Senin, 13 Juli 2026

MPLS Ramah 2026 Pastikan Hari Pertama Sekolah Aman, Nyaman, dan Menggembirakan



Hari pertama sekolah menjadi momen yang membekas bagi setiap anak. Kesan yang mereka rasakan saat pertama kali memasuki lingkungan baru akan memengaruhi rasa percaya diri, semangat belajar, hingga kemampuan beradaptasi. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 agar setiap murid baru memperoleh pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sejak hari pertama di sekolah.

Guna mewujudkan MPLS yang kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026, Kemendikdasmen terus menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah. Regulasi baru ini membawa sejumlah pembaruan, di antaranya pelaksanaan MPLS selama lima hari, kewajiban sekolah menyosialisasikan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi pelaksanaan MPLS.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, sebelumnya menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap murid sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak.

Senada dengan itu, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menjelaskan bahwa seluruh pelaksanaan MPLS berlandaskan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. "Seluruh pelaksanaan MPLS berlandaskan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sehingga setiap murid dapat mengenal lingkungan sekolah dalam suasana yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembangnya," katanya.

Pada kesempatan berbeda, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, mengatakan sekolah tidak hanya bertugas melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga menjadi ruang yang membuat setiap anak merasa aman, diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia.

"Momentum tersebut dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki sekolah. Kesan pertama yang mereka rasakan akan sangat memengaruhi semangat belajar, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah memiliki peran yang sangat penting," ujar Yuli Haryanto dalam webinar Bincang SMA bertajuk "Sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jenjang SMA: MPLS Ramah, Sekolah Aman, Belajar Nyaman, Tumbuh Berkarakter" yang disiarkan melalui kanal YouTube Direktorat SMA, beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, pelaksanaan MPLS harus berlangsung secara edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun praktik yang merendahkan martabat peserta didik. "Semangat MPLS Ramah mengajak kita menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sekaligus memuliakan setiap anak sebagai pribadi yang memiliki hak, potensi, dan cita-cita," katanya.

Yuli menambahkan, keberhasilan MPLS memerlukan kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. "Dengan pemahaman dan komitmen yang sama, setiap sekolah diharapkan mampu menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. MPLS juga harus menjadi momentum mengenali karakter, potensi, serta kebutuhan belajar murid sejak hari pertama mereka berada di sekolah," ujarnya.

Praktik MPLS Ramah

Praktik MPLS Ramah telah diterapkan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala sekolah, Sri Moerni, mengatakan bahwa MPLS Ramah menjadi awal membangun kebersamaan antara sekolah, murid, dan orang tua. "MPLS Ramah merupakan prosesi menyambut kehadiran anak-anak hebat dan orang tua sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Dari sinilah kita memulai proses membersamai peserta didik untuk mengantarkan mereka meraih cita-cita terbaiknya," tuturnya.

Menguatkan, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Utami, juga menyampaikan dalam webinar Solusi (Sosialisasi dan Diskusi) MPLS Ramah yang digelar Puspeka bahwa saat ini MPLS dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Seluruh kegiatan harus menghormati hak anak, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak membebani orang tua maupun peserta didik.

Perpanjangan durasi MPLS menjadi lima hari memberi ruang adaptasi yang lebih optimal. MPLS harus menjadi pintu masuk kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik. Melalui kegiatan ini, sekolah memiliki kesempatan melakukan pemetaan awal terhadap potensi, bakat, minat, kemampuan literasi, numerasi, hingga kondisi sosial emosional murid. Seluruh pelaksanaan MPLS harus bebas dari perpeloncoan, kekerasan, pungutan, maupun penggunaan atribut yang memberatkan.*** (Penulis: Shaka & Rahman/Dokumentasi: Tim BKHM)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook:  facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id

Sumber : https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15674-mpls-ramah-2026-pastikan-hari-pertama-sekolah-aman-nyaman-da

Sabtu, 11 Juli 2026

Salinan Kepmendikdasmen Nomor 180 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Identifikasi Bakat dan Minat Murid

 

Salinan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 180 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Identifikasi Bakat dan Minat Murid dapat diunduh melalui tautan di bawah ini:

Berkas TambahanSalinan Kepmendikdasmen Nomor 180 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Identifikasi Bakat dan Minat Murid

Pengumuman Hasil OSN-K Tahap 2 Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026



Dengan hormat, Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 jenjang SD/MI/Sederajat pada tanggal 8 Juni 2026 dan jenjang SMP/MTs/Sederajat pada tanggal 11 Juni 2026. Kami sampaikan Pengumuman Hasil Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) Tahap 2 Tahun 2026. 

Silahkan Lakukan Pemetaan Status Keikutsertaan pada Web Komunikasi dan Mengikuti Uji Coba OSN-P yang akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Juli 2026.

Salam Sobat Prestasi.

Berkas Tambahan

Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2026 Tahap 2

 

Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2026 Tahap 2
Sumber : https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/pelaksanaan-ppg-bagi-guru-tertentu-tahun-2026-tahap-2

Lebih Banyak Guru Profesional untuk Indonesia, Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka

 


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Pendaftaran dibuka mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen.

Program PPG ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin meniti karier sebagai guru profesional. Melalui PPG, peserta akan mengikuti pendidikan profesi dan berkesempatan memperoleh sertifikat pendidik, yang menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti rekrutmen guru pada instansi yang membutuhkan tenaga pendidik.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan bahwa program PPG bagi Calon Guru merupakan komitmen pemerintah guna menyiapkan guru yang tidak hanya profesional berintegritas, tapi juga menjadi teladan dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. 

“Melalui PPG Calon Guru, nantinya para lulusan pendidikan tinggi memiliki kesempatan memperoleh sertifikat pendidik yang siap mengajar di berbagai daerah seluruh Indonesia,” ujar Dirjen GTK, Nunuk Suryani, di Jakarta, (2/7).

Kewajiban memiliki sertifikat pendidik juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa sertifikat pendidik menjadi bukti formal bahwa seorang guru telah memenuhi standar kompetensi dan diakui sebagai tenaga profesional.

Terkait persyaratan pendaftaran, PPG Calon Guru Tahun 2026 dapat diikuti oleh Warga Negara Indonesia yang belum terdaftar sebagai guru di Dapodik maupun Simpatika. Peserta maksimal berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember 2026, memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), serta memiliki IPK minimal 3,00. Peserta juga wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjawab Kebutuhan Guru di Berbagai Daerah

Pembukaan PPG Calon Guru Tahun 2026 disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan guru pada tahun 2027–2028 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 30 bidang studi dibuka, terdiri atas 18 bidang studi umum dan 12 bidang studi kejuruan, mulai dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Luar Biasa, hingga berbagai bidang kejuruan seperti Teknik Otomotif, Desain Komunikasi Visual, Kuliner, Perhotelan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.

Dengan membuka bidang studi berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, pemerintah berharap lulusan PPG nantinya dapat mengisi kekurangan guru pada berbagai daerah dan jenjang pendidikan baik di sekolah negeri, sekolah swasta, maupun sekolah di bawah kementerian lainnya.

Perkuliahan PPG dan Dukungan Pembiayaan

Perkuliahan PPG bagi Calon Guru dilaksanakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG. Adapun biaya pendidikan program ini sebesar Rp8,5 juta per semester atau Rp17 juta untuk dua semester. Seluruh biaya pendidikan tersebut akan diberikan dalam bentuk beasiswa (bantuan pemerintah) kepada peserta yang dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan sebagai peserta PPG Calon Guru.

Sementara itu, peserta hanya dikenakan biaya pendaftaran seleksi sebesar Rp200 ribu untuk mengikuti proses seleksi administrasi dan tes substantif. Melalui pembukaan PPG Calon Guru Tahun 2026, Kemendikdasmen mengajak lulusan perguruan tinggi yang memiliki panggilan hati untuk menjadi guru profesional agar memanfaatkan kesempatan ini. Calon peserta diimbau untuk menyiapkan dokumen persyaratan agar dapat mengikuti tahapan seleksi dengan baik. 

Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan penumbuh semangat belajar. Melalui PPG, pemerintah menyiapkan guru yang profesional dalam mendidik dan teladan dalam sikap, sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh peserta didik. 

Adapun tahapan dan jadwal seleksi sebagai berikut, pendaftaran mulai 27 Juni s.d. 25 Juli, Pengumuman hasil seleksi administrasi 26 s.d. 28 Juli, Tes Substantif 3 s.d. 7 Agustus, Pengumuman Hasil Tes Substantif 26 Agustus, Tes Wawancara 31 Agustus s.d. 16 September, dan Pengumuman Hasil Akhir Seleksi 21 September 2026.

Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026 dilakukan secara bertahap untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memiliki kompetensi akademik maupun karakter sebagai calon pendidik. Peserta yang dinyatakan tidak lulus pada salah satu tahapan tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya. Informasi lengkap mengenai persyaratan, bidang studi, tata cara pendaftaran, dan jadwal seleksi dapat diakses melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen.*** (Penulis: Destian/Dokumentasi: Tim Dit. PPG)

Sumber : https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/lebih-banyak-guru-profesional-untuk-indonesia-seleksi-ppg-calon-guru-2026-resmi-dibuka

Hasil Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2026

 

Sumber : https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/hasil-uji-kompetensi-peserta-pendidikan-profesi-guru-tertentu-periode-2-tahun-2026

    Jumat, 10 Juli 2026

    Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!

     


    Pelatih Timnas SpanyolLuis De La Fuente enggan mengomentari prospek timnya berhadapan dengan Timnas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut sang pelatih, fokus utama La Furia Roja saat ini adalah mengalahkan Timnas Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026.

    Seperti yang sudah diketahui, Timnas Spanyol akan memainkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 pada dini hari nanti. Mereka akan menantang sesama wakil Eropa, Timnas Belgia untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal.

    Spanyol yang tampil impresif selama Piala Dunia 2026 ini memang lebih banyak dijagokan untuk lolos ke babak semifinal. Masalahnya, di babak semifinal nanti mereka akan melawan tim yang sulit.

    Mereka akan berhadapan dengan finalis Piala Dunia 2022, Timnas Prancis yang baru saja menyingkirkan Timnas Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026. Apa kata De La Fuente mengenai laga kontra Prancis itu?

    Hanya Pikirkan Belgia


    Dlaam konferensi persnya jelang laga melawan Belgia, De La Fuente menolak untuk memikirkan Timnas Prancis saat ini.

    Ia menyebut bahwa Timnas Spanyol belum lolos ke babak semifinal, jadi tidak ada gunanya membicarakan Les Bleus saat ini. Baginya, fokus utama Prancis adalah untuk memenangkan pertandingan melawan Belgia.

    "Percayalah, kami tidak memikirkan itu (jumpa Prancis di semifinal), karena satu-satunya yang kami pikirkan adalah Belgia, yang akan kami hadapi besok," ujar De La Fuente.

    Yakin Yamal Bakal Bangkit


    Di sesi yang sama, De La Fuente juga ditanyai mengenai kondisi Lamine Yamal. Winger Barcelona itu memang jadi andalan De La Fuente sejauh ini.

    Namun ia tercatat baru mengemas satu gol saja di Piala Dunia 2026, sehingga banyak yang mempertanyakan kontribusi sang pemain. Namun De La Fuente percaya sang winger bakal bangkit dan bisa mencetak lebih banyak gol lagi bagi Spanyol.

    "Saya yakin bahw dia (Yamal) akan kembali tampil dengan baik di lini serang kami," pungkas sang pelatih.

    Rekam Jejak Apik


    Timnas Spanyol sendiri memiliki rekam jejak yang apik kala berhadapan dengan Belgia.

    Mereka selalu memenangkan enam pertemuan terakhir mereka melawan The Red Devils di semua ajang.

    Sumber: TRT World

    Sumber : https://www.bola.net/piala_dunia/luis-de-la-fuente-belgia-dulu-baru-prancis-47a121.html