Kamis, 18 Juni 2026

E-Learning ASN Berintegritas Diluncurkan, Menteri Rini Sampaikan Lima Pilar Perkuat Integritas

 


Integritas aparatur sipil negara (ASN) tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Atas prinsip itu, pemerintah meluncurkan program E-Learning ASN Berintegritas, sebuah program pelatihan antikorupsi berbasis digital yang bertujuan membekali aparatur dengan pemahaman moral, menolak gratifikasi, serta menerapkan tata kelola birokrasi yang bersih.

Program ini diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang turut menggandeng Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Peluncuran program E-Learning ASN Berintegritas hari ini menjadi penting sebagai upaya bersama untuk memperkuat budaya integritas dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik,” ujar Menteri PANRB Rini Widyantini pada acara Peluncuran Program E-Learning ASN Berintegritas di Kantor LAN RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Rini menyampaikan lima pilar strategis untuk memperkuat integritas ASN sebagai pelayan publik. Pertama, integritas sebagai pilar utama reformasi birokrasi nasional. Ketika aparatur negara menyusun penyederhanaan proses bisnis, hendaknya menyematkan nilai-nilai antikorupsi.

Pilar kedua yakni budaya kerja ASN yang profesional dan melayani sesuai dengan core values BerAKHLAK. “Modul e-learning dirancang untuk mengikis budaya dilayani dan menggantinya dengan budaya melayani yang bersih dari gratifikasi,” jelas Rini.

Pilar ketiga adalah pembelajaran integritas sebagai pengembangan kompetensi. Melalui program ini, pemerintah mengintegrasikan aspek integritas ke dalam sistem pengembangan kompetensi nasional. Setiap ASN yang menyelesaikan rangkaian e-learning ini akan mendapatkan sertifikat resmi dari LAN yang akan dikonversi menjadi jam pelajaran (JP). Langkah ini merupakan bukti bahwa mengasah moral dihargai setara dengan mengasah kompetensi.

20260617 Peluncuran Nasional Program E Learning ASN Berintegritas 12

Sementara pilar keempat adalah pemerataan akses di instansi pemerintah. KPK mengidentifikasi kendala bahwa mayoritas pemerintah daerah belum memiliki sarana pembelajaran digital (learning management system) yang memadai untuk melatih pegawainya secara mandiri. “Oleh karena itu, Kementerian PANRB bersama LAN telah menyiapkan satu sistem terpadu nasional Smart ASN,” ungkap Rini.

Pilar terakhir adalah dukungan kebijakan nasional dan peran strategis Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Kementerian PANRB akan menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB yang mewajibkan keikutsertaan program e-learning ini bagi seluruh instansi pemerintah. PPK diimbau memantau capaian keikutsertaan pegawainya masing-masing melalui platform dashboard monitoring INDATA KPK.

Rini menegaskan reformasi birokrasi bukan tumpukan regulasi. “Ketika seorang warga di pelosok mendapatkan pelayanan cepat tanpa syarat ‘uang administrasi’, di situlah integritas kita berbicara. Tidak ada ruang bagi aparatur berkinerja tinggi namun berintegritas rendah untuk mengelola pemerintahan ini,” pungkas Rini.

Sebelumnya telah dilakukan uji coba pembelajaran pada 12 instansi percontohan. Dari target sebanyak 56.788 ASN, realisasinya melebihi target tersebut, yakni 62.750 ASN telah menyelesaikan pembelajaran. Dalam pembelajaran itu, ASN dibekali pengetahuan untuk mengenali dan menghindari korupsi, pengambilan keputusan etis, serta menjadi agen perubahan antikorupsi.

20260617 Peluncuran Nasional Program E Learning ASN Berintegritas 9

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, integritas adalah fondasi yang menentukan kualitas. Integritas tidak hanya disokong oleh regulasi yang kuat, tetapi juga oleh sumber daya manusianya. Dari sana lahir pelayanan publik yang baik, birokrasi yang profesional, dan masa depan Indonesia yang lebih kuat. 

“Negara dipersepsikan masyarakat melalui pelayanan ASN yang mereka temui setiap hari. Integritas menjadi pembeda antara pelayanan yang menghadirkan keadilan pelayanan yang justru melukai kepercayaan publik,” ujar Setyo. (HUMAS MENPANRB)

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN Periode Juni 2026

 



Bersama ini kami sampaikan hasil seleksi administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN periode Juni 2026 berdasarkan verifikasi dan validasi dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana terlampir.

Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN akan diselenggarakan pada tanggal 9, 10, 11, 15, 17, 18 dan 22 Juni 2026 dengan rincian sebagaimana terlampir pada dokumen berikut:

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Manajemen ASN Periode Juni 2026

Sumber : bkn.go.id

Prof. Zudan: BKN & Microsoft Indonesia Bekerja Sama Latih 145 Ribu ASN Hadapi Era AI

 Jakarta – Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan membekali 145 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghadapi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui program pelatihan dan penguatan kapasitas kepemimpinan digital, hasil kolaborasi dan kerja sama dengan Microsoft Indonesia. Kepala BKN, Prof. Zudan, mengungkapkan transformasi birokrasi di era kecerdasan buatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons oleh seluruh ASN. Perkembangan AI akan mengubah cara kerja pemerintahan secara fundamental, terutama karena banyak pekerjaan administratif dan rutin yang kini dapat dilakukan secara otomatis oleh teknologi. Menurutnya, investasi terbesar yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah membangun ASN yang siap menghadapi era AI, sehingga mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang profesional, inovatif, dan berbasis data.

dsc01114

Prof. Zudan mengarahkan agar ASN masa depan memiliki karakter agile, digital, dan AI-ready. ASN dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi digital, tetapi juga memiliki pola pikir adaptif, kemauan belajar yang tinggi, serta kesiapan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Kompetensi masa depan ASN tidak lagi cukup bertumpu pada pemahaman regulasi dan administrasi, melainkan harus diperkuat dengan literasi data, literasi AI, kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah kompleks, dan growth mindset agar mampu bersaing, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “ASN harus mampu bertransformasi dari pelaksana pekerjaan administratif menjadi aparatur yang memiliki kemampuan analitis, strategis, dan mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan publik,” tegasnya saat menjadi pembicara (keynote speaker) dalam GARUDA Impact Summit 2026 bertajuk “Empowering Responsible AI for Indonesian Citizen” yang berlangsung Kamis (11/06/2026) di Jakarta.

Terkait pentingnya pemanfaatan AI sebagai alat untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, Prof. Zudan menekankan agar teknologi digunakan untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, serta menciptakan layanan yang lebih cepat, mudah, dan responsif. BKN sendiri telah mengimplementasikan berbagai inovasi berbasis AI, seperti Chatbot AI BKN (Melinda), AI Proctoring pada sistem CAT, klasifikasi dokumen kepegawaian secara otomatis, serta otomasi verifikasi dan validasi dokumen. Berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi manajemen ASN dan dukungan terhadap implementasi 12 Kebijakan Pro-Karier ASN. “Pada akhirnya, tujuan seluruh transformasi ini adalah menghadirkan birokrasi yang semakin modern, efektif, dan berkelas dunia, sekaligus mewujudkan layanan publik yang mampu memudahkan, melindungi, dan membahagiakan masyarakat, serta ASN di era digital,” jelasnya.

Namun keberhasilan transformasi digital menurutnya tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia. Karena itu, BKN terus mendorong penguatan kompetensi ASN melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk kolaborasi dengan Microsoft Indonesia dan Binar Academy dalam pelatihan AI bagi ASN. Program ini merupakan bagian dari upaya BKN sebagai instansi pembina manajemen ASN untuk mendukung percepatan transformasi digital pemerintahan. Kolaborasi strategis BKN dan Microsoft Indonesia sendiri telah ditandai melalui penandatanganan kerja sama pada 28 April 2026 lalu.

Pelatihan yang berlangsung Mei hingga Juli 2026 ini disambut antusias oleh para ASN, di mana terhitung telah diikuti 12.551 peserta, dan akan menyasar hingga 145 ribu target ASN. Untuk pelatihannya terdiri atas enam angkatan AI for Public Impact dan satu angkatan AI Policy Lab for Leaders. Selain memberikan pemahaman dasar mengenai AI, pelatihan ini juga memperkenalkan berbagai praktik penerapan AI dalam penyusunan kebijakan, pengolahan informasi, peningkatan produktivitas kerja, hingga pengembangan inovasi layanan publik. Sementara itu, peserta AI Policy Lab for Leaders memperoleh pembelajaran yang berfokus pada tata kelola, kebijakan, dan arah strategis implementasi AI di lingkungan pemerintahan.

Penulis/foto: fs
Editor: des

Rangkaian Seleksi Pimpinan Tinggi, BKN Lakukan Asesmen Terhadap 30 Kandidat JPT

 Jakarta – Humas BKN, Sebagai rangkaian seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), para kandidat yang meliputi 23 dari Kementerian Kordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia Imigrasi, dan Permasyarakatan untuk mengisi posisi JPT Pratama; dan 7 (tujuh) kandidat JPT Madya di Kementerian Perdagangan mengikuti tahap asesmen dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pelaksanaan asesmen terhadap para kandidat JPT Madya dan Pratama di lintas Kementerian ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan, mulai Rabu, 17 s.d 19 Juni 2026 di Gedung Assessment Center BKN Pusat, Jakarta.

6388

Terkait teknis pelaksanaan asesmennya, perwakilan Tim Pusat Penilaian Kompetensi ASN di BKN, Lady Wisudawati selaku Asesor SDM Aparatur Ahli Madya, menjelaskan rangkaian asesmen yang akan dihadapi para kandidat didesain untuk memastikan setiap keputusan pengisian jabatan di lakukan lebih akurat transparan dan berbasis merit. Hal ini mengingat posisi JPTP dan JPTM berperan dalam menentukan arah kebijakan organisasi. BKN memastikan tahap asesmen ini akan berlangsung obyektif dan independen sehingga menjadi dasar yang kredibel dalam pengambilan keputusan kepegawaian, terutama dalam mendukung penerapan sistem merit dan manajeman talenta ASN.

Para kandidat yang ikut tahapan asesmen ini sendiri merupakan kandidat yang seluruhnya telah lolos tahap seleksi administrasi, dan lanjut pada tahap asesmen, yakni berupa pengujian potensi dan kompetensi secara komprehensif. Selama tiga hari ke depan, para kandidat akan menghadapi rangkaian pengujian yang dirancang menyerupai situasi nyata kepemimpinan, mulai dari tes psikometri, wawancara berbasis kompetensi, hingga tiga simulasi utama: analisis kasus strategis, penyusunan proposal kebijakan, dan Leaderless Group Discussion (LGD).

Adapun pembukaan tahap asesmen ini turut dihadiri perwakilan pejabat tinggi instansi, diantaranya yakni Sekretaris Jenderal Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia Imigrasi, dan Permasyarakatan, R. Andika Dwi Prasetya; dan Kepala Biro SDM & Organisasi, Achamad Farurazi.

Penulis/foto: end
Editor: des

Jumat, 12 Juni 2026

Kampung china bengkulu - 明古鲁唐人街

Kampung China Bengkulu terletak di Kelurahan Malabro, Kecamatan Teluk Segara. Kampung China terletak tepat di depan Benteng Marlborough. Selain itu Kampung China merupakan pusat pemerintahan Kolonial Inggris sekaligus pusat penyimpanan rempah-rempah. Kampung China juga merupakan pusat perdagangan di Kota Bengkulu karena letaknya yang tak jauh dari pelabuhan di Pantai Tapak Paderi

Sejarah Kampung China Bengkulu

Provinsi Bengkulu dibentuk pada tahun 1968. Provinsi tersebut terletak di wilayah pantai barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dengan garis pantai sepanjang 525 km. Bengkulu dikembangkan oleh Inggris sejak tahun 1685 yang diberi nama Bencoolen. Bengkulu dikuasai Inggris dari tahun 1685-1824 dan kemudian diserahkan kepada Belanda sesuai dengan isi Traktat London.[2]

Kampung China sudah berdiri di Bengkulu sejak 1600 tahun lalu saat Inggris masih berkuasa di Bengkulu. Masyarakat Tionghoa mulai mengungsi setelah diizinkan masuk oleh kongsi dagang Inggris East India Company (EIC).[3] Awalnya orang-orang China yang masuk ke Bengkulu adalah kelompok-kelompok kecil. Mereka merupakan kelompok dari orang-orang miskin yang merantau dan belum mempunyai tempat tinggal yang menetap (selalu berpindah-pindah dari tempat satu ketempat yang lain). Orang-orang China yang datang ke Bengkulu sebagian ada yang bekerja sebagai buruh dan petani.[4] Sebelum masyarakat China menetap di Kota Bengkulu, mereka lebih dulu singgah di dua daerah yaitu Manna, Bengkulu Selatan dan Muara Aman, Kabupaten Lebong. Mereka yang datang dari Manna ke Bengkulu dengan mata pencaharian dari sektor perkebunan, sedangkan masyarakat yang berasal dari Muara Aman bekerja dalam sektor tambang emas. Prof. Dr. Abdullah Siddik dalam buku Sejarah Bengkulu 1500-1990 mengatakan, warga keturunan Tionghoa menetap di Bengkulu mulai tahun 1689 setelah diizinkan oleh Kongres Dagang Inggris East India Company(EIC).

Pada tahun 1714, telah banyak masyarakat China yang menetap di Ujung Karang (Kota Bengkulu sekarang). Mereka ada yang bekerja sebagai buruh perkebunan dan ada juga yang bekerja sebagai pedagang. Mereka diberi hak khusus oleh Wakil Gubernur Joseph Collet saat itu. Warga Cina pada masa itu dipimpin oleh seorang kapitan.

Pelabuhan di Ujung Karang telah menjadi pusat perdagangan di Bengkulu saat itu. Pada tahun 1766, penduduk Kota Bengkulu telah mencapai 10.000 jiwa. Penduduk tersebut terdiri dari Etnis Melayu yang mayoritas, beberapa ratus orang China, orang-orang Bugis yang menjadi tentara kompeni dan pegawai kompeni Inggris, serta para budak dari sejumlah daerah.[5] Para warga Etnis Melayu dan beberapa ratus orang China, Bugis yang menjadi tentara kompeni dan pegawai kompeni Inggris, serta para budak dari sejumlah daerah.

Perkembangan Kampung China di Bengkulu

Masa tahun 1970-an merupakan periode kejayaan Kampung China. Dulu sebagian besar warga Bengkulu pergi kesini untuk berbelanja. Beragam jenis barang diperdagangkan mulai dari makanan, sembako, pakaian, peralatan elektronik dan rumah tangga. Namun demikian, pada tahun 1990-an terjadi masa kemunduran Kampung China. Pusat-pusat perekonomian baru mulai muncul seiring dengan berkembangnya waktu. Seiring perkembangan zaman, Kota Bengkulu mengalami perluasaan daerah. Pengembangan kota diarahkan ke Jalan Lingkar Timur dan Lingkar Barat yang dibangun oleh Gubernur Bengkulu ketiga, Suprapto. Kedua jalan tersebut menjadi pusat perekonomian baru. Para pengusaha yang bermukim di Kampung China pun berpindah bisnis ke lokasi tersebut. Lambat laun Kampung China yang dulu ramai kini menjadi sepi.

Arsitektur Kampung China

Potret Kampung China

Orang-orang China yang berada di Kampung China itu mereka memperkuat identitas. Selain memperkuat identitas Bahasa Jawa, mereka juga membangun rumah dengan langgam motif yang sama. Mungkin hal tersebut merupakan warisan nenek moyang dari Tionghoa. Selain langgam motif yang sama, terdapat juga ragam Arsitektur yang khas. Arsitektur Kampung China memiliki bagian yang bergaya Eropa, tapi China juga mempunyai ciri khas nya tersendiri karena bawaan dari nenek moyang. Kalau dilihat dari ragam motif yang ada di Kampung China yang sekarang, terdapat huruf-huruf kanji seperti garis dan palang-palang yang ternyata memiliki bentuk yang sama. Jika di Jawa ada bentuk Limahasa, bentuk-bentuk rumah 4 persegi yang sama, maka di Bengkulu terdapat bentuk panggung yang sama, karena mereka punya warisan tradisional yang mematenkannya secara turun temurun. Namun demikian, untuk bangunan rumah yang terletak di Kampung China Kota Bengkulu ini memiliki bentuk rumah panggung bergaya Eropa dan tidak meninggalkan ciri khas dari nenek moyang mereka seperti ragam motif huruf-huruf kanji, garis-garis, dan palang-palang yang dipatenkan secara turun-temurun.[6]

Keadaan Kampung China Sekarang

Saat ini hanya tersisa 20 buah rumah toko berarsitektur China di kawasan tersebut. Meski berdampingan dengan Pantai Zakat, Benteng Marlborough, serta pusat kuliner laut yang menjadi salah satu titik keramaian di kota Bengkulu, Kampung China tetap sepi bagaikan rumah tanpa penghuni. Pada jam 8 malam ke atas pun sudah sulit menemukan kendaraan yang melewati kawasan tersebut. Belum lagi kawasan tersebut gelap, karena lampu jalan yang padam. Bahkan lampu lampion China yang menghiasi jalanan yang menjadi tempat nongkrong anak muda di pinggiran pun sudah habis, gelap, dan sunyi. Saat ini Kampung China tinggal menunggu puncak untuk benar-benar menjadi bagian yang terlupakan. Akhirnya, sekarang Kampung China atau Pecinan di Kota Bengkulu pun seakan hidup segan mati enggan. Kiranya semoga tahun naga air Kampung China atau Pecinan ini bisa kembali berwarna dan ramai kembali sebagai tempat bersejarah di Kota Bengkulu.[7]

Referensi

  1.  "Kilas Balik Sejarah Kampung Cina atau Chinatown di Kota Bengkulu"Tribunbengkulu.com. Diakses tanggal 2023-12-06.
  2.  Feraro, 
  3.  Feraro, 
  4.  listiana, ranti (25 january 2022). [file:///C:/Users/UIN%20FAS/Downloads/3923-15378-1-PB.pdf "akulturasi arsitektur rumah tua di Kampung China Kota Bengkulu sebagai sumber pembelajaran sejarah"] (PDF)jurnal program studi pendidikan sejarah10 (1): 128. ;
  5.  Media, Kompas Cyber (2012-04-03). "Jejak Sejarah Terlindas Roda Zaman Halaman all"KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-12-12.
  6.  listiana, ranti (25 januari 2022). [file:///C:/Users/UIN%20FAS/Downloads/3923-15378-1-PB.pdf "Akulturasi Arsitektur Rumah Tua di Kampung Cina Kota Bengkulu sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah"] (PDF)Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah10 (1): 134–135. ;
  7.  "Kampung Cina Bengkulu, Sejarah dan Asal Usul Etnis Cina di Bumi Rafflesia"Tribunbengkulu.com. Diakses tanggal 2023-12-12.