/2019 yang mengatur sumber daya air, realitasnya masih banyak masyarakat kesulitan mengakses dan memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

    Indonesia butuh visi politik SDA yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Mengingat negeri ini memiliki wilayah perairan yang lebih luas ketimbang daratannya, maka sungguh ironis jika negeri maritim ini malah mengalami krisis air berulang kali.

    Kekeringan yang berujung krisis air bersih hanya dapat diatasi jika mengembalikan pengaturannya kepada sang pencipta yaitu Allah SWT yaitu dengan Khilafah Islamiyah. Sejarah telah mencatat bahwa kota – kota yang berada dibawah naungan Khilafah Islamiyah sudah memiliki manajemen dan pasokan air yang baik dan maju hal ini ditandai dengan pengelolaan laut, kanal, qanat dan saluran bawah tanah mengalir keseluruh penjuru wilayah Khilafah. Dalam mengatasi masalah ini Khilafah menggunakan prinsip yang shahih diantaranya sumber – sumber mata air yang berpengaruh luas terhadap kehidupan masyarakat sehingga secara umum melekat hak kepemilikan umum. sebagaimana hadits Rasulullah saw ” Kaum muslimin berserikat pada tiga perkara yaitu padang rumput/hutan , air dan api” (H.R Abu Dawud dan Ahmad)

    Status sumber mata air, lautan dan danau tidak dibenarkan dimiliki oleh individu akan tetapi setiap individu memiliki hak yang sama dalam pemanfaatannya. Selain itu Negara wajib hadir langsung dalam menyelesaikan masalah ini karena merupakan amanah dari Allah SWT sehingga harus bertanggung jawab penuh dalam pengelolaannya bukan memberikannya kepada swasta dengan jalan investasi karena tidak ada dalam Islam konsep seperti itu. Sebagaimana hadis Rasulullah saw “Imam adalah ibarat penggembala dan hanya dialah yang bertanggung jawab penuh terhadap gembalanya (rakyatnya)”. (H.R Muslim)

    Oleh karena itu sebagaimana hadis diatas dalam mengatasi kekeringan tersebut Negara wajib mendirikan industri air bersih perpipaan sedemikian rupa sehingga terpenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat secara gratis dan memadai serta menjangkau keseluruh pelosok wilayah.

    Kedua, negara mengelola secara langsung dalam proses produksi dan distribusi air. Negara melakukan pengawasan atas berjalannya pemanfaatan air, seperti peningkatan kualitas air dan menyalurkan kepada masyarakat melalui industri air bersih perpipaan hingga kebutuhan masyarakat atas air terpenuhi dengan baik.

    Terhadap sumber daya kepemilikan umum ini, negara tidak boleh menyerahkan pengelolaannya kepada individu/swasta. Negara harus memberdayakan para ahli terkait agar masyarakat bisa menikmati air bersih dengan mudah.Ketiga, negara melakukan rehabilitasi dan memelihara konversi lahan hutan agar resapan air tidak hilang. Negara akan mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan, melakukan pembiasaan hidup bersih dan sehat, serta memberi sanksi tegas terhadap pelaku kerusakan lingkungan.

    Wallahu’alam bish-shawwab

    Sumber : https://www.suarainqilabi.com/opini/kekeringan-melanda-akibat-tata-kelola-kapitalisme/

    3 Cara Mengatasi Bahaya Kekeringan menurut Islam

     


    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memperingatkan dunia akan bahaya perubahan iklim dan kekeringan. Dalam laporan terbarunya, PBB menyebut bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman besar bagi umat manusia, dan kekeringan adalah salah satu dampak yang paling parah.   Laporan tersebut diterbitkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada tahun 2022, yang memberikan peringatan jelas tentang dampak perubahan iklim.  Berdasarkan data terungkap bahwa suhu rata-rata global diperkirakan akan naik 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri sekitar “paruh pertama tahun 2030-an”. Angka ini memiliki arti khusus dalam politik iklim global, karena merupakan target yang ditetapkan dalam Perjanjian Iklim Paris 2015.

    Pemanasan global yang mencapai 1,5 derajat Celsius akan memiliki dampak yang signifikan terhadap planet bumi, terutama kekeringan yang akut. Hal ini karena pemanasan global menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi yang dapat menyebabkan penguapan air yang lebih cepat. Penguapan air yang lebih cepat ini dapat menyebabkan kekeringan di daerah yang bergantung pada air hujan, seperti daerah subtropis dan tropis.

    Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, termasuk kekeringan. Hal ini karena wilayah Indonesia memiliki iklim tropis yang cenderung kering, dengan musim kemarau yang panjang. Selain itu, Indonesia juga memiliki wilayah yang luas dan bervariasi, sehingga lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim yang tidak merata.   Di Indonesia, kekeringan dan kemarau telah menyebabkan berbagai dampak negatif. Salah satunya gagal panen, merupakan dampak yang paling serius dari kekeringan dan kemarau. Hal ini karena kekeringan dan kemarau dapat menyebabkan tanaman mati atau tidak dapat menghasilkan panen yang optimal. Selanjutnya, kekurangan air bersih juga merupakan dampak yang serius dari kekeringan dan kemarau. Hal ini karena kekeringan dan kemarau dapat menyebabkan sumber air bersih, seperti sungai dan danau, menjadi kering atau tercemar.   

    Kekeringan yang panjang akan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Hal ini karena kekeringan dan kemarau dapat menyebabkan lahan menjadi lebih mudah terbakar. Berkurangnya pasokan air, baik air tanah maupun air permukaan. Hal ini membuat tumbuhan di hutan menjadi kering dan mudah terbakar. Selain itu, kekeringan juga dapat menyebabkan angin bertiup kencang, yang dapat menyebarkan api dengan cepat.   Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada tahun 2023, sebanyak 1.890 titik api telah terdeteksi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.043 titik api berada di kawasan hutan. Penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sebagian besar adalah faktor manusia, seperti kelalaian, kesengajaan, dan pembukaan lahan.

    Lebih lanjut, berdasarkan keterangan musim kemarau di Indonesia biasanya berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober. Menurut BMKG, pada bulan November mendatang akan baru akan datang musim hujan. Selama musim kemarau, curah hujan di Indonesia menurun secara signifikan. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang panjang dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.   Pada tahun 2023, Indonesia mengalami kekeringan yang panjang. 

    Hal ini disebabkan oleh fenomena El Nino. El Nino adalah fenomena iklim yang menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya. Fenomena ini dapat menyebabkan perubahan pola cuaca di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia.   Solusi Islam dalam mengatasi pemanasan global Solusi Islam dalam persoalan pemanasan global merupakan solusi yang sangat komprehensif dan berkelanjutan. Pelbagai solusi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga aspek moral dan spiritual. Lebih lanjut, Islam memiliki pandangan yang holistik tentang hubungan antara manusia dan alam. Islam memandang alam sebagai ciptaan Allah yang harus dijaga kelestariannya. 

    Oleh karena itu, Islam memiliki solusi-solusi yang dapat membantu mengatasi pemanasan global. Islam memberikan sejumlah solusi dalam mengatasi pemanasan global.   

    1. Meningkatkan kesadaran Umat manusia, terlebih umat Islam perlu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi, yang berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan alam semesta. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman umat Islam tentang pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini dapat dilakukan misalnya melalui pendidikan dan kampanye lingkungan.   Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat cinta lingkungan. Beliau seringkali mengajarkan umatnya untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan kerusakan di dalamnya. Salah satu cara yang beliau lakukan untuk menjaga lingkungan adalah dengan menghidupkan tanah mati dengan menanam pohon. 

    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah bersabda:  

     مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ      

    Artinya: "Tak satupun seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi pahala sedekah baginya, dan yang dicuri orang lain akan bernilai sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang menguranginya, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya.” (HR. Muslim).   

    Salah satu contoh upaya Nabi Muhammad SAW dalam menghidupkan tanah mati dengan menanam pohon adalah ketika beliau hijrah ke Madinah. Beliau tiba di Madinah pada saat musim panas yang sangat terik. Tanah di Madinah sangat tandus dan gersang.   Nabi Muhammad SAW kemudian memerintahkan para sahabatnya untuk menanam pohon kurma di sekitar Masjid Nabawi. Para sahabat pun melaksanakan perintah beliau dengan penuh semangat. Mereka menanam pohon kurma di mana saja, bahkan di tanah yang keras dan tandus.   Berkat usaha Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, tanah tandus di sekitar Masjid Nabawi pun menjadi hijau dan rindang. Pohon kurma yang mereka tanam tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lezat. 

    Upaya Nabi Muhammad SAW dalam menghidupkan tanah mati dengan menanam pohon memiliki banyak manfaat.   Selain menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, pohon kurma juga dapat menjadi sumber makanan bagi penduduk Madinah. Pohon kurma juga dapat mencegah erosi tanah dan menjadi habitat bagi berbagai macam hewan.   Untuk itu, kita sebagai umat Islam hendaknya mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam menjaga lingkungan. Kita dapat menanam pohon di sekitar rumah kita, di sekolah, di tempat kerja, atau di mana saja yang kita bisa. Dengan menanam pohon, kita telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan melestarikan alam.   

    2. Mengubah gaya hidup Gaya hidup yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan kendaraan bermotor, penggunaan listrik berlebihan, dan konsumsi daging berlebihan, merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Oleh karena itu, penting untuk mengubah gaya hidup yang tidak ramah lingkungan menjadi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana, seperti berjalan kaki atau bersepeda, menggunakan listrik secara hemat, dan mengurangi konsumsi daging.   

    Ada satu pendapat yang menarik dari Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab Mafatih al-Ghaib, ia menyebutkan Allah tidak akan menurunkan bencana selama penduduk bumi berbuat baik dalam mu'amalah. Dalam hal ini, mu‘amalah berarti interaksi atau hubungan antara manusia dengan manusia lain, manusia dengan alam, dan manusia dengan Allah. 

    Sebaliknya, Allah akan menurunkan azab kepada suatu masyarakat jika mereka berbuat buruk dalam mu‘amalah.   

     بَلْ إنَّما يَنْزِلُ ذَلِكَ العَذابُ إذَا أَسَاءُوا في المُعامَلاتِ   

    Artinya: “Malah, Allah menurunkan adzab tadi disebabkan jika suatu masyarakat berbuat buruk dalam mu‘amalat; bergaul terhadap manusia lain dan alam.”   

    3. Inovasi ramah lingkungan Sudah saatnya Indonesia memiliki dan mempraktikkan teknologi ramah lingkungan, seperti energi terbarukan dan transportasi berkelanjutan, dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, penting untuk melakukan inovasi dan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Hal ini dapat dilakukan oleh pemerintah, perusahaan, dan akademisi.  

    Untuk kasus hemat enak dan ramah lingkungan, dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan menganjurkan umatnya untuk menghemat air, bahkan dalam ibadah sekalipun. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya air dalam kehidupan manusia, baik secara duniawi maupun ukhrawi. Nabi Muhammad SAW sendiri telah memberikan contoh dalam menghemat air. Beliau berwudhu dengan air yang sangat sedikit, yaitu hanya sekitar 2 liter. 

    Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat menghargai air dan tidak ingin menggunakannya secara berlebihan.   

    Nabi Muhammad SAW bersabda:  

     أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ مرَّ بسعدٍ وَهوَ يتوضَّأُ ، فقالَ : ما هذا السَّرَفُ ؟ قالَ : أفي الوضوءِ إسرافٌ ؟ قالَ : نعَم وإن كنت على نَهْرٍ جارٍ   

    Artinya: “Nabi SAW pernah melewati Sa'ad saat dia sedang berwudhu. Nabi berkata, Apa ini, pemborosan? Sa'ad bertanya, apakah ada pemborosan dalam wudhu? Nabi menjawab: Ya, bahkan jika kamu berada di sungai yang mengalir.”  

     Menurut hadits riwayat Bukhari dan Muslim menceritakan bahwa Nabi SAW pernah menegur Sa'ad yang sedang berwudhu dengan cara yang berlebihan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan bahwa pemborosan dalam wudhu juga tidak diperbolehkan, bahkan jika seseorang berada di sungai yang mengalir.   

    Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad menggunakan kata “israf” untuk menunjukkan bahwa pemborosan dalam wudhu adalah sesuatu yang tidak disukai. Istilah “israf” memiliki arti menggunakan sesuatu secara berlebihan atau tidak sesuai dengan kebutuhan.   Dengan demikian, solusi Islam dalam penanggulangan pemanasan global merupakan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Sejatinya,dalam menerapkan solusi Islam, umat manusia dapat menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan di masa depan.  

    Sumber : Zainuddin Lubis, Pegiat Kajian Islam, Tinggal di Ciputat.




    Kamis, 09 Juli 2026

    Prediksi Prancis vs Maroko: Les Bleus Diunggulkan, Singa Atlas Siap Hadirkan Kejutan di Perempat Final Piala Dunia

     


    Prediksi Prancis vs Maroko menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan menjelang dimulainya perempat final Piala Dunia 2026. Kedua tim akan membuka persaingan babak delapan besar pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.00 WIB, setelah sama-sama menyingkirkan lawan tangguh di fase 16 besar.

    Laga Prancis vs Maroko diprediksi berlangsung ketat. Prancis datang dengan status sebagai salah satu favorit juara, sementara Maroko kembali membuktikan diri sebagai tim yang mampu memberikan kejutan di turnamen besar.

    Prancis melaju ke perempat final setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0. Di sisi lain, Maroko tampil meyakinkan usai menundukkan Kanada 3-0. Hasil tersebut mempertemukan dua tim yang sama-sama belum terkalahkan dalam beberapa pertandingan terakhir.

    Prancis Tampil Konsisten Sejak Fase Grup

    Prancis menunjukkan performa stabil sepanjang turnamen. Dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang, Les Bleus selalu meraih kemenangan.

    Konsistensi tersebut menjadi modal penting menghadapi Maroko. Selain memiliki lini pertahanan yang solid, Prancis juga tetap produktif di lini depan.

    Persaingan perebutan Sepatu Emas juga masih terbuka bagi para pemain Prancis. Kylian Mbappe berada di posisi kedua daftar top skor sementara dengan tujuh gol, hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi yang memimpin klasemen pencetak gol.

    Di sektor kreativitas, Michael Olise menjadi pemain dengan assist terbanyak sementara setelah mengoleksi lima assist sepanjang turnamen.

    Produktivitas lini depan dan keseimbangan permainan menjadi salah satu kekuatan utama Prancis memasuki fase gugur.

    Maroko Datang dengan Percaya Diri

    Meski tidak lebih diunggulkan di atas kertas, Maroko kembali menunjukkan perkembangan yang konsisten.

    Kemenangan telak atas Kanada memperlihatkan efektivitas permainan Singa Atlas, terutama saat melakukan transisi menyerang.

    Dalam lima pertandingan terakhir, Maroko mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan tersebut menunjukkan mereka mampu menjaga konsistensi permainan hingga mencapai babak delapan besar.

    Selain lini serang yang cukup produktif, Maroko juga memiliki pemain kreatif seperti Brahim Diaz yang telah menyumbang empat assist sepanjang turnamen.

    Jika mampu mempertahankan organisasi permainan dan disiplin bertahan, Maroko berpeluang menyulitkan Prancis sepanjang pertandingan.

    Duel Penyerang dan Organisasi Tim

    Pertandingan ini diperkirakan akan menghadirkan duel menarik di berbagai lini.

    Prancis memiliki kedalaman skuad yang lebih merata serta pengalaman bermain di laga-laga besar. Mereka juga tampil efektif dalam memanfaatkan peluang sepanjang turnamen.

    Sementara itu, Maroko dikenal mengandalkan kolektivitas permainan, transisi cepat, dan pertahanan yang disiplin.

    Kedua tim memiliki karakter berbeda sehingga pertandingan diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal.

    Faktor efektivitas penyelesaian akhir kemungkinan menjadi pembeda dalam laga ini.

    Peluang Lolos ke Semifinal

    Berdasarkan performa sepanjang turnamen, Prancis memiliki peluang lebih besar untuk melangkah ke semifinal.

    Catatan kemenangan beruntun, produktivitas lini depan, serta kedalaman skuad membuat Les Bleus sedikit lebih diunggulkan dibanding Maroko.

    Namun demikian, Maroko bukan lawan yang dapat dianggap remeh. Tim asal Afrika tersebut telah beberapa kali membuktikan mampu bersaing menghadapi negara-negara besar di turnamen internasional.

    Jika mampu memanfaatkan peluang melalui serangan balik dan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, Maroko tetap memiliki kesempatan menciptakan kejutan.

    Pemenang laga ini akan menghadapi pemenang pertandingan Spanyol melawan Belgia pada babak semifinal Piala Dunia 2026.

    Melihat performa kedua tim hingga perempat final, pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dengan selisih gol yang tipis. Prancis sedikit lebih difavoritkan berkat konsistensi permainan dan kualitas individu, tetapi Maroko memiliki modal kepercayaan diri untuk memberikan perlawanan hingga akhir laga.(*)

    Sumber : https://malang.disway.id/olahraga/read/18090/prediksi-prancis-vs-maroko-les-bleus-diunggulkan-singa-atlas-siap-hadirkan-kejutan-di-perempat-final/15