Kamis, 15 Oktober 2026

Jangan Asal Oles Lemon ke Wajah, Dokter Ingatkan Risiko Iritasi Kulit

 


Lemon sering digunakan dalam perawatan wajah rumahan, karena dianggap bisa membantu mencerahkan kulit dan menyamarkan bekas jerawat. 

Bahan ini juga mudah ditemukan di dapur, sehingga sebagian orang bisa dengan mudah mengoleskan air perasannya langsung ke wajah.

 Anggapan bahwa bahan alami lebih aman daripada produk perawatan kulit semakin membuat cara tersebut masih menarik untuk dicoba. Padahal, kulit wajah bisa bereaksi terhadap bahan yang terlalu asam, terlebih jika penggunaannya tidak diatur dan kulit terpapar sinar matahari.

Apa Risiko Mengoleskan Lemon Langsung ke Wajah?

1. Air lemon mentah bisa memicu iritasi

Menyadur OnlyMyHealth, dokter kulit sekaligus konsultan senior dermatologi di CK Birla Hospital, Gurgaon, Dr. Ruben Bhasin Passi, menjelaskan bahwa air lemon mentah tidak sama dengan produk perawatan kulit yang diformulasikan secara khusus.

“Lemon mengandung asam sitrat dan vitamin C, yang keduanya terdengar menjanjikan untuk mencerahkan kulit. Hal ini memunculkan anggapan bahwa menggosokkan air lemon ke kulit dapat mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan pigmentasi,” jelas Passi.

Namun, produk perawatan kulit dirancang dengan konsentrasi bahan, tingkat keasaman atau pH, bahan penstabil, serta sistem penghantaran bahan yang terkontrol.

“Air lemon segar tidak memiliki ketepatan seperti itu. Karena itu, hasilnya bisa berupa iritasi yang sulit diprediksi, terutama jika digunakan berulang kali,” ujarnya.

Dengan demikian, penggunaan air lemon langsung pada wajah tidak menjamin kulit menjadi lebih cerah. Alih-alih mendapatkan manfaat yang diharapkan, kulit justru berisiko mengalami iritasi.

2. Paparan sinar matahari bisa memicu reaksi kulit

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah phytophotodermatitis, yakni reaksi peradangan kulit ketika senyawa tertentu dari tumbuhan berinteraksi dengan paparan sinar ultraviolet. 

Passi menjelaskan, beberapa buah jeruk mengandung senyawa tumbuhan bernama furanokumarin.

 “Ketika zat kimia ini tertinggal di kulit dan area tersebut terpapar sinar ultraviolet, zat tersebut dapat memicu reaksi peradangan yang menyerupai luka bakar. Gejalanya dapat berupa kemerahan, pembengkakan, lepuh, iritasi, dan perubahan warna kulit,” terangnya.

Reaksi tersebut juga tidak selalu muncul seketika setelah kulit terkena sinar matahari. 

“Reaksi ini dapat muncul setelah terpapar sinar matahari dan meninggalkan bercak yang lebih gelap, yang bertahan selama berbulan-bulan. Ironisnya, seseorang yang ingin menghilangkan pigmentasi justru bisa mengalami pigmentasi yang lebih parah,” papar Passi.

3. Bukan pilihan tepat untuk mengatasi jerawat

Air lemon mentah juga tidak disarankan untuk mengatasi jerawat. Menurut Passi, bahan tersebut dapat mengiritasi kulit yang rentan berjerawat dan sedang mengalami peradangan. “Iritasi dapat merusak lapisan pelindung kulit dan memicu peradangan. 

Bagi orang yang rentan mengalami hiperpigmentasi pascaperadangan, kondisi ini justru dapat membuat bekas jerawat lebih terlihat,” ungkapnya. 

Passi menambahkan, produk perawatan kulit yang menimbulkan iritasi juga dapat memicu munculnya bintik hitam. Oleh sebab itu, produk yang lebih lembut disarankan bagi orang yang mengalami hiperpigmentasi.

Orang dengan kulit sensitif, eksim, rosacea, jerawat aktif, lapisan pelindung kulit yang rusak, atau riwayat pigmentasi setelah mengalami iritasi sebaiknya menghindari perawatan asam rumahan. 

Passi menyarankan agar air lemon mentah tidak dioleskan langsung ke wajah. Jika kulit terkena lemon atau buah jeruk lainnya, bersihkan area tersebut dengan sabun dan air, terutama sebelum pergi ke luar ruangan.

Untuk membantu mengatasi pigmentasi, produk yang diformulasikan dengan kandungan vitamin C, asam azelat, retinoid, atau bahan lain yang direkomendasikan dokter kulit dapat menjadi pilihan. 

Pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit untuk mengurangi risiko iritasi. Passi juga menegaskan, ibu hamil tidak perlu menghindari lemon sebagai makanan karena risiko tersebut. 

Namun, penggunaan lemon langsung pada kulit sebagai perawatan rumahan tidak diperlukan dan tetap dapat menyebabkan iritasi.

Passi juga menegaskan, ibu hamil tidak perlu menghindari lemon sebagai makanan karena risiko tersebut. Namun, penggunaan lemon langsung pada kulit sebagai perawatan rumahan tidak diperlukan dan tetap dapat menyebabkan iritasi.


Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/10/14/070500120/jangan-asal-oles-lemon-ke-wajah-dokter-ingatkan-risiko-iritasi-kulit?page=2











Rabu, 14 Oktober 2026

Kepala BKN: Penerapan Manajemen Talenta ASN Melonjak 700% dalam Setahun dan BRIN Jadi Instansi ke-337

 


Humas BKN, Dalam pertemuannya dengan Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menekankan penguatan kualitas 6,7 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi faktor krusial dalam memastikan kebijakan pemerintah memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional. “Jumlah ASN kita saat ini 6,7 juta, pasukan terbaik Bapak Presiden di bidang sipil. Mereka inilah yang mengonstruksi kebijakan, APBN, dan APBD. Kalau konstruktornya tidak bagus, hasilnya berbahaya,” tegas Prof. Zudan Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Dalam perkembangan penerapan manajemen talenta di instansi pemerintah se-Indonesia, Prof. Zudan mengungkapkan jumlah instansi pemerintah yang telah menerapkan manajemen talenta meningkat 700 persen dalam satu tahun, dari 42 menjadi 336 instansi. “Dalam satu tahun, jumlah instansi yang sudah menerapkan manajemen talenta naik 700 persen, dari 42 menjadi 336 instansi. Kalau hari ini saya tanda tangani, BRIN menjadi yang ke-337,” ungkapnya.

Untuk pengelolaan ASN di BRIN sendiri, Prof. Zudan mendorong penguatan manajemen talenta ASN untuk menjawab kebutuhan strategis riset dan inovasi nasional. Ia mengarahkan agar manajemen talenta tidak hanya digunakan sebagai mekanisme pengisian jabatan, tetapi menjadi instrumen strategi untuk memastikan organisasi pemerintah memiliki orang-orang terbaik yang mampu menghasilkan kebijakan berkualitas dan menjawab tantangan pembangunan.

Ia juga mengapresiasi kesiapan BRIN dalam menerapkan manajemen talenta, mulai dari penyiapan regulasi, pemetaan kandidat suksesi, hingga perencanaan pengembangan dan retensi talenta. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan jumlah dan kualitas periset serta inovator Indonesia. Menurutnya, penguatan talenta riset sejalan dengan Asta Cita, khususnya agenda penguatan sumber daya manusia, sains, dan teknologi. Dengan pengelolaan talenta yang terarah, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset dan inovasi sebagai penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Selaras dengan pernyataan Kepala BKN, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, mengungkapkan penerapan manajemen talenta menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan pengelolaan ASN di lingkungan BRIN dengan kebutuhan organisasi riset dan inovasi nasional. Melalui pemetaan kompetensi, potensi, dan kinerja, pengembangan karier dan penempatan pegawai bisa tepat sasaran. BRIN sendiri telah menyiapkan talenta unggul untuk mendukung kebutuhan organisasi. “Kami sudah menyiapkan talenta-talenta unggul yang siap dipromosikan,” ungkap Arif.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi dan karier periset, BRIN menyiapkan sejumlah program, antara lain BRIN Integrated Learning Center, Degree by Research, program pascadoktoral, visiting researcher, fellowship, serta pelatihan kepemimpinan berkelanjutan. Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas periset sekaligus meningkatkan kontribusi riset dan inovasi bagi pembangunan nasional. Dari sisi capaian, rasio sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi (SDM Iptek) BRIN mencapai 1.416 orang per satu juta penduduk, melampaui target 1.265 orang dari baseline 1.151 pada 2024.

Di akhir, Kepala BKN mengarahkan BRIN untuk menyosialisasikan pemutakhiran data kepada seluruh ASN di lingkungannya. Data yang akurat dan mutakhir diperlukan agar pemetaan talenta, penilaian kinerja, perencanaan karier, dan pengambilan keputusan kepegawaian didasarkan pada informasi yang valid. Menurutnya, keberhasilan manajemen talenta tidak hanya diukur dari tersedianya kandidat untuk mengisi jabatan, tetapi juga dari kemampuan instansi mengidentifikasi pegawai potensial, mengembangkan kompetensi, mempercepat karier, dan mempertahankan talenta sesuai kebutuhan organisasi.

Penulis: bp
Foto: kis
Editor : des

Sumber : https://www.bkn.go.id/kepala-bkn-penerapan-manajemen-talenta-asn-melonjak-700-dalam-setahun-dan-brin-jadi-instansi-ke-337/

English Fun Club (EFC) Universe 2026: Saat Belajar, Berefleksi, dan Bertumbuh Jadi Lebih Menyenangkan

Belajar bahasa Inggris tidak selalu harus dilakukan dengan suasana yang serius dan penuh teori. Melalui English Fun Club (EFC) Universe 2026, EFC SDMO BKN kembali menghadirkan ruang belajar yang santai, interaktif, dan mendorong peserta untuk terus mengembangkan diri. Mengusung tema “Capacity Building”, kegiatan yang berlangsung di Aula BKN pada Kamis, 24 September 2026 ini, merupakan kolaborasi EFC SDMO bersama DP KORPRI BKN dan Koperasi PROMART BKN. Dihadiri oleh para peserta yang terdiri atas PNS dan peserta Magang Hub Kemnaker di lingkungan BKN Pusat, seluruh rangkaian kegiatan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan dan keberanian peserta untuk berkomunikasi secara langsung.

Learning English in a Fun Way


Rangkaian EFC Universe 2026 berlangsung dalam suasana yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan diawali dengan penampilan lagu “A Whole New World” yang dibawakan oleh Budi dan Marcella, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan dan sesi berbagi yang mendorong peserta untuk aktif menggunakan Bahasa Inggris. Dalam keynote speech, perwakilan DP KORPRI BKN menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan EFC serta dukungan terhadap pengembangan kapasitas ASN, termasuk kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing. Kemampuan Bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori, tetapi juga membutuhkan kebiasaan dan keberanian untuk mempraktekkannya secara langsung. Dukungan terhadap EFC juga disampaikan oleh perwakilan Koperasi PROMART BKN dan perwakilan Kepala Biro SDMO BKN. EFC diharapkan dapat terus berkembang sebagai ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan inklusif.

 

Mencairkan Suasana melalui Kahoot


Sebelum memasuki sharing session, peserta mengikuti fun games menggunakan Kahoot. Kuis interaktif ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk berkompetisi sekaligus membangun interaksi dalam suasana yang lebih santai. Selain menambah keseruan, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk lebih aktif terlibat dalam rangkaian EFC Universe 2026. Sesi Kahoot dimenangkan oleh Randy Raharja sebagai Juara I, Khayatun T. Aniah sebagai Juara II, dan Rizky Angga sebagai Juara III.

Continuous Learning: Terus Belajar di Tengah Kesibukan
Sesi pertama menghadirkan Aulia Pradipta, M.Si. dengan materi “The Continuous Learning Challenge.” Peserta diajak memahami bahwa proses belajar dapat berlangsung di tengah tuntutan pekerjaan dan berbagai perubahan lingkungan. Melalui pengalaman sebagai tutor di salah satu universitas terkemuka di Indonesia, narasumber menunjukkan bahwa berbagi pengetahuan dengan orang lain juga dapat menjadi kesempatan untuk terus belajar. Pembelajaran tidak selalu berasal dari pendidikan formal, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman kerja, interaksi dengan orang lain, proses mengajar, maupun keberanian mencoba hal baru.

Writing to Evolve: Belajar melalui Refleksi
Sesi berikutnya disampaikan oleh Nur Arifah Rahmah, S.Psi. melalui materi “Writing to Evolve: Growing through Consistent Self-Reflection.” Menulis tidak hanya menjadi aktivitas untuk menghasilkan sebuah tulisan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menuangkan pengalaman, melihat kembali proses yang telah dilalui, dan memahami perkembangan diri. Dengan membangun kebiasaan menulis secara konsisten, seseorang dapat mengenali pemikiran, pengalaman, dan pembelajaran yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Hal Sederhana, Terus Bertumbuh


Melalui EFC Universe 2026, peserta diajak melihat bahwa pengembangan kapasitas dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Berlatih bahasa inggris, membaca, berbagi pengetahuan, menulis, dan meluangkan waktu untuk melakukan refleksi dapat menjadi bagian dari proses continuous learning. Pada akhirnya, belajar bukan hanya tentang menjadi ahli, tetapi tentang kemauan untuk terus mencoba, belajar dari pengalaman, dan berkembang sedikit demi sedikit. Dengan semangat tersebut, EFC diharapkan dapat terus menjadi ruang belajar bersama yang aman, menyenangkan, dan inklusif.

Let’s grow together!

Penulis: Tim Magang Hub Kemnaker Batch 2 Angkatan 2 Tahun 2026, Unit Kerja Penugasan di Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi.

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN Periode Oktober 2026

 


Bersama ini kami sampaikan hasil seleksi administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN periode Oktober 2026 berdasarkan verifikasi dan validasi dokumen yang dipersyaratkan.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN akan diselenggarakan pada tanggal 8, 13, 14, 15, 19, 20, 21 dan 22 Oktober 2026 dengan rincian sebagaimana terlampir pada dokumen berikut:

Pengumuman Peserta Uji Kompetensi JF MASN Periode Oktober 

Sumber : https://www.bkn.go.id/pengumuman-hasil-seleksi-administrasi-uji-kompetensi-jabatan-fungsional-di-bidang-manajemen-asn-periode-oktober-2026/


Selasa, 13 Oktober 2026

Antisipasi Gempa Bumi

 


Apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa bumi

Sebelum Terjadi Gempa Bumi

Kunci Utama

1. Kunci Utama

  • Mengenali apa yang disebut gempabumi;
  • Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempabumi (longsor, liquefaction, dll.);
  • Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

Kenali Lingkungan Tempat Anda Bekerja

2. Kenali Lingkungan Tempat Anda Bekerja

  • Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempabumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung;
  • Belajar melakukan P3K;
  • Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran;
  • Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

Persiapan Rutin pada Tempat Anda Bekerja dan Tinggal

3. Persiapan Rutin pada Tempat Anda Bekerja dan Tinggal

  • Perabotan (lemari, cabinet, dll.) diatur menempel pada dinding (dipaku, diikat, dll.) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi;
  • Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran;
  • Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

Penyebab Celaka yang Paling Banyak pada Saat Gempabumi adalah Akibat Kejatuhan Material

4. Penyebab Celaka yang Paling Banyak pada Saat Gempabumi adalah Akibat Kejatuhan Material

  • Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah;
  • Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi (misalnya lampu, dll.).

Alat yang Harus Ada di Setiap Tempat

5. Alat yang Harus Ada di Setiap Tempat

  • Kotak P3K;
  • Senter/lampu baterai;
  • Radio;
  • Makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi

Jika Anda Berada di Dalam Bangunan

1. Jika Anda Berada di Dalam Bangunan

  • Lindungi kepala dan badan Anda dari reruntuhan bangunan (dengan bersembunyi di bawah meja, dll.);
  • Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan;
  • Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.

Jika Berada di luar Bangunan atau Area Terbuka

2. Jika Berada di luar Bangunan atau Area Terbuka

  • Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda (seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll.);
  • Perhatikan tempat Anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah.

Jika Anda Sedang Mengendarai Mobil

3. Jika Anda Sedang Mengendarai Mobil

  • Keluar, turun, dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran;
  • Perhatikan tempat Anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah.

Jika Anda Tinggal atau Berada di Pantai

4. Jika Anda Tinggal atau Berada di Pantai

  • Jauhi pantai untuk menghindari terjadinya tsunami.

Jika Anda Tinggal di Daerah Pegunungan

5. Jika Anda Tinggal di Daerah Pegunungan

  • Apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi

Jika Anda Berada di Dalam Bangunan

1. Jika Anda Berada di Dalam Bangunan

  • Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib;
  • Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;
  • Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K;
  • Telpon/minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

Periksa Lingkungan Sekitar Anda

2. Periksa Lingkungan Sekitar Anda

  • Periksa apabila terjadi kebakaran;
  • Periksa apabila terjadi kebocoran gas;
  • Periksa apabila terjadi arus pendek;
  • Periksa aliran dan pipa air;
  • Periksa segala hal yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api, dll.).

Jangan Memasuki Bangunan yang Sudah Terjadi Gempa

3. Jangan Memasuki Bangunan yang Sudah Terjadi Gempa

  • Bangunan yang sudah terjadi gempa menjadi rawan mengalami keruntuhan.

Jangan Berjalan di Sekitar Daerah Gempa

4. Jangan Berjalan di Sekitar Daerah Gempa

  • Gempa susulan masih mungkin terjadi di sekitar daerah gempa.

Mendengarkan Informasi

5. Mendengarkan Informasi

  • Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan);
  • Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

Mengisi Angket yang Diberikan oleh Instansi Terkait

6. Mengisi Angket yang Diberikan oleh Instansi Terkait

  • Pengisian angket tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi di lokasi kejadian gempa.

Jangan Panik dan Jangan Lupa Selalu Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa

7. Jangan Panik dan Jangan Lupa Selalu Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa

  • Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keamanan dan keselamatan kita semua.


Sumber : https://www.bmkg.go.id/gempabumi/mitigasi/antisipasi-gempabumi

BMKG Gelar Pelatihan Metadata Instrumen Meteorologi dan WIGOS Tools Bersama DGMET Oman

 


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan Meteorological Instrument Metadata and WIGOS Tools Training di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, pada 12–16 Oktober 2026. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis pengelolaan metadata instrumen meteorologi, implementasi World Meteorological Organization Integrated Global Observing System (WIGOS), serta peningkatan kualitas dan interoperabilitas data pengamatan meteorologi.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, M.Si dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengelolaan metadata dalam mendukung kualitas data pengamatan meteorologi. Secara sederhana, metadata memberi tahu kita di mana, kapan, bagaimana, dan dalam kondisi apa suatu pengamatan dilakukan. Metadata memberikan konteks penting untuk memahami, menafsirkan, dan menggunakan data pengamatan secara benar.

Guswanto, M.Si juga menekankan bahwa kualitas data pengamatan tidak hanya ditentukan oleh ketepatan instrumen, tetapi juga oleh pengelolaan informasi yang menyertai peralatan tersebut. Tanpa metadata yang dikelola dengan baik, data pengamatan yang akurat sekalipun berpotensi disalahartikan.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini membahas penerapan WIGOS beserta perangkat pendukungnya, termasuk OSCAR/Surface, WIGOS Data Quality Monitoring System (WDQMS), dan Incident Management System (IMS). Sistem tersebut mendukung pencatatan dan pemutakhiran metadata, pemantauan kualitas serta ketersediaan data, hingga identifikasi dan penanganan permasalahan operasional.

“Bagi BMKG, memajukan implementasi WIGOS dan meningkatkan pengelolaan metadata merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa data kita akurat, terstandardisasi, dapat ditelusuri, dan dapat dioperasikan bersama dalam skala global.” Ujarnya.

Pelatihan ini diikuti oleh tiga peserta dari Direktorat Jenderal Meteorologi (Directorate General of Meteorology/DGMET), Otoritas Penerbangan Sipil Kesultanan Oman, yaitu
Mr. Al-Azhar Ali Al-Azri, B.Sc, Head of Central Calibration Section;
Mr. Abdullah Khamis AL Issai, B.Sc, Meteorology Devices Engineer; and
Mr. Elyas Aflah Al-Maskari, MBA, Electronic Technician.

Program Training berlangsung selama lima hari, meliputi empat hari sesi kelas dan praktik teknis serta satu hari kunjungan lapangan untuk mempelajari operasional peralatan meteorologi dan proses kalibrasi secara langsung.

Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi, Dr. Hartanto, ST, MM mewakili Deputi Bidang Infrastruktur dalam pemaparan program menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan alur kerja WIGOS, pengelolaan metadata, penerapan WIGOS Station Identifier (WSI), serta keterampilan menggunakan perangkat WIGOS dalam mendukung pemantauan operasional.

Perwakilan DGMET Oman, Al-Azhar Ali Al-Azri, Head of Central Calibration Section menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan dan kesempatan untuk bertukar pengetahuan serta pengalaman dengan BMKG. Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi awal bagi penguatan kerja sama kedua institusi secara berkelanjutan.

“Kami juga berharap pelatihan ini akan menjadi awal dari kerja sama yang lebih kuat dan pertukaran yang berkelanjutan antara DGMET dan BMKG di masa depan.” Tuturnya.
Melalui pelatihan ini, BMKG berharap para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di institusi masing-masing. Selain meningkatkan kapasitas teknis dalam pengelolaan metadata dan penggunaan perangkat WIGOS, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengalaman serta penguatan jejaring profesional antara BMKG dan DGMET Oman dalam mendukung kualitas data pengamatan meteorologi pada tingkat global.

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-gelar-pelatihan-metadata-instrumen-meteorologi-dan-wigos-tools-bersama-dgmet-oman