Rabu, 22 Juli 2026

Link Pendaftaran Seleksi Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026

 


Mau tahu Persyaratan dan jadwal serta Link Pendaftaran Seleksi Pengisian Jabatan Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi tahun 2026? Persyaratan Umum calon Kepala Sekolah pada Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026 adalah Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana (S-1), diutamakan Magister (S-2); Memiliki Pangkat/Golongan minimal Penata, III/c.

Selain itu calon kepala sekolah juga harus memiliki Sertifikat  Pendidik; Sehat jasmani dan rohani; Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;  Berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun pada saat diberi penugasan sebagai Kepala SNT; dan Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi, mengunggah surat keterangan bebas dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (NAPZA) yang dikeluarkan oleh rumah sakit umum daerah, rumah sakit pemerintah, atau lembaga lain yang memiliki lisensi dengan masa berlaku paling lama 3 (tiga) bulan.

Berkas berkas yang diperlukan oleh calon Kepala Sekolah pada Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026 antara lain: Mengunggah SKCK yang masih berlaku atau paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal penerbitan; Mengunggah SK Penugasan sebagai Kepala Sekolah; Mengunggah Sertifikat TOEFL/dokumen kecakapan berbahasa Inggris lainnya; Mengunggah Pakta Integritas yang telah ditandatangani oleh kandidat Kepala Sekolah; dan Mengunggah Surat Izin dari Kepala Dinas  Pendidikan sesuai kewenangannya.

Selain itu calon Kepala Sekolah pada Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026, juga harus mengunggah hasil penilaian kinerja sebagai Kepala Sekolah dengan predikat paling rendah "Baik" pada 1 (satu) periode, dan predikat "Sangat Baik" selama 2 (dua) tahun terakhir bagi kepala sekolah yang telah menyelesaikan 2 (dua) periode penugasan; serta mengunggah surat bebas NAPZA (diverifikasi setelah dinyatakan lolos seleksi).

Adapun Jadwal Pendaftaran Seleksi Kepala Sekolah pada Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026 adalah sebagai berikut

·          Pendaftaran

Kandidat mendaftar sebagai Calon Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi melalui sistem dengan menggunakan akun  belajar.id masing-masing. Periode pendaftaran : 23 s.d. 27 Juni 2026

 ·          Langkah 2 Seleksi Administrasi

Kandidat mengunggah berkas-berkas yang diperlukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

 ·          Verifikasi

Direktorat KSPSTK memverifikasi dokumen yang telah diunggah oleh kandidat.

Pengumuman Seleksi Administrasi

Kandidat yang lolos seleksi administrasi akan diumumkan oleh Direktorat KSPSTK.

 ·          Seleksi Wawancara

Kandidat yang lolos seleksi administrasi akan diundang untuk mengikuti seleksi wawancara.

 ·          Pengumuman Hasil Seleksi

Kandidat yang lolos seleksi wawancara akan diumumkan oleh Direktorat KSPSTK, dan akan diminta untuk membawa surat keterangan bebas NAPZA.

Adapun Link Pendaftaran Seleksi Calon Kepala Sekolah pada Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026 dapat diakses melalui https://seleksiksps.kemendikdasmen.go.id/ksnt/auth/google dengan menggunakan Akun Belajar

Sumber : https://www.ainamulyana.info/2026/06/link-pendaftaran-seleksi-kepala-sekolah.html

Selasa, 21 Juli 2026

Peringati HMKG ke-79, BMKG Perkuat Layanan untuk Mendukung Ketahanan Nasional

 


Pada puncak peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 yang jatuh pada 21 Juli, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menjelaskan BMKG terus berkomitmen memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan tema HMKG ke-79, “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” yang dimaknai sebagai semangat bagi seluruh insan BMKG untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, bekerja dengan integritas, serta mengabdi dengan tulus kepada masyarakat.

“Tema ‘BMKG Hebat’ bukan untuk menyatakan bahwa kami sudah hebat. Tema ini justru menjadi pengingat agar seluruh insan BMKG terus belajar, terus berbenah, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menilai pengabdian kami,” kata Faisal di Jakarta, Selasa (21/7).

Memasuki usia hampir delapan dekade, BMKG terus memacu kualitas layanannya agar semakin adaptif dan andal dalam menghadapi tantangan kebencanaan serta perubahan iklim. Upaya ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia bisa menikmati manfaat nyata dari kehadiran BMKG.

Sementara itu, Faisal mengingatkan bahwa kedaulatan bangsa tidak cuma bertumpu pada kekuatan pertahanan, melainkan juga pada pasokan informasi MKG yang cepat, akurat, dan menjangkau hingga pelosok terluar Nusantara.

Oleh karena itu, BMKG terus mendekatkan layanannya kepada masyarakat melalui 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbagai informasi yang mengalir dari BMKG tidak hanya menjadi dasar pengambilan kebijakan-kebijakan pemerintah, tetapi juga membantu langsung para petani, nelayan, pelaku transportasi, dunia usaha, hingga masyarakat umum dalam aktivitas sehari-hari.

Di sektor pertanian, informasi iklim menjadi acuan dalam penyusunan kalender tanam, pemilihan varietas tanaman, serta upaya mengurangi risiko gagal panen. Di sektor maritim, nelayan memanfaatkan layanan Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk mendukung keselamatan pelayaran sekaligus membantu mengidentifikasi potensi daerah penangkapan ikan hingga 10 hari ke depan.

BMKG juga mendukung keselamatan transportasi darat, laut, dan udara melalui penyediaan informasi cuaca yang andal. Selain itu, data mikrozonasi dimanfaatkan sebagai salah satu referensi dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur tahan bencana. BMKG juga terus mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan melalui penyediaan data potensi angin, surya, dan panas bumi, serta berkontribusi dalam pemantauan titik panas (hotspot) untuk membantu pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Kami akan memberikan layanan terbaik selama 24 jam setiap hari agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami. Upaya ini merupakan bagian dari penguatan sistem Early Warning for Early Action untuk mendukung keselamatan masyarakat dan ketahanan nasional,” ujar Faisal.

Ketua Pelaksana HMKG ke-79, Irwan Slamet, menambahkan bahwa upaya peningkatan layanan tersebut didukung oleh penguatan kapasitas pengamatan, pengolahan, analisis, dan diseminasi informasi. Saat ini BMKG mengoperasikan sekitar 10.800 unit alat operasional utama (aloptama) yang terdiri atas alat pengamatan cuaca otomatis, radar cuaca, serta jaringan sensor seismometer yang tersebar di seluruh Indonesia.

Seluruh data tersebut terintegrasi dalam sistem Multi-Hazards Early Warning System (MHEWS) yang berpusat di Jakarta dengan pusat cadangan di Bali, serta didukung Supercomputer for Multi-hazard Operations and Numerical Modeling (SMONG) dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi layanan.

Untuk menjaga kesinambungan layanan, terutama di wilayah terluar dan perbatasan seperti Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Papua, BMKG menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis dalam mengoptimalkan jaringan satelit. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan konektivitas kantor operasional tetap terjaga serta mendukung keberlangsungan pengiriman data dan informasi peringatan dini meskipun jaringan komunikasi utama mengalami gangguan.

Selain memperkuat teknologi, BMKG juga terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program edukasi kebencanaan. Hingga saat ini, BMKG telah menyelenggarakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di 277 lokasi, Sekolah Lapang Iklim (SLI) di 831 lokasi, dan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLGT) di 225 lokasi.

Melalui berbagai program tersebut, BMKG memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal seperti ‘smong’ di Aceh, ‘pranata mangsa’ di Jawa, dan ‘tudang sipulung’ di Sulawesi agar informasi mitigasi bencana semakin mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.

Menutup pesannya, Kepala BMKG menegaskan bahwa teknologi hanyalah sarana. Yang paling utama adalah memastikan setiap informasi yang disampaikan benar-benar dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“BMKG akan terus meningkatkan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika agar semakin bermanfaat bagi masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah tujuan utama kami dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.

 

Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama

Sumber : https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/peringati-hmkg-ke-79-bmkg-perkuat-layanan-untuk-mendukung-ketahanan-nasional

Melalui Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami, BMKG Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir di Pacitan

 


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut diselenggarakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, yang hadir didampingi Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama, Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab, Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Cahyo Nugroho, serta para Kepala UPT BMKG se-Jawa Timur.

Turut hadir Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufthi, Wakil Bupati Pacitan Gagarin beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Pacitan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan Erwin Andri Atmoko, unsur relawan kebencanaan, Kepala Desa Sidomulyo beserta perangkat desa, tokoh agama, komunitas masyarakat, serta peserta Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami.

Dalam sambutannya, Faisal menegaskan bahwa Kabupaten Pacitan merupakan wilayah yang memiliki potensi gempabumi dan tsunami. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan kapasitas masyarakat sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko bencana.

“SLG adalah upaya BMKG untuk memastikan BPBD dan masyarakat di wilayah rawan gempa dan tsunami agar peduli dan siap merespons tanda-tanda bahaya alam, serta peringatan dini resmi dari BMKG. Hal ini sejalan dengan inisiatif global Early Warning, Early Action dan Early Warnings for All,” ujar Faisal.

Menurutnya, SLG menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami potensi gempabumi dan tsunami di wilayah masing-masing, sekaligus wadah untuk berlatih menyiapkan langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi bencana.

“Gempabumi dan tsunami belum dapat diprediksi kejadiannya, tetapi kesiapsiagaan bisa kita bangun dan latih sejak dini, sembari terus berdoa agar kita terhindar dari bencana. Harapan saya nanti para peserta agar aktif bertanya dan berdiskusi, memanfaatkan kesempatan ini untuk merawat mitigasi gempabumi dan tsunami. Wajib bagi seluruh peserta untuk meneruskan pengetahuan penyelamatan yang telah didapat kepada keluarga dan teman-teman,” katanya.

Lebih lanjut, Faisal juga mengapresiasi berbagai upaya mitigasi yang telah dilakukan di Kabupaten Pacitan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sidomulyo dan masyarakat yang telah meraih predikat Desa Tangguh Bencana Tsunami Tingkat Utama dari BNPB pada tahun 2024.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat masyarakat dalam membangun budaya kesiapsiagaan.

“Yang terpenting adalah memastikan keberlanjutannya, agar upaya-upaya kesiapsiagaan yang telah terbangun ini dapat terus dijaga. BMKG menilai Desa Sidomulyo telah memiliki kapasitas yang kuat untuk dapat segera diusulkan sebagai Tsunami Ready Community yang diakui UNESCO. Saat ini Indonesia memiliki 29 Tsunami Ready Community, dan harapannya Desa Sidomulyo dapat menggenapi angkanya menjadi 30 desa,” ujarnya.

Faisal juga memberikan apresiasi kepada Stasiun Geofisika Nganjuk dan Pusat Gempa Regional (PGR) Yogyakarta yang secara konsisten membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat.

“Hal ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah yang terus menjadi prioritas BMKG dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Nganjuk Iwan Setiawan menjelaskan bahwa penyelenggaraan SLG bertujuan memastikan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dapat dipahami dan ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat koordinasi antara BMKG dan pemerintah daerah dalam penyebarluasan informasi gempabumi, serta mengoptimalkan peran BPBD sebagai simpul utama penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman mengenai informasi gempabumi oleh BPBD dan para pihak terkait di daerah rawan bencana, serta mampu menentukan tindak lanjut setelah mendapatkan informasi tersebut,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan bahwa peserta mendapatkan materi mengenai potensi sumber gempabumi dan tsunami, sistem informasi gempabumi BMKG, sistem peringatan dini tsunami, serta kesiapsiagaan menghadapi gempabumi melalui paparan, diskusi, tanya jawab, dan simulasi tabletop exercise.

Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta yang berasal dari unsur masyarakat, TNI, Polri, perangkat daerah, Forkopimda, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta media.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufthi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan SLG di Pacitan. Menurutnya, posisi geografis Pacitan yang berada di kawasan rawan gempa menjadikan edukasi dan pelatihan kebencanaan sebagai kebutuhan yang sangat penting.

“Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan respons yang tepat saat bencana datang,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami, BMKG terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah dalam memahami risiko bencana, merespons peringatan dini secara tepat, serta membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/melalui-sekolah-lapang-gempabumi-dan-tsunami-bmkg-tingkatkan-kesiapsiagaan-masyarakat-pesisir-di-pacitan

Wagub Surya Semangati Anak-anak Asrama Dinsos di Gunungsitoli, Tekankan Pentingnya Berbuat Baik dan Meraih Cita-cita

 


Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memberikan motivasi kepada puluhan siswa penerima manfaat yang tinggal di Asrama UPTD Pelayanan Sosial Anak Dinas Sosial Sumut. Ia mengajak para siswa untuk terus berbuat baik, tekun belajar, dan menjadikan keterbatasan sebagai semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

 

Kunjungan tersebut merupakan agenda hari pertama program Berkantor di Nias. Di UPTD Pelayanan Sosial Anak Kota Gunungsitoli, Senin (20/7/2026), Wagub disambut dengan tarian dan nyanyian dari para siswa, kemudian meninjau fasilitas asrama, termasuk kamar tempat tinggal anak-anak.

 

Para siswa yang tinggal di asrama berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kepulauan Nias. Mereka merupakan anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Sebelum tinggal di asrama, sebagian di antaranya harus menempuh perjalanan sejauh 5 hingga 12 kilometer setiap hari untuk bersekolah.

 

 

Mendengar kisah tersebut, Surya memberikan pesan agar para siswa senantiasa menebarkan kebaikan kepada siapa pun. Menurutnya, setiap kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada diri sendiri.

 

"Berikanlah yang terbaik yang kamu miliki, karena yang baik itu pasti akan kembali kepadamu. Apakah tutur katanya, perilakunya, budi bahasa, hatinya. Kepada siapa saja, terutama kepada guru, orang tua, kawan dan siapapun. Begitu juga sebaliknya, apa yang kita berikan, akan kembali ke kita," ujar Surya.

 

Beberapa siswa yang berdialog dengan Wagub di antaranya Denny Zebua (kelas III SMA) asal Kabupaten Nias, Agnes Zalukhu dan Intan Waruwu (kelas II SMA) asal Kabupaten Nias Utara, serta Tifon Harefa (kelas III SMA) asal Gunungsitoli Selatan.

 

Surya mengapresiasi perubahan kehidupan yang dirasakan para siswa selama tinggal di asrama. Ia berharap mereka terus meningkatkan prestasi dan mewujudkan cita-cita yang telah diimpikan.

 

"Saya dengar anak-anak hidupnya sudah enak di sini (Asrama UPTD Pelayanan Sosial Anak Dinsos Sumut), artinya kehidupan kalian lebih baik. Karena memang hari ini haruslah lebih baik dari hari kemarin. Dan hari esok, harus lebih baik dari hari ini. Dan cita-cita yang anak-anak sebutkan tadi, itu adalah keinginan yang sangat mulia. Dan saya juga mengapresiasi semua petugas yang mendampingi mereka, menjaga mereka selama di sini," kata Surya didampingi Kepala Dinas Sosial Sumut Adi Putra Parlaungan.

 

Dalam kesempatan itu juga dipaparkan rencana revitalisasi gedung Asrama dan Kantor UPTD Pelayanan Sosial Anak Gunungsitoli. Meski kondisi asrama masih tertata rapi dan bersih, sebagian bangunan dinilai sudah memerlukan pemugaran.

 

"Sebagaimana arahan Pak Gubernur (Bobby Nasution), bagaimana Kepulauan Nias sebagai daerah kategori 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), kita harus mengentaskan kemiskinan. Kalau bisa tidak ada lagi yang tertinggal. Makanya kita minta dukungan semua pihak, pemerintah pusat, daerah termasuk masyarakat," ujar Surya.

 

Usai meninjau asrama, Wagub juga melihat langsung kondisi Kantor UPTD Pelayanan Sosial Anak Gunungsitoli yang masuk dalam rencana peningkatan sarana dan prasarana oleh Pemerintah Provinsi Sumut.

 

Sementara itu, mewakili para siswa, Agnes Zalukhu dan Intan Waruwu mengaku bersyukur mendapat kesempatan tinggal di asrama yang dikelola Dinas Sosial Sumut. Mereka bertekad belajar lebih giat dan berharap semakin banyak anak kurang mampu di Kepulauan Nias dapat memperoleh manfaat serupa.

 

"Kami semua sudah merasa bahagia tinggal di sini Pak. Tadinya saya takut karena jauh dari orang tua, kehidupannya tidak enak. Tetapi ternyata tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Semuanya baik, mereka (petugas dan teman-temannya) menyayangi saya. Dan kami berharap semoga lebih banyak lagi anak-anak di Kepulauan Nias (kurang mampu) bisa tinggal di tempat ini," pungkasnya. **(H13/DISKOMINFO SUMUT)

Sumber : https://sumutprov.go.id/artikel/artikel/wagub-surya-semangati-anak-anak-asrama-dinsos-di-gunungsitoli-tekankan-pentingnya-berbuat-baik-dan-meraih-cita-cita

Popular Posts