Rabu, 25 Maret 2026

Kemenag Bengkulu siagakan masjid untuk "rest area" arus balik Lebaran

 


Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu menyiagakan 33 masjid yang berada di jalur lintas di wilayah Kota Bengkulu untuk rest area para pemudik yang ingin beristirahat selama perjalanan arus balik Lebaran 2026.

"Sebanyak 33 masjid di Kota Bengkulu yang berada di jalur lintas wilayah sudah kami koordinasikan untuk menjadi masjid ramah pemudik," kata Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu Nopian Gustari, di Bengkulu, Senin.

Sebanyak 33 masjid tersebut akan dibuka selama 24 jam khususnya pada masa arus balik, guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

"Fasilitas yang disediakan bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menyediakan air minum serta tempat istirahat bagi para pemudik yang melintas," ujarnya.

Oleh karena itu, Nopian mengimbau masyarakat khususnya yang menjalani mudik agar dapat memanfaatkan fasilitas masjid untuk beribadah dan beristirahat agar dapat sampai ke tujuan dalam keadaan sehat.

Untuk lokasi masjid yang akan buka selama 24 jam antara lain di Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Surabaya, Kelurahan Betungan, dan Kelurahan Padang Kemiling.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pihak kepolisian arus mudik di Kota Bengkulu terpantau berjalan aman dan lancar.

"Untuk arus mudik sebelum perayaan Idul Fitri berjalan dengan lancar dan aman. Kami berharap situasi yang kondusif ini dapat terus terjaga hingga arus balik lebaran selesai," kata Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

Sumber : bengkulu.antaranews.com

Menteri PPPA Tinjau Bandara hingga Stasiun, Pastikan Perempuan dan Anak Aman saat Mudik

 


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi telah melakukan peninjauan kesiapan layanan transportasi di sejumlah simpul utama di Jakarta untuk memastikan mudik yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak menjelang Idulfitri 2026.

Peninjauan dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Terminal Kampung Rambutan, dan Stasiun Gambir. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik tahun ini.

Arifah Fauzi menegaskan, perempuan dan anak memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi selama perjalanan mudik yang panjang dan padat. Risiko tersebut mencakup kelelahan, keterbatasan fasilitas ramah anak, hingga potensi pelecehan di ruang publik.

“Dalam perjalanan mudik yang panjang dan padat, perempuan dan anak memiliki kerentanan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas seperti ruang laktasi, ruang bermain anak, ruang tunggu keluarga, sistem informasi yang jelas, serta petugas yang responsif menjadi sangat penting,” ujarnya, dalam siaran pers, Selasa (17/3/2026). 

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Tingginya mobilitas tersebut menjadikan simpul transportasi sebagai titik krusial dalam memastikan layanan yang aman, inklusif, dan responsif.

Menurut Arifah, kunjungan ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, penyelenggara transportasi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan mudik ramah perempuan dan anak melalui gerakan #MudikNyamanBersama.

Ia turut mengapresiasi pengelola Bandara Halim Perdanakusuma, Terminal Kampung Rambutan, dan Stasiun Gambir yang telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut meliputi ruang laktasi, area bermain anak, ruang kesehatan, pojok baca bekerja sama dengan Kemendikdasmen, hingga posko mudik khusus perempuan dan anak yang berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia.

Selain itu, maskapai penerbangan juga memberikan dukungan melalui penyediaan pin prioritas bagi ibu hamil, sehingga memperoleh layanan khusus sejak proses check-in hingga di dalam pesawat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga mengimbau para orang tua untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai selama perjalanan. Ia menilai momen mudik merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga dan menciptakan pengalaman yang bermakna.

“Momentum mudik lebaran adalah kesempatan berharga untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak,” pungkasnya.

sumber : menpan.go.id

Kepala BKN Dorong Peningkatan Karier Guru hingga Jenjang Ahli Utama

 


Humas BKN, Dalam percepatan reformasi birokrasi yang berdampak pada pelayanan publik, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menyampaikan peningkatan kualitas guru sebagai faktor penting dari tata kelola ASN. Prof. Zudan, sebut guru memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, upaya reformasi birokrasi tidak hanya berfokus pada perbaikan tata kelola administrasi pemerintahan, tetapi juga harus berdampak langsung pada sektor-sektor pelayanan publik yang vital, seperti pendidikan.

WhatsApp-Image-2026-03-16-at-11.09.25-2

“Reformasi birokrasi tidak hanya tentang tata kelola administrasi, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan tersebut berdampak pada layanan publik. Dalam konteks pendidikan, peningkatan kualitas guru menjadi kunci untuk mewujudkan birokrasi yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya dalam forum BKN Menyapa yang digelar secara daring pada Kamis (12/03/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan mendorong agar pengelolaan manajemen ASN, khususnya bagi para guru, semakin responsif terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi dan pengembangan karier. Hal ini menurutnya penting untuk menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

Prof. Zudan juga menekankan pentingnya penguatan karier pada jabatan fungsional di bidang pendidikan. “BKN meminta seluruh pihak untuk mendorong pengembangan profesi jabatan fungsional, seperti guru dan pengawas sekolah sehingga dapat berkembang hingga mencapai jenjang Ahli Utama,” ungkapnya. Menurutnya, penguatan jabatan fungsional merupakan bagian dari strategi pengembangan karier ASN berbasis kompetensi sekaligus bentuk pengakuan terhadap profesionalitas para pendidik dalam sistem birokrasi.

“BKN berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan yang memperkuat kapasitas guru sebagai garda terdepan pendidikan. Melalui manajemen ASN yang efektif dan berbasis sistem merit, kita ingin memastikan peningkatan kualitas guru dapat terwujud dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambah Prof. Zudan.

Program BKN Menyapa sendiri merupakan agenda rutin yang diselenggarakan BKN sebagai sarana komunikasi, koordinasi, dan edukasi dengan para pemangku kepentingan kepegawaian di seluruh Indonesia. Forum ini diperuntukkan untuk memperkuat pemahaman mengenai kebijakan dan pengelolaan ASN secara nasional.

Penulis/Foto: timkomlik
Editor: des

sumber : bkn.go.id

Jumat, 27 Februari 2026

Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan Asesmen Nasional

 


Perubahan Besar Asesmen Nasional 2026: Apa yang Berbeda bagi Siswa dan Guru?
1. Pendahuluan: Wajah Baru Evaluasi Pendidikan Kita
Bagi banyak siswa, guru, dan orang tua, kata "evaluasi" sering kali membawa beban psikologis yang berat—bayang-bayang tumpukan soal dan kecemasan akan angka yang menentukan nasib. Namun, paradigma lama ini sedang dibongkar untuk memberi ruang bagi sistem yang lebih memanusiakan proses belajar. Sebuah angin perubahan besar baru saja berembus melalui kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Terbitnya Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 menandai titik balik krusial. Peraturan ini hadir bukan sekadar sebagai revisi administratif, melainkan sebuah transformasi fundamental untuk memastikan Asesmen Nasional (AN) menjadi instrumen yang lebih efektif, efisien, dan relevan dengan tantangan zaman. Artikel ini akan membedah mengapa regulasi ini adalah kabar baik bagi ekosistem sekolah kita dan bagaimana ia akan mengubah cara kita memandang kualitas pendidikan.
2. Evolusi Karakter: Dari 6 Menjadi 8 Dimensi Profil Lulusan
Salah satu lompatan paling visioner dalam kebijakan ini tertuang pada Pasal 3 mengenai hasil belajar nonkognitif. Jika sebelumnya kita berfokus pada dimensi karakter yang lebih umum, kini cakupannya diperluas secara bermakna untuk menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan dan visi Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan aturan baru ini, hasil belajar nonkognitif diukur melalui survei karakter yang mencakup delapan dimensi profil lulusan:
• Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
• Kewargaan;
• Penalaran kritis;
• Kreativitas;
• Kolaborasi;
• Kemandirian;
• Kesehatan; dan
• Komunikasi.
Penambahan dimensi kesehatan dan komunikasi adalah langkah progresif. Di tengah isu burnout dan tekanan mental yang sering melanda generasi muda, dimensi "kesehatan" hadir sebagai komitmen bahwa kesejahteraan fisik dan mental adalah fondasi utama keberhasilan belajar. Sementara itu, "komunikasi" diakui sebagai jembatan kompetensi global yang memungkinkan siswa menyampaikan gagasan secara efektif dan empatik. Landasan hukum ini dipertegas dalam bunyi pasal berikut:
"Hasil belajar nonkognitif mencakup sikap yang melandasi karakter dalam delapan dimensi profil lulusan." — Pasal 3 ayat (3)
3. Pergeseran Strategis: Fokus pada Siswa Tingkat Akhir
Arah kebijakan mengenai siapa yang mengikuti AN kini mengalami pergeseran strategis berdasarkan Pasal 5 ayat (3). Berbeda dengan format sebelumnya yang menyasar kelas antara sebagai alat diagnostik tengah jalan, peraturan terbaru ini menetapkan bahwa AN ditujukan bagi peserta didik kelas akhir di setiap jenjang, mulai dari SD/MI/Sederajat, SMP/MTs/Sederajat, SMA/MA/Sederajat, hingga SMK/MAK.
Perubahan ini mengubah filosofi AN dari sekadar "alat cek medis" di tengah proses, menjadi sebuah evaluasi "sumatif" terhadap totalitas pengaruh sekolah kepada siswa. Dengan menyasar tingkat akhir, pemerintah ingin memotret hasil akhir dari seluruh perjalanan pendidikan di sebuah satuan pendidikan. Hal ini memberikan gambaran yang lebih tuntas mengenai efektivitas sekolah dalam membentuk lulusannya sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi atau dunia kerja.
4. Integrasi Cerdas: Literasi dan Numerasi Kini Masuk ke Mata Pelajaran
Selama ini, literasi dan numerasi sering dianggap sebagai "menu tambahan" yang dipisahkan dari materi pelajaran sehari-hari, yang ironisnya sering memicu fenomena teaching to the test—di mana guru hanya sibuk melatih soal asesmen ketimbang mendalami materi. Melalui Pasal 9A, inovasi cerdas dilakukan:
Pengukuran literasi membaca dan numerasi kini dapat diintegrasikan dalam pengukuran capaian akademik pada mata pelajaran tertentu. Perubahan ini membawa pesan kuat: setiap guru, baik guru seni, olahraga, maupun sejarah, kini adalah steward atau pengawal kompetensi literasi dan numerasi. Langkah ini membuat asesmen terasa lebih kontekstual, mengurangi beban administratif guru, dan memastikan bahwa kompetensi dasar tersebut tumbuh secara organik dalam setiap napas pembelajaran di kelas.
5. Iklim Sekolah: Bukan Sekadar Nilai, Tapi Tentang Keamanan dan Inklusivitas
Kualitas pendidikan dalam Permendikdasmen No. 9 Tahun 2026 tidak lagi diukur secara sempit melalui kecerdasan otak semata. Berdasarkan Pasal 3 ayat (5), kualitas lingkungan belajar kini diukur melalui tiga komponen yang mencerminkan kesehatan ekosistem sekolah:
• Iklim Keamanan: Memastikan sekolah adalah ruang yang bebas dari kekerasan, perundungan, dan ancaman psikis.
• Iklim Inklusivitas dan Kebinekaan: Menilai sejauh mana sekolah mampu merangkul perbedaan latar belakang dan memberikan akses yang adil bagi semua siswa.
• Proses Pembelajaran: Menyoroti kualitas interaksi edukatif di dalam kelas.
Ini adalah pergeseran dari budaya kompetisi nilai menuju budaya lingkungan yang mendukung perkembangan manusia secara utuh.
6. Sinergi Infrastruktur: Tanggung Jawab Kolektif untuk Akses Digital
Keberhasilan Asesmen Nasional sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital. Pasal 5 ayat (4) secara mutlak mensyaratkan bahwa tempat pelaksanaan AN harus memiliki akses jaringan internet yang memadai. Untuk menjamin hal ini, Pasal 5 ayat (5) mengatur pembagian tanggung jawab secara mendetail:
 
Pihak Bertanggung Jawab
Lingkup Tanggung Jawab (Ketersediaan Sarana Prasarana & SDM)
Kementerian (Pendidikan Dasar dan Menengah)
Melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan kewenangannya di tingkat pusat.
Kementerian yang menyelenggarakan urusan agama
Bertanggung jawab penuh pada satuan pendidikan di bawah naungannya.
Pemerintah Daerah
Memastikan ketersediaan sarana, prasarana, dan SDM di wilayah kewenangannya.
Masyarakat Penyelenggara Pendidikan
Bertanggung jawab pada satuan pendidikan yang dikelola secara mandiri/swasta.
Sinergi ini memastikan bahwa tantangan digitalisasi tidak lagi dipikul sendiri oleh sekolah, melainkan menjadi komitmen kolektif lintas birokrasi.
7. Penutup: Menyongsong Standar Baru Pendidikan Nasional
Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 bukan sekadar dokumen hukum, melainkan peta jalan menuju pendidikan yang lebih berempati dan efisien. Perubahan istilah dari "Profil Pelajar" menjadi "Profil Lulusan" mencerminkan komitmen sistem untuk bertanggung jawab terhadap sosok manusia seperti apa yang dihasilkan setelah sekolah usai—generasi yang tidak hanya cerdas bernalar, tetapi juga sehat dan mampu berkomunikasi dengan dunia.
Sebagai penutup, tantangan kini beralih kepada kita semua: Sudahkah sekolah kita siap memberikan ruang bagi dimensi 'komunikasi' dan 'kesehatan' dalam kegiatan belajar sehari-hari? Mari kita sambut standar baru ini dengan optimisme untuk membentuk masa depan pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat.
 
sumber : https://www.imrantululi.net/read/395/permendikdasmen-nomor-9-tahun-2026-tentang-perubahan-asesmen-nasional
 

Kamis, 26 Februari 2026

7 Masjid Paling Cantik di Indonesia untuk Wisata Ramadan 2026

 


Ramadan 2026 bisa jadi momen spesial untuk memperdalam ibadah, sekaligus menjelajahi keindahan arsitektur masjid di Indonesia. Dari desainnya yang megah bergaya Nusantara, Timur Tengah, hingga sentuhan modern yang memukau, banyak masjid di Tanah Air yang bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga destinasi religi yang memesona.

Mengunjungi masjid saat Ramadan akan memberikan pengalaman spiritual yang berbeda. Suasana saat buka puasa dan salat berjamaah, terutama saat Salat Tarawih, berpadu sempurna dengan dekorasi interior dan eksterior yang anggun.

Masjid-masjid tersebut juga dilengkapi fasilitas nyaman untuk jemaah. Mulai dari area wudu yang luas dan nyaman, toilet yang bersih, mukena cukup banyak, sarung, hingga taman yang asri.

Kalau kamu sedang merencanakan wisata religi selama bulan suci, berikut daftar masjid paling cantik di Indonesia yang bisa jadi wisata Ramadan 2026. Berwisata sembari tetap beribadah dengan lancar selama bulan puasa.


1. Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu objek wisata populer di Aceh
Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu objek wisata populer di Aceh IDN Times/Prayugo Utomo)

Masjid cantik pertama yang wajib masuk ke dalam bucket list wisata Ramadanmu adalah Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh. Masjid ini menjadi ikon religi, sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh. Dibangun pertama kali pada masa Kesultanan Aceh (sekitar abad ke-17), masjid ini kemudian direnovasi besar-besaran oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1879.Arsitekturnya bergaya Mughal dengan kubah hitam besar dan menara menjulang yang membuatnya tampak megah dan elegan. Lokasinya juga sangat strategis, yakni di pusat Kota Banda Aceh, sehingga mudah dijangkau wisatawan. Halamannya luas dengan payung raksasa yang mirip dengan payung Masjid Nabawi di Madinah. Area terbuka ini sering menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto, terutama saat senja.

Dari segi fasilitas, masjid ini memiliki ruang salat yang luas, pendingin udara (AC), tempat wudu bersih, perpustakaan, serta area parkir yang memadai. Selama Ramadan, berbagai kegiatan, seperti Tarawih berjamaah, tadarus, hingga kajian rutin digelar dan terbuka untuk umum.

2. Masjid Raya Sumatera Barat, Padang

Masjid Raya Sumatra Barat, tempat ibadah umat Islam terbesar di Sumbar (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Masjid Raya Sumatra Barat, tempat ibadah umat Islam terbesar di Sumbar (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Berbeda dengan masjid pada umumnya yang memiliki kubah, Masjid Raya Sumatera Barat memiliki desain unik. Atapnya berbentuk gonjong yang terinspirasi dari rumah adat Minangkabau. Masjid ini mulai dibangun pada 2007 dan menjadi salah satu landmark Kota Padang, ibu kota Sumatra Barat.

Masjid Raya Sumatera Barat ini berdiri megah dengan arsitektur yang memadukan nilai budaya dan religi. Bentuk bangunannya juga dirancang tahan gempa, mengingat Sumatera Barat termasuk wilayah rawan gempa.

Ruang salatnya luas, area parkir besar, serta fasilitas wudu dan toilet yang bersih dan nyaman. Selama Ramadan, berbagai kegiatan seperti pesantren kilat, ceramah agama, hingga buka puasa bersama rutin digelar, menjadikannya pusat aktivitas umat Islam di Padang.

3. Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat

Masjid Istiqlal (dok. IDN Times/Sunariyah)
Masjid Istiqlal (dok. IDN Times/Sunariyah)

Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara yang diresmikan pada 1978. Nama “Istiqlal” yang berarti kemerdekaan menjadi simbol rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan dari penjajahan. Desainnya modern dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban dengan konsep monumental dan minimalis.Masjid ini terletak di Jakarta Pusat, tepat di seberang Gereja Katedral. Posisi ini menjadi cerminan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Selain itu, lokasinya yang strategis membuatnya mudah diakses dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Fasilitas di Masjid Istiqlal sangat lengkap, mulai dari ruang salat berkapasitas sekitar 200.000 jemaah, area wudu yang luas, lift untuk lansia dan difabel, hingga area parkir besar. Selama Ramadan, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan nasional, seperti salat Tarawih, peringatan Nuzulul Quran, dan itikaf 10 malam terakhir yang selalu dipadati jemaah.

4. Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda
Potret Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda (IDN Times/Mela Hapsari)

Masjid Islamic Center Samarinda atau nama resmisnya Masjid Baitul Muttaqien ini mulai dibangun pada awal 2000-an dan diresmikan pada 2008. Masjid ini digadang-gadang sebagai salah satu masjid termegah di Indonesia bagian timur. Desain arsitekturnya terinspirasi dari Hagia Sophia di Turki dengan kubah besar di tengah dan enam menara tinggi yang menjulang megah.

Masjid ini terletak di tepi Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Lokasinya yang strategis di pinggir sungai membuat pemandangannya semakin indah, terutama saat matahari terbenam. Pantulan bangunan masjid di permukaan air menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang untuk beribadah, sekaligus berwisata religi.

Dari segi fasilitas, masjid ini memiliki ruang salat utama yang sangat luas dan mampu menampung puluhan ribu jamaah. Tersedia area wudu bersih, aula pertemuan, perpustakaan Islam, hingga area parkir yang lapang.

Saat Ramadan, masjid ini rutin menggelar salat Tarawih berjamaah, kajian keislaman, tadarus Al-Qur'an, serta buka puasa bersama untuk masyarakat umum. Suasananya yang megah dan khusyuk menjadikannya destinasi favorit selama bulan suci.

5. Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya

Suasana Salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (10/7/2022)
Suasana Salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (10/7/2022) (IDN Times/Ardiansyah Fajar)

Masjid Nasional Al Akbar Surabaya memiliki ciri khas berupa kubah biru-hijau mencolok dan menara setinggi 99 meter. Pengunjung dapat naik ke menara tersebut untuk melihat panorama Kota Surabaya dari ketinggian.Pembangunan Masjid Al Akbar dimulai pada 1995 dan diresmikan pada tahun 2000. Desain masjid ini memadukan unsur modern dan sentuhan Timur Tengah, menjadikannya salah satu masjid tercantik dan terbesar di Indonesia. Aksesnya pun cukup mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota, serta tak jauh dari pintu tol.

Fasilitas masjid ini cukup lengkap. Ada aula serbaguna, ruang salat yang luas dan nyaman, area parkir luas, serta pusat kegiatan keislaman. Saat Ramadan, Masjid Al-Akbar mengadakan buka puasa bersama, kajian rutin, serta qiyamul lail yang terbuka bagi masyarakat umum. Tak jauh dari masjid ini, terdapat pusat kuliner yang menjual beragam sajian makanan enak.

6. Masjid 99 Kubah, Makassar

Pemandangan Masjid 99 Kubah yang berada di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar
Pemandangan Masjid 99 Kubah yang berada di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar (IDN Times/Ari Putra Anugrah)

Masjid 99 Kubah atau Masjid 99 Asmaul Husna di Makassar merupakan salah satu masjid dengan desain paling ikonik di Indonesia. Diresmikan pada 2022, masjid ini memiliki 99 kubah yang melambangkan Asmaul Husna. Warna-warni cerah pada bagian eksterior membuatnya tampak modern dan Instagramable, terutama jika dilihat dari kejauhan.

Masjid ini terletak di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Pantai Losari, sehingga menawarkan pemandangan laut yang indah. Menjelang sore hari, suasananya sangat syahdu dengan iringan senja dan angin sepoi-sepoi.

Fasilitas Masjid 99 Kubah meliputi ruang salat luas, area parkir memadai, serta akses yang ramah bagi difabel. Selama Ramadan, masjid ini kerap mengadakan buka puasa bersama dan kajian Islami yang menarik minat warga lokal maupun wisatawan.

7. Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo

Potret Masjid Sheikh Zayed, Solo
Potret Masjid Sheikh Zayed, Solo (IDN Times/Larasati Rey)

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo diresmikan pada 2022 sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Masjid ini merupakan replika atau versi mini dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Arsitekturnya bergaya Timur Tengah yang didominasi warna putih, kubah besar, dan ornamen kaligrafi.

Sumber : https://www.idntimes.com/travel/destination/masjid-paling-cantik-di-indonesia-untuk-wisata-ramadan-2026-00-mk1yf-rrwyhq


Berlokasi di Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta (Solo), Masjid Raya Sheikh Zayed ini mudah diakses dari berbagai penjuru tempat, terutama wisatawan yang naik kereta dan turun di Stasiun Solo Balapan atau naik bus dan turun di Terminal Tirtonadi. Posisinya tak jauh dari dua tempat tersebut.

Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari ruang salat luas berpendingin udara, tempat wudu, taman yang tertata rapi, hingga area parkir. Selama Ramadan, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan, seperti salat Tarawih berjamaah, kajian keislaman, hingga itikaf di 10 malam terakhir.

Demikian rekomendasi masjid paling cantik di Indonesia untuk wisata Ramadan 2026. Adakah yang letaknya dekat dengan tempat tinggalmu?